Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Jalan-jalan ke Mall


__ADS_3

Saat itu jam sudah mengarah ke angka 10, Mitha yang merasa udara pagi itu cukup bagus, memilih untuk duduk bersantai di taman yang berada di samping rumahnya sembari membaca sebuah majalah fashion dan kecantikan.


Tak lama, Bude Darmi pun terlihat datang memasuki rumah mereka dari pintu belakang yang juga bisa terlihat jelas dari taman samping rumah.


Bude Darmi adalah Asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Mitha tanpa menginap karena rumahnya tidak jauh dari komplek perumahan elit itu. Setiap hari bude Darmi selalu datang jam 10 pagi untuk mulai membantu beres-beres rumah, lalu mencuci, dan menyetrika baju. Sedangkan untuk hal masak memasak, Mely lebih memilih untuk mengerjakannya sendiri.


"Selamat pagi mbak Mitha." Sapa Bude Darmi begitu ia tiba.


"Eh, pagi bude." Jawab Mitha yang sedikit terkejut, lalu mulai tersenyum ramah.


"Selamat pagi aunty Mitha." Sapa seorang anak perempuan yang terlihat begitu lucu dan menggemaskan.


Dia adalah Nana, anak kecil yang baru berumur 5 tahun yang merupakan cucu dari Bude Darmi. Nana cukup sering ikut bude Darmi bekerja bila ia sedang di titipkan oleh kedua orang tuanya di rumah sang nenek.


"Hei Nanaa, ya ampun kamu ikut??" Mitha pun seketika melebarkan senyumannya sembari menyambut kehadiran Nana dengan hangat.


"Hehehe iya Aunty, tadi malam Nana tidur dirumah nenek." Jawab anak kecil yang begitu bijak itu.


"Oh begitu ya?"


Nana pun mengangguk polos.


"Ya udah, ayo duduk sini sama Aunty, nanti Aunty kasi biskuit, mau gak?" Tawar Mitha yang memang menyukai Nana dari dulu, dari awal bude Darmi membawanya saat umurnya masih dua setengah tahun.


"Mau Aunty." Jawab Nana sembari mengangguk.


"Duuhh mbak Mitha, nanti takutnya Nana jadi gangguin mbak Mitha loh." Ucap Bude Darmi yang nampak segan.


"Gak papa bude, lagian Nana udah lumayan lama juga gak ikut bude kesini, jadinya kangen hehehe." Jawab Mitha sembari mencubit pelan pipi tembem Nana,


"Hmm ya udah mbak, kalau gitu bude mau beres-beres dulu."


"Iya bude." Mitha pun mengangguk pelan.


"Nana, jangan nakal ya, jadi anak baik sama Aunty Mitha, ya?"


"Iya nenek." Jawab Nana mengangguk gemas.

__ADS_1


Mitha seketika menutup majalah yang sejak tadi ia baca dan memilih untuk berbincang ringan dengan Nana. Meskipun perbincangan dengan anak kecil itu tidak ada yang bermakna, namun tetap terasa begitu menyenangkan dan sangat menghibur bagi Mitha yang tidak memiliki adik perempuan.


"Nana, ini kan hari libur, emangnya Nana gak pergi jalan-jalan?" Tanya Mitha.


Nana pun seketika menggelengkan kepalanya sembari terus mengunyah biskuit pemberian Mitha dengan lahap.


"Loh kok gitu? Emangnya Nana gak pengen gitu jalan-jalan ke mall, wahana permainan? Atau ke kebun binatang gitu?"


"Enggak Aunty, karena ibu sama bapak belum ada uang, jadi harus kerja dulu." Jawab Nana polos.


Jawaban anak kecil yang terdengar begitu natural itu nyatanya berhasil menyentuh hati Mitha, hingga membuatnya mulai mempunyai pikiran ingin membawa Nana ikut bersamanya ke Mall.


"Hmm kalau Aunty ajakin Nana ke Mall, Nana mau gak?"


"Mau Aunty, mauuu." Nana pun sontak mengangguk cepat.


"Ah ya udah, nanti siang Nana ikut Aunty ke Mall, ok?"


"Tapi kalau nenek gak izinin gimana?" Tanya Nana yang mendadak terlihat murung.


"Oh masalah nenek, biar Aunty nanti yang bilang sama nenek, ok?"


"Ya udah lanjut makan lagi ya biskuitnya, ini semua untuk Nana."


"Hehehe makasi ya Aunty, biskuitnya enak."


