
Mitha seketika terdiam, begitu pula dengan Lucas yang juga berusaha untuk bersikap tenang, meski sebenarnya dalam hatinya juga cukup merasa gugup.
Saat itu tentu bukanlah pertama kalinya mereka duduk berdua di sebuah restoran, bahkan di hari sebelumnya, mereka pun pernah makan siang berdua saat Lucas mengajaknya untuk sekalian membeli beberapa barang-barang di toko furniture.
Namun entah kenapa hari ini suasananya terasa sangat berbeda, terasa lebih canggung.
"Ka,, kalau gitu saya juga mau ke supermarket dulu deh selagi mereka pergi." Ucap Mitha yang mulai meraih kembali tasnya.
"Wait, wait!!" Ucap Lucas tiba-tiba yang nampak tak senang.
Mitha pun terdiam menatapnya.
"Jadi setelah mentraktir kalian makan siang, kalian semua pergi gitu aja dan ninggalin aku sendiri disini??" Tambah Lucas dengan kedua mata yang sedikit melotot.
"Terus mau gimana? Emangnya kalau saya ajak bapak ke supermarket, bapak mau ikut? Enggak kan!" Jawab Mitha.
"Of course aku ikut!" Jawab Lucas spontan.
Mendengar hal itu, membuat Mitha seketika tercengang.
"Ha?! Ap,, apa tadi?! Mak,, maksud bapak mau ikut saya ke supermarket?!"
"Iya! Emangnya kenapa kalau aku ikut? Ada larangan?!"
Mitha pun lagi-lagi terdiam sembari menarik nafas dalam.
"Kamu tunggu disini, dan jangan kemana-mana dulu!! Ok? Ini perintah!!" Tegas Lucas yang kemudian langsung beranjak menuju kasir.
Setelah membayar semua pesanan, Lucas pun kembali ke meja mereka dengan tatapan datarnya.
"Yuk!" Ucapnya.
Saat itu Mitha masih menatap aneh ke arahnya.
"Bapak yakin mau ikut saya??" Tanya Mitha lagi, yang sebenarnya ia nampak keberatan.
__ADS_1
"Nanya itu terus, udah kayak wartawan aja! Yuk aja ah!!" Ketus Lucas yang langsung melangkah lebih dulu untuk keluar dari restoran itu.
Mitha pun seketika mendengus, ia masih begitu tercengang memandangi kepergian Lucas.
"Haaiisssh!! Apalagi kali ini ha? Kenapa sih orang itu gak biarin aku hidup tenang!!" Ketus Mitha yang menggeram seorang diri.
Lucas yang menyadari jika Mitha belum juga menyusul langkahnya, sontak kembali menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah Mitha yang saat itu justru masih terduduk menatapnya dengan tatapan tak senang.
"Heh!! Tunggu apa lagi?? Ayuk!!" tegas Lucas lagi.
Mitha akhirnya bangkit dari duduknya, ia kembali menghela nafas kasar dan akhirnya mulai melangkah lesu untuk menyusul Lucas.
"Ihhh niatnya pergi ke supermarket kan untuk ngindari orang ini, kenapa malah jadi pergi bareng gini!" Gumam Mitha dalam hati.
"Harusnya saya sendiri aja ke supermarketnya, nanti kalau Dara balik ke restoran dan liat kita udah gak ada gimana?" Keluh Mitha sembari terus melangkah beriringan dengan Lucas.
Lucas pun mendengus pelan saat mendengar hal itu.
"Hei, kamu ini memangnya manusia dari jaman apa sih? Masa masalah gitu aja dipikirin! Kamu lupa kalau jaman sekarang udah canggih, kita semua punya HP kan? Dara bisa menelpon kalau ada apa-apa!" Jawab Lucas.
Jawaban itu lagi-lagi berhasil membuat Mitha terdiam dan memilih untuk pasrah.
"Hmm bagus, pilihan yang bijak!" Jawab Lucas yang terus melangkah tanpa melirik sedikit pun lagi ke arah Mitha.
Mitha meraih sebuah keranjang belanja saat mereka sudah tiba di depan pintu masuk supermarket yang begitu luas. Ia pun mulai berjalan pelan menyusuri lorong-lorong dimana sisi kiri dan kanannya terdapat rak-rak panjang yang dipenuhi oleh berbagai produk-produk segala kebutuhan.
