Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Strategi Dara


__ADS_3

Ucapan Nana kala itu, benar-benar berhasil membuat Mitha tercengang hingga tak bisa lagi untuk mengelak apalagi menolak.


"Nah tu kan, Nana udah laper loh kak." Ucap Dara yang semakin mengembangkan senyumannya.


"Aduh Nana, kenapa harus ngomong lapernya sekarang sih? Seenggaknya kan bisa tunggu Dara dan Lucas pergi dulu." Gumam Mitha dalam hati.


Dara dengan begitu antusias, kembali memandang Nana dan mulai berjongkok di hadapannya.


"Hei Nana yang cantik, kamu mau kan kalau kita makan bareng? Nanti biar Uncle yang disana itu yang bayarin, kamu bisa makan apa aja, sepuasnya. Gimana?" Pujuk Dara yang nampaknya benar-benar pintar memanfaatkan kepolosan Nana.


Saat itu Mitha pun terdiam, ia benar-benar tidak mampu untuk melarang Dara melakukan hal itu, selain merasa tidak enak hati karena Dara yang selalu bersikap baik padanya, juga mengingat jika Dara adalah anak Ronald, mantan atasannya.


"Haaissh, ini juga si Dara pinter banget sih ngebujuknya? Gimana mau nolaknya kalau udah gini." Gumam Mitha dalam hati sembari mulai mengusap-usap tengkuknya.


"Nana mau sih, tapi kalau Aunty Mitha gak mau, gimana?" Jawab Nana yang akhirnya mendongak menatap Mitha.


"Nah, sekarang tinggal keputusan kakak aja nih. Kakak mau gak?" Tanya Dara lagi sembari memainkan kedua alis matanya.


"Duhh gimana ya?" Mitha pun nampak kikuk sembari melirik singkat ke arah Lucas yang kelihatannya masih cukup bingung dengan apa yang mereka perbincangkan.


"Haaaaiss, mereka lagi ngomongin apa sih?" Gerutu Lucas yang merasa sedikit kesal serta penasaran, namun juga tidak cukup ragu untuk menghampiri mereka.


"Ayo dong kak, pleasee!!" Dara pun menyatukan kedua telapak tangannya sebagai tanda permohonan.


Mitha pun kembali menatapnya sejenak, lalu mulai menghela nafas lesu, dan akhirnya ia pun setuju.


"Hmm, ok, fine!" Jawab Mitha akhirnya,


"Yeay, asikkk!!" Dara pun begitu sumringah.


Tanpa pikir panjang lagi, Dara pun kembali menarik tangan Mitha dan membawanya kembali ke dekat Lucas.


"Kalian ngobrolin apasih? Buang-buang waktu banget!" Ketus Lucas yang nampak memasang wajah juteknya.


"Dihh jutek banget sih." Ucap Dara yang kini berdiri di sisinya.


"Kak, aku laper nih. Traktir makan siang ya?"


"Hmm ya!" Lucas pun mendengus pelan.


"Yeay asikkk." Dara kembali bersorak senang.


"Ya udah, yuk kak kita cari restoran yang enak." Ajak Dara yang kembali menarik tangan Mitha.


Namun melihat hal itu, sontak kembali membuat dahi Lucas mengkerut.


"Eh wait, wait!!" Lucas pun dengan cepat menahan tangan Dara.


"Kenapa lagi sih kak?"


"Mereka juga ikut??" Tanya Lucas yang nampak sedikit terkejut, meskipun dalam hatinya ia cukup senang.

__ADS_1


"Iya, aku ngajak kak Mitha dan Nana untuk makan siang bareng kita. Emang kenapa kak? Gak boleh ya? Atau kakak takut uang kakak kurang?" Tanya Dara dengan begitu santainya.


"Dihh enak aja!! Traktir makan orang-orang satu Mall ini juga aku masih sanggup!" Tegas Lucas menyombong.


"Hmm ya udah pak, kalau bapak merasa terganggu dengan kami, gak papa kok, saya dan Nana bisa makan siang berdua." Ucap Mitha sembari tersenyum datar dan seolah bersiap untuk kembali pergi.


"No!" Tegas Lucas spontan.


"No????" Dahi Mitha pun sontak mengkerut.


Hal itu pun berhasil membuat Lucas mendadak jadi gugup serta salah tingkah.


"Mak,, maksudku, kalian boleh makan siang dengan kami." Ucap Lucas akhirnya yang juga terlihat sedikit kikuk.


"Yeeesss." Dara pun akhirnya kembali menampilkan senyuman kepuasan.


Mereka pun beranjak menuju salah satu restoran yang ada di dalam Mall itu, sebuah restoran bintang lima yang sudah memiliki banyak cabang dimana-mana. Mitha duduk disamping Nana, Lucas duduk di sisi Dara, namun juga berhadapan dengan Mitha.


Setelah memesan beberapa menu, mereka pun kembali berbincang ringan, lebih tepatnya Dara dan Mitha.


"Hmm jadi gimana kak setelah ganti bos? Enak gak? Hehehe."


"Hmm ya lumayan lah," Jawab Mitha yang tersenyum tipis.


"Lumayan apa dulu ni?" Tanya Dara lagi.


"Lumayan tertekan batin." Jawab Mitha yang melirik singkat ke arah Lucas.


"Hei you! Emangnya aku apain ha? Sembarangan banget kalau bicara!!"


"Duhh apasih kak? Kok jadi malah musuhan gini sih!" Keluh Dara.


"Kenapa tanya sama aku?? Tanya aja sama dia!!" Jawab Lucas tak senang.


"Haaaaiss, udah ya udah!! Mending kita ganti topik deh kalau gitu." Ucap Dara yang mencoba untuk menghindari pertengkaran mereka.


"Duuhh kok jadi malah mau ribut lagi sih, niatnya kan mau bikin mereka jadi tambah deket!" Gumam Dara dalam hati sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Oh ya kak Mitha, kemarin aku sempet denger dari mama, katanya kakak pernah ada yang mau ngelamar ya?"


"Iya, pernah beberapa kali."


"Hah, beberapa kali?!" Dara pun nampak terkejut.


Mitha memilih hanya mengangguk pelan.


"Wahh, terus kak gimana akhirnya? Apa semuanya kakak tolak?"


"Bukan nolak sih, lebih tepatnya kemarin itu karena kakak belum mau menikah!"


"Owwhh, terus kalau sekarang ada yang ngelamar kakak lagi gimana?" Tanya Dara yang seolah ingin melihat reaksi kakaknya, Lucas.

__ADS_1


"Hmmm, kalau sekarang ