
Mitha pun terdiam dengan wajah murungnya.
"Kalian coba aja dulu, toh kalian juga bakal tunangan dulu, gak langsung nikah. Nanti kalau dalam masa tunangan kamu rasa gak cocok, kamu bisa kok gak lanjutin sama ke acara pernikahan." Ungkap Mely yang terus membujuk anak perempuannya dengan lembut.
"Duhh kenapa sih kejadian tadi malam harus terjadi, kegini kan aku jadi merasa utang budi banget sama dia, jadi sungkan kalau mau nolaknya." Gumam Mitha yang kala itu jadi merasa benar-benar bingung.
"Udah kak terima aja, tanpa dia tadi malam kakak pasti udah jadi santapan laki-laki bajingan itu." Tambah Duddy.
"Loh, memangnya ada apa tadi malam?" Tanya Hendra yang nampak terkejut saat mendengar perkataan Duddy.
Mitha pun seketika melotot pada Duddy agar tidak perlu memberitahukan pada kedua orang tuanya tentang kejadian semalam, tapi Duddy yang memang tidak bisa berbohong akhirnya mau tidak mau mulai menceritakan kejadiannya dengan detail.
"Wahh jadi Lucas yang babak belur demi nolongin Mitha??" Tanya Mely lagi.
"Ya begitu lah kira-kira ma, ada banyak lebam di wajahnya, sedangkan kak Mitha, liat aja, dia masih baik-baik aja tanpa tergores sedikit pun, itu berkat siapa kalau bukan karena Lucas itu."
"Nah Mitha, dia bahkan rela babak belur loh demi jagain kamu, apa lagi alasan kamu untuk nolak laki-laki segantle Lucas?" Tanya Hendra.
"Hmm iya iya, ok fine! Aku setuju!" Ucap Mitha akhirnya.
"Kamu serius sayang??" Mely pun seketika langsung sumringah,
"Ya! Tapi tunangan dulu kan ya?" Tanya Mitha lagi,
"Iya."
"Ok." Jawab Mitha lesu.
Hendra dan Mely pun akhirnya bisa tersenyum senang dengan keputusan Mitha.
"Tapi boleh aku ngajuin permintaan?"
"Apa itu sayang? Bilang aja." Jawab Mely dengan semangat.
"Aku mau tunangannya cuma dihadiri keluarga inti aja, aku gak mau ada acara apapun dan belum mau di publish, nanti aja kalau mau nikah baru ada acara." Ucap Mitha.
Mely dan Hendra pun terdiam sejenak sembari saling pandang.
"Itu syaratnya kalau memang kalian mau jodohin Mitha dengan Lucas!" Tegas Mitha lagi,
"Ah ya udah, nanti bunda bilang sama tante Nonna ok, semoga mereka mau dan setuju dengan permintaan kamu."
"Ya harus setuju kalau memang mau jodohin Lucas dengan Mitha, kalau enggak dikabulin ya Mitha gak mau!"
"Ya udah, bunda telpon tante Nonna dulu sekarang ya."
__ADS_1
"Hmm." Jawab Mitha singkat.
Beberapa menit berlalu, Mely pun kembali dengan membawa raut wajah yang begitu sumringah.
"Syukurlah, mereka setuju dan bakal langsung datang nanti malam."
"Hah?!! Nanti malam??" Mitha pun kembali terkejut hingga membuat kedua matanya membulat.
"Iya nanti malam, karena gak bikin acara, cuma tukaran cincin aja kan, jadi mereka bakal langsung datang nanti malam."
"Tapi apa gak terlalu terburu-buru??" Mitha pun mendadak merasa cemas dan panik,
"Enggak dong sayang, niat baik itu, semakin cepat ya justru semakin baik."
Mitha tak bisa mengelak dengan berbagai alasan lagi kali itu, ia pun hanya bisa menghela nafas lesu dan pasrah dengan semuanya,
Malam hari...
Lucas dan keluarganya pun akhirnya tiba di kediaman keluarga Mitha. Kedua orang tua Mitha pun menyambut mereka dengan sangat ramah.
Mereka semua duduk di sofa besar yang ada di ruang tamu, kala itu tidak ada sosok Mitha disana hingga membuat Lucas mulai melirik kesana kemari demi mencari sosok wanita yang belakangan ini terus mengganggu ketenangan jiwanya,
"Dimana dia??" Tanya Lucas dalam hati.
Tanpa ia sadari, Hendra ternyata menyadari gelagat itu hingga membuatnya bertanya.
"Hmm maaf om, kalau boleh tau, Mithanya mana ya?" Tanya Lucas terus terang.
"Oh hahaha keliatannya udah gak sabar ya." Hendra pun seketika tertawa,
"Hahaha ya begitu lah anak muda jaman sekarang, awalnya gengsi lama-lama suka." Tambah Ronald yang juga ikut tertawa.
"Mitha masih di kamarnya, tunggu ya, tante panggil dulu." Mely pun seketika langsung bangkit dari duduknya.
Dengan langkah tenang mulai menapaki tangga untuk menuju kamar Mitha.
*Toktoktok*
"Mithaaa." Panggil Mely sembari mengetuk pintu.
Saat itu Mitha terlihat sedang berbaring lesu dengan cara telungkup di atas ranjangnya, bayang-bayang Vino seakan terus mengusiknya kala itu.
"Apa aku dan kak Vino memang bener-bener gak jodoh? Apa sekarang aku bener-bener harus lupain perasaan cintaku yang udah bertahun-tahun ini gitu aja?" Gumam Mitha lirih.
__ADS_1
Mely yang merasa tak ada respon dari anak sulungnya itu pun memilih untuk langsung membuka pintu kamar yang kebetulan sedang tidak terkunci.
"Mitha." Panggil Mely sembari dengan cepat menghampiri Mitha yang masih berada di atas tempat tidur dengan memakai piyama.
"Kenapa sih bund??" Sahut Mitha dengan lesu.
"Astaga kok masih pake piyama sih? Itu Lucas dan keluarganya udah dateng loh."
"Hais memangnya kenapa sih bund, kan cuma mau tukaran cincin doang, lagian cuma kita-kita doangkan," keluh Mitha yang terlihat begitu bermalas-malasan.
"Jangan gitu dong, walaupun cuma kita-kita aja, tapi gak etis dong kalau kamu cuma pake piyama keluar, setidaknya pakai pakaian yang keliatan rapi gitu loh . Ayo cepet ganti baju!" Tegas Mely.
Minta pun menghela nafas kasar, dengan langkah lesu akhirnya ia berjalan menuju lemari pakaiannya yang berukuran sangat besar.
Mitha memilih sebuah dress yang begitu simple berwarna navy untuk ia pakai malam itu. Dress berlengan panjang dan memiliki panjang sedikit di atas lutut.
"Nah begini kan cantik anak bunda." Ucap Mely yang kembali tersenyum kala memandangi Mitha yang sudah berganti pakaian.
Mitha saat itu hanya nampak cemberut, sama sekali tidak ada senyuman yang terlihat terukir di bibirnya malam itu.
"Senyum dong sayang, apa kamu bener-bener bakal cemberut terus di depan Lucas dan keluarganya." Ucap Mely lagi yang memaksa Mitha untuk tersenyum.
"Iya, iya, aku bakal senyum setiap saat di hadapan mereka, puas bunda?"
"Hehehe galak banget sih anak bunda, ya udah yuk kita turun." Ajak Mely,
Mitha dan Mely pun akhirnya nampak menuruni tangga, Lucas yang menyadari kedatangan Mitha yang kala itu terlihat begitu menawan dengan dress biru dongker yang ia kenakan pun sejenak harus tercengang memandangi wanita yang akan menjadi tunangannya itu.
"Benar-benar cantik." Celetuk Lucas dalam hati yang kala itu nampak menelan ludahnya sendiri.
"Malam om, tante, Zara." Sapa Mitha dengan sangat ramah.
"Malam sayang, kamu cantik sekali." Puji Nonna yang menatap kagum ke arah Mitha.
"Hehehe terima kasih tante."
"Kenapa kamu gak nyapa aku juga?" Tanya Lucas yang nampak tak terima karena namanya tidak disebut oleh Mitha.
"Selamat malam pak Lucas." Ucap Mitha akhirnya.
"Kok pak?" Lagi-lagi Lucas nampak tidak puas.
"Mitha, jangan begitu dong sama calon tunangan kamu." Tegur Mely.
"Hmm ok, selamat malam calon tunanganku." Ucap Mitha akhirnya dengan raut wajah yang terlihat sedikit kesal kala menatap Lucas.
__ADS_1
Meskipun tau jika saat itu Mitha terlihat kesal, namun hal itu justru membuat Lucas tersenyum puas.
Bersambung...