Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Hilang fokus


__ADS_3

Keesokan harinya...


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, Mitha yang saat itu tengah fokus menatap layar laptop tiba-tiba saja harus dibuat menghentikan sejenak pekerjaannya ketika ponselnya berbunya, menandakan ada sebuah pesan baru masuk.


Mitha pun meraih ponselnya dan mendapati sebuah pesan yang ternyata dari ibunya sendiri, Mely.


"Sayang, jangan lupa hari ini, jam makan siang kamu harus ketemuan dengan anak temen bunda, Ok? Di cafe Fireflies, jangan sampe telat apalagi gak dateng!!"


Mitha yang membaca pesan itu pun sontak kembali menghela nafas panjang dan jadi melesu.


"Bunda kenapa sih, tiba-tiba jadi kayak ngebet banget pengen jodohin aku sama anak temennya." Gerutu Mitha seorang diri.


Di sisi lain, Lucas juga ternyata mendapat pesan yang serupa dari Nonna, ibunya. Namun bedanya, Lucas justru terlihat lebih santai menanggapi pesan dari ibunya itu.


"Ok mom." Balas Lucas dengan tenang.


Mitha pun kembali merasa sedikit kesal saat lagi-lagi harus mengingat tentang perjodohan itu, rasa kesal nampaknya cukup membuatnya dahaga hingga mulai meraih gelas yang ada di atas mejanya.


"Haaissh, habis lagi minumnya." Gerutunya yang nampak bertambah kesal, karena mau tidak mau ia harus ke pantry untuk mengambil air minum.


Dengan sangat terpaksa, Mitha pun akhirnya bangkit dari kursi kerjanya, lalu mulai melangkah lesu keluar dari ruangannya. Saking tak semangatnya ia hari itu, membuatnya jadi kehilangan fokus dalam hal apapun. Termasuk saat itu, tepat di depan ruangannya dan Lucas yang memang berdampingan, seorang Office Boy terlihat sedang mengepel lantai karena sebelumnya ada seorang staf kantor yang tak sengaja menjatuhkan secangkir kopi ke lantai hingga membuat gelas kaca itu pecah berderai dan cairan kopinya juga berceceran kemana-mana.


Lantai itu masih sangat licin, bahkan saat itu sang OB belum sepenuhnya selesai mengepel lantainya. Bahkan sang OB juga sudah meletakkan papan peringatan "Hati-hati, lantai licin" di tengah-tengah antara ruangan Mitha dan Lucas.


Namun Mitha yang saat itu dalam keadaan sedang tidak fokus, membuatnya sama sekali tidak memperhatikan papan peringatan itu, ia bahkan terus saja melangkah dengan tatapan kosong untuk menuju pantry yang mengharuskannya melewati ruangan Lucas.


Dan ya, apa yang di takutkan pun akhirnya terjadi, Mitha yang memakai sepatu hak tinggi, sontak langsung kehilangan keseimbangan saat melewati lantai granit yang licin. Kedua mata Mitha sontak membulat, saat mengetahui jika dirinya akan jatuh, bahkan para staf yang bekerja di luar ruangannya, juga terlihat was-was saat menyadari hal itu. Beruntung, tepat di hadapannya, ada Lucas yang saat itu baru saja keluar dari ruangannya.


"Aaaghhh!!!" Pekik Mitha yang hampir terjungkal ke lantai.


Lucas yang melihat hal itu pun dengan refleks meraih tangan Mitha, ia menariknya dengan kuat hingga membuat tubuh mungil Mitha tertarik ke arahnya dan mau tak mau Mitha pun masuk ke dalam dekapannya.

__ADS_1


Mitha yang begitu syok seketika jadi mematung dengan nafasnya yang begitu terengah, begitu juga dengan Lucas. Suasana di ruangan yang besar itu pun juga seketika senyap saat seluruh mata yang berada disana tertuju pada mereka berdua. Tak sedikit pula yang terlihat sangat terkejut saat melihat Mitha yang diselamatkan oleh Lucas dan kini tak sengaja berada di dalam dekapan lelaki tampan rupawan itu.


"Mitha, kamu gak papa?" Tanya Lucas yang perlahan mulai melepaskan tautan tubuh mereka.


"Gak,, sa,, saya gak papa." Jawab Mitha terbata, kedua matanya saat itu juga masih terlihat membulat, karena masih merasa begitu syok, dia bahkan terlihat sedikit gemetaran.