Mitha terus berjalan layaknya orang tak punya tujuan, dan terus diikuti oleh Lucas yang sebenarnya tidak ada benda apapun yang ingin ia beli di supermarket pada saat itu.
Entah sudah beberapa menit mereka berkeliling, namun belum ada satu benda pun yang dimasukkan ke keranjang oleh Mitha hingga hal itu cukup mengundang rasa penasaran bagi Lucas.
"Hei!! Udah beberapa menit kita keliling di supermarket ini, tapi kenapa masih belum ada juga satupun benda yang kamu beli ha? Kamu ini niat belanja gak sih sebenarnya??" Tanya Lucas yang mulai mengecakkan kedua tangannya di pinggang.
Mitha pun sontak melirik ke arah keranjangnya yang memang masih kosong, padahal mereka sudah cukup lama masuk ke dalam supermarket itu.
"Apa? Kenapa? Apa kamu mulai mikir dan takut kalau uang kamu bakalan kurang, iya? Hmm ya udah, kamu belilah apa yang kamu mau, biar aku yang bayar! Tapi tolong jangan beli yang murah-murah ya, jangan buat aku malu!" Ungkap Lucas yang masih saja terlihat penuh kesombongan meskipun sebenarnya niatnya cukup baik pada Mitha.
__ADS_1
"Bukan itu!! Masalahnya saya mau beli beberapa produk khusus untuk perempuan, gimana saya mau leluasa milihnya kalau bapak terus ngikuti saya kayak body guard gini!" Jawab Mitha ketus.
"Ohh astaga!! Kenapa gak bilang dari tadi sih?!" Lucas pun mendengus.
"Hmm ok, aku bakalan jaga jarak! Ya udah sana jalan duluan, sana!!" Lucas pun menggerak-gerakkan tangannya seolah seperti mengusir.
"Awas ya! Jangan terlalu dekat! Minimal harus jarak 10 meter!" Tegas Mitha.
"Hmm iya, iya!"
Mitha pun akhirnya melangkah lebih dulu, sedangkan Lucas yang bingung harus berbuat apa, tak sengaja melirik ke arah sebuah troly kosong yang berada tak jauh darinya.
"Troly siapa ini yang masih kosong?? Hmm, kayaknya gak ada yang punya." Gumam Lucas seorang diri sembari langsung meraih troly itu.
Demi mengisi waktu kosongnya, akhirnya Lucas pun memilih untuk membeli berbagai cemilan. Mulai dari coklat, segala jenis wafer, berbagai macam snack-snack, hingga beberapa jenis minuman manis, semua ia borong tanpa melirik harganya sedikit pun. Dalam sekejab, troly yang awalnya kosong, sudah terisi penuh oleh jajanan.
Beberapa puluh menit berlalu, akhirnya ia kembali bertemu dengan Mitha saat mereka sudah berada di dekat kasir. Kedua mata Mitha sontak terbelalak saat mendapati Lucas yang sudah mendorong sebuah troly yang begitu penuh dengan berbagai jenis cemilan jajanan.
"Kenapa?" Tanya Lucas santai saat menyadari jika Mitha begitu tercengang saat memandanginya.
"Ini belanjaan siapa?"
"Belanjaanku dong, emangnya aku sebaik itu apa dorongin belanjaan orang!"
"Ta,, tapi sebanyak ini? Da,, dalam waktu beberapa menit aja?!" Tanya Mitha yang masih nampak tak yakin.
"Iya habisnya aku bingung mau ngapain, jadinya aku beli aja apa yang keliatan menarik." Jawab Lucas enteng.
Mitha pun seketika mendengus pelan sembari melirik ke arah keranjang miliknya yang hanya terisi beberapa item saja, bahkan keranjang yang lebih kecil dari troly itu tidak sampai penuh.
"Kamu dari tadi hanya beli segitu aja??!" Kali ini Lucas yang nampak terkejut.
Mitha pun hanya mengangguk.
"Astaga!! Kamu ini sama diri sendiri aja perhitungan banget ya!! Gimana nanti kalau sama suamimu!"
__ADS_1
"Saya gak biasa beli barang-barang yang lagi gak dibutuhin!" Tegas Mitha yang akhirnya mulai melangkah begitu saja menuju kasir.
...Bersambung......