Mitha pun hanya tersenyum dan terus mengusap-usap rambut Nana yang tebal dan panjang.


Waktu berlalu dengan sangat cepat, tak terasa kini waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 siang. Mitha akhirnya turun dari kamarnya dengan sudah nampak berpakaian rapi.


"Kamu mau pergi sekarang?" Tanya Mely yang saat itu terlihat sedang merangkai bunga Lily berwarna putih ke dalam sebuah vas kristal di ruang tengah.


"Iya bund." Jawab Mitha santai sembari melilitkan jam tangan ke pergelangan tangannya.


"Bund, bude Darmi dimana ya?"


"Ada tuh di belakang, lagi cuci piring."

__ADS_1


"Owh, ok."


Mitha pun langsung beranjak menuju dapur untuk menghampiri bude Darmi, maksud dan tujuannya tak lain ialah untuk meminta izin membawa Nana ke mall.


Tak ada alasan yang bisa bude Darmi katakan untuk melarang permintaan Mitha yang berniat baik pada cucunya. Bude Darmi dengan sedikit rasa segan akhirnya setuju dan membiarkan Nana ikut pergi bersama Mitha.


Saat itu kebetulan Nana hanya memakai pakaian rumahan yang sangat biasa, membuat Mitha lagi-lagi tidak tega bila harus mengajaknya jalan-jalan ke Mall hanya dengan memakai pakaian seadanya. Mitha pun membawa Nana untuk singgah ke sebuah toko baju yang khusus menjual pakaian anak-anak, lalu memilihkan sebuah baju yang cantik untuknya.


"Gimana?? Nana suka enggak sama baju barunya?" Tanya Mitha sembari membawa Nana berdiri di depan cermin.


"Suka Aunty, bajunya bagus." Jawab Nana dengan wajah berbinar sembari mulai memain-mainkan roknya yang sedikit mengembang.


Tak sengaja mata Mitha juga melirik ke arah sendal Nana yang juga tak kalah biasa seperti pakaiannya yang sebelumnya, saat itu ia hanya memakai sendal jepit rumahan khas anak kecil.


"Nana, Nana pengen sepatu baru juga gak?"


"Kalau beliin Nana sepatu baru, Nanti uang Aunty habis loh, karena kata ibu, sepatu baru itu harganya mahal." Jawab Nana yang lagi-lagi terlihat polos.


Lagi-lagi perkataan polos itu kembali menyayat hati Mitha yang sejak dulu, ia tidak pernah merasa kekurangan dalam hal apapun.


"Hmm gak papa, sepatu yang disini gak mahal-mahal banget kok. Lagian, Aunty kan tiap hari kerja, jadi uangnya gak bakal habis." Jawab Mitha ngasal.


"Oh gitu ya Aunty??"


Mitha pun mengangguk cepat dan kembali mengutas senyuman. Akhirnya kini Nana sudah tampil begitu cantik dan menggemaskan dengan baju dress kembang yang baru dan juga sepatu yang tak kalah lucu. Mitha pun akhirnya merasa puas dan langsung mengajak Nana untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Mall. Seperti biasa, Mitha mengemudikan sendiri mobilnya dengan Nana yang duduk di sampingnya.


Sepanjang jalan, Mitha terus memutar berbagai lagu anak-anak dari audio yang ada di mobilnya, dan mengajak Nana bernyanyi sepanjang jalan. Hingga tak terasa akhirnya mereka pun tiba di Mall, Mitha dengan semangat langsung mengajak Nana untuk turun sesaat setelah ia memarkirkan mobilnya.


"Kita udah sampai ya Aunty?"


"Udah dong, yukk kita masuk." Ajak Mitha yang langsung memimpin tangan imut Nana.


Mitha dan Nana mulai berkeliling Mall, tak sedikit pula yang ia tawarkan pada Nana, mulai dari es krim, mainan, hingga mengajak nana memasuki toko kue yang di dalamnya sudah banyak terpajang kue-kue yang berbentuk lucu-lucu dan menggemaskan.


"Nana, disini kuenya enak-enak loh, Nana mau coba gak?"


Nana pun mengangguk cepat sembari kembali memandang nafsu berbagai kue yang terletak di balik lemari kaca bening. Saat sedang asyik memilih kue, tiba-tiba saja ada seseorang terasa menepuk pundak Mitha hingga membuat Mitha terkejut.

__ADS_1


"Kak Mitha??!!"


...Bersambung......


__ADS_2