
Keesokan harinya...
Pagi ini, Lucas akan disibukkan dengan kegiatan interview bersama beberapa kandidat yang akan menjadi calon Sekretarisnya kelak, yang dimana seluruh kandidat pagi itu adalah wanita.
Sebelumnya, Lucas memang sudah mengatakan pada Ronald, jika ia ingin menginterview sendiri calon Sekretaris yang sudah mengirimkan CV mereka ke email perusahaan, dan hal itu tentu saja disetujui oleh Ronald.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 07:55 pagi, saat itu Mitha sudah nampak keluar dari mobilnya yang telah ia parkirkan di tempat biasa, lalu mulai melangkah dengan tenang memasuki loby utama gedung perusahaan.
Tidak seperti kemarin, pagi ini penampilan Mitha nampak kembali cetar seperti biasa, bibirnya tampak merona dengan balutan lipstick, begitu pula pipinya yang di poles dengan blush on, membuat wajahnya nampak fresh.
"Pagi Mithaa." Sapa security yang tengah berjaga di depan pintu loby utama.
"Hay pak, pagi." Jawab Mitha sembari tersenyum ramah.
Mitha terus melangkah memasuki gedung mewah nan megah itu, di ruang tunggu yang ada di loby, terlihat sudah ada banyak wanita cantik yang tak kalah menarik dengan pakaian semi formal sudah memenuhi beberapa sofa yang ada disana.
Melihat hal itu sontak membuat dahi Mitha sedikit mengkerut hingga langkahnya perlahan mulai terhenti sejenak.
"Wah rame banget, siapa mereka?" Tanyanya dalam hati.
Namun tiba-tiba, seseorang datang dan mengagetkannya dari belakang.
"Hayoloh!!" Bentak seseorang sembari menepuk pundak Mitha.
"Astaga!!" Mitha pun terkejut dan sontak menoleh ke arah belakangnya.
"Astaga, Vina!!! Pagi-pagi udah buat sport jantung, kalau aku kena serangan jantung gimana???" Amuk Mitha.
"Hehehe sorry, sorry. Duhh masih pagi udah sensi aja, lagi dapet ya." Vina pun cengengesan sembari mulai merangkul pundak Mitha.
Namun hal yang sama pun terjadi pada Vina, ia tak sengaja melirik ke arah sisi kirinya, yaitu ruang tunggu yang sudah dipenuhi oleh beberapa wanita cantik.
"Siapa mereka? Cantik-cantik bener!" Tanya Vina yang kembali menatap Mitha.
"Gak tau." Mitha pun menaikkan singkat kedua pundaknya.
Vina dengan cepat langsung menarik tangan Mitha dan membawanya ke meja resepsionis.
"Hei mbak Vina, mbak Mitha, pagi." Sapa Resepsionis yang dikenal bernama Cindy.
"Pagi Ndy." Jawab Vina dan Mitha berbarengan.
"Ndy, cewek-cewek yang duduk di ruang tunggu itu siapa? Cantik-cantik banget kayak mau audisi miss universe." Tanya Vina yang penasaran.
"Oh hehe itu orang-orang yang bakal di interview sama pak Lucas pagi ini."
"Pak Lucas interview orang? Hahaha yang bener aja deh Ndy, terus apa fungsinya HRD hahaha." Vina pun terkekeh seolah tak percaya.
__ADS_1
"Memangnya interview apa?" Tanya Mitha yang juga penasaran.
"Interview untuk perekrutan Sekretaris pribadi untuk pak Lucas."
"Hah???!!!" Kedua mata Vina sontak terbelalak.
Vina begitu kaget mendengar hal itu, ia pun kembali melirik ke arah beberapa wanita yang terlihat tengah terduduk dengan hal mereka masing-masing.
"Ja,, jadi cewek-cewek cantik itu, salah satunya bakalan jadi Sekretaris pribadi pak Lucas???" Tanya Vina lagi.
"Ya gitu lah." Jawab Cindy enteng.
Vina pun terdiam sembari menelan ludahnya sendiri, ia benar-benar minder melihat penampilan mereka yang nampak begitu menarik bila di bandingkan dengan dirinya.
Namun berbeda halnya dengan Mitha yang justru terlihat biasa saja menanggapi hal itu.
"Hmm baguslah, itu berarti laki-laki nyebelin itu gak bakal ngerepoti aku lagi." Ucap Mitha pelan sembari mulai melanjutkan langkahnya.
"Aaaaaaaghhh, gak rela aku gak rela." Keluh Vina yang langsung merengek di sisi Mitha.
"Gak rela apanya?" Tanya Mitha santai.
"Gak rela kalau cewek-cewek cantik itu salah satunya bakal dampingi pak Lucas nanti setiap hari di kantor."
"Dihh apaan sih hahaha lebay." Mitha sontak terkekeh geli.
"Ih kamu!! Temennya sedih malah dikatain lebay, gak punya empati banget jadi temen."
"Lebay apanya sih Mithaaa?? Kamu kan tau aku tu naksir berat sama pak Lucas, tapi pas tau pak Lucas bakal ngerekrut Sekretaris yang penampilannya bening-bening gitu, bikin hati ini nyesek tau gak!!"
"Ya udah, kenapa kamu gak ikut ngelamar aja sana jadi Sekretarisnya? Biar bisa tiap hari liatin mukaknya, bosen-bosen deh tu!" Mitha pun kembali terkekeh.
"Hah, bagus juga tuh ide, tapi emang bisa ya?"
"Tau dehh." Lagi-lagi Mitha menaikkan singkat kedua pundaknya, dan langsung masuk ke dalam lift yang tengah terbuka.
"Ih tapi serius Tha, kok aku jadi galau banget ya?! Bayangin nanti pak Lucas bakal terus-terusan di dampingi sama cewek cantik kegitu, belum lagi kalau akhirnya mereka berdua jadi ada hubungan dan menikah?? Gimana?? Aaaaa gak rela sumpahhh!!" Vina kembali merengek sembari mulai memukul-mukul lengan Mitha.
"Ihhh Vina!! Apaan sih?? Sakit tau!"
"Aku lagi sedih Mithaaaa!!"
"Sedih, terus kenapa jadi nganiaya aku?? Udah ah, jangan lebay gitu, lagian itu haknya dia dong mau cari Sekretaris yang gimana, namanya orang kalau udah punya jabatan tinggi tu ya gitu, jadi wajar aja! Kamu juga sih, naksir orang juga gak kira-kira, kenapa gak cari yang sepadan aja sih dengan kita??"
"Tapi Thaaa..."
"Aaaa udah ah, stop deh bahas orang itu, bosen banget dengernya!"
Vina pun akhirnya terdiam dengan memasang wajah masamnya,
__ADS_1
Tak lama pintu lift terbuka saat mereka sudah tiba di lantai 30. Mitha dan Vina pun kembali melangkah keluar untuk menuju ruang kerja mereka masing-masing,
"Udah, udah! Jangan kecut gitu mukaknya, semangat dong!! Kerja tu harus semangat, ok!" Mitha pun terus mencoba untuk menyemangati temannya yang berbadan cukup semok itu.
"Udahhh, kalau jodoh gak bakal kemana kok hehehe, santai aja santaii, kayak di pantai." Tambah Mitha lagi.
"Hmm hehehe iya deh iya, bawel banget kamu!" Vina pun akhirnya tersenyum.
"Biarin bawel bwekk," Mitha pun menjulurkan lidahnya.
"Yang penting bisa bikin Vina yang cantik dan semok ini senyum hehehe." Tambahnya lagi sembari mencolek dagu Vina.
"Ih Mitha ah apaan sih." Vina pun mulai tersipu malu dibuatnya.
"Hehehe ya udah, aku ke ruanganku ya."
"Iya."
"Bye Vina semok." Mitha pun kembali tersenyum dan melanjutkan langkahnya menuju ruangannya yang jaraknya lebih jauh dari ruangan Mitha jika dari lift.
Mitha mulai menduduki kursi kerjanya dengan senyumannya yang khas.
"Huh, lega banget rasanya denger laki-laki itu bakal rekrut Sekretaris baru, hidupku bakal kembali tenang dan damai seperti sebelum ketemu orang itu!" Gumam Mitha seorang diri.
"Tapi bener kan??! Tuh orang emang udah mesum otaknya, buktinya cewek-cewek yang datang untuk interview semuanya cantik-cantik dengan rok sepan ketatnya. Pasti dia periksain satu-satu tuh pasa foto mereka yang ada di CV, mana yang cantik, itu yang di panggil. Huh bener-bener tuh cowok!!" Gerutunya lagi yang kemudian mendengus.
20 menit berlalu, akhirnya Lucas menampakkan batang hidungnya saat baru keluar dari mobil besarnya yang ia parkirkan tepat di samping mobil Mitha yang ceper.
Dengan dibalut setelan jas berwarna hitam pekat, rambut disisir rapi kebelakang, benar-benar menambah daya tarik Lucas sebagai lelaki yang nyaris sempurna.
"Selamat pagi pak Lucas." Sapa security.
"Pagi." Lucas pun tersenyum singkat dan terus melanjutkan langkahnya memasuki loby.
"Pagi pak Lucas." Sapa Cindy, sang Resepsionis.
"Pagi."
"Pak, untuk semua kandidat yang hari ini akan bapak interview, mereka sudah datang dan menunggu disana." Jelas Cindy sembari menunjuk ke arah ruang tunggu.
Lucas pun seketika melirik singkat ke arah mereka, meskipun mereka cantik-cantik, namun hal itu tidak membuat Lucas menatap mereka lebih lama.
"Oh ok, sekitar 20 menit lagi, tolong suruh seseorang untuk dampingi mereka satu persatu masuk ke ruanganku."
"Ok pak."
"Thanks." Lucas pun tersenyum singkat dan melanjutkan langkahnya tanpa melirik sedikit lagi ke arah para calon Sekretarisnya kelak.
__ADS_1
...Bersambung......