"Kamu yakin gak papa?" Tanya Lucas lagi yang nampak sedikit khawatir.


Akhirnya Mitha mulai menatap Lucas, namun tubuhnya terlihat masih terasa sedikit kaku.


"Iy,, iya, saya gak papa." Jawabnya pelan.


"Hmm ok, lain kali kamu hati-hati, lagian apa kamu gak baca ini?" Tanya Lucas sembari menunjuk ke arah papan peringatan yang terletak di dekat mereka.


Mitha pun menggeleng pelan.


"Maaf, sepertinya tadi saya sedang melamun."


"Wahhh Mitha, gimana rasanya meluk pak CEO yang tampan dan wangi? Pasti nyaman banget ya? Hihihi" Celetuk salah satu staf wanita sembari tersenyum iri.


"Iya nih, Mitha tau aja manfaatin moment, udah mau jatuh, ditolongin, masih aja bisa nyari kesempatan untuk peluk-peluk pak Lucas." Tambah seseorang lagi yang ikut terkekeh mengejek.


"Hmm namanya juga Sekretaris, dapet bos yang ganteng, apalagi yang gantengnya kayak pak Lucas gitu duhh, mana kuat imannya hahaha." Gurau seseorang lagi yang juga ikut tertawa.


Mitha yang mendengar hal itu sontak menatap kaget ke arah kedua staf itu, begitu pula dengan Lucas yang juga mendengarnya, ikut menatap kedua staf itu dengan tatapan tak senang.


"Heh!! Mata kalian buta?! Kalian tidak liat kalau saya yang narik tangannya dan buat dia jadi tertarik ke arah saya! Ini pelukan yang gak disengaja!! Jadi punya mulut tolong di jaga!!" Tegas Lucas dengan suara meninggi.


Para staf itu pun terkejut, lalu seketika terdiam dengan rasa takut. Begitu pula dengan Mitha yang ikut terdiam, lalu mulai memandangi wajah Lucas yang kala itu entah kenapa terlihat begitu berwibawa dimata Mitha.


"Apa kalian sungguh sudah bosan bekerja disini? Kalau bosan katakan saja!!" Tambah Lucas lagi yang mulai mengecakkan kedua tangannya di pinggang.

__ADS_1


"Ti,, tidak pak. Ampun pak maaf, kami gak bermaksud." Ucap salah satu staff yang nampak sangat ketakutan dan terus menundukkan kepalanya,


"Jangan pernah kalian berpikiran buruk lagi dengan Mitha karena kejadian tadi. Mengerti?? Dia bahkan tidak meminta saya untuk menolongnya, saya yang inisiatif sendiri!!"


"Iy,, iya pak, kami mengerti pak. Sekali lagi kami minta maaf."


"Jangan minta maaf sama saya!! Minta maaf sama Mitha!" Tegas Lucas lagi.


Ketiga staf itu pun akhirnya meminta maaf pada Mitha, saat itu tidak ada alasan bagi Mitha untuk tidak memaafkan mereka.


"Iya, gak papa." Jawab Mitha pelan, sembari tersenyum singkat, lalu langsung melanjutkan langkahnya dengan hati-hati.


"Ya sudah, pada liatin apalagi kalian ha?? Ayo balik kerja! Fokus!!" Bentak Lucas.


Para staf pun langsung patuh dan kembali fokus pada layar terpaku yang ada di hadapan mereka.


Namun setelah beberapa langkah berjalan, Mitha kembali menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah Lucas.


"Pak Lucas." Panggilnya.


Lucas pun ikut menatapnya.


"Terima kasih banyak." Ucap Mitha pelan.


Lucas pun hanya tersenyum singkat, lalu menganggukkan kepalanya. Mitha yang sedikit merasa canggung pun akhirnya kembali melanjutkan langkahnya.


Tik tok tik tok


Jarum jam terus berputar, tak terasa kini jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang, yang berarti jam beroperasi di kantor pada hari Sabtu itu pun telah usai. Mitha mulai merapikan barang-barang yang ada di atas mejanya, lalu kembali memoles wajahnya agar terlihat kembali segar.


Mitha terus melangkah keluar dari lobby utama, ia bahkan tidak ada bertemu dengan Lucas saat jam pulang kantor. Tanpa ragu, Mitha mulai melajukan mobilnya untuk menuju sebuah cafe, tempat dimana ia akan bertemu dengan seseorang yang telah di atur oleh Mely.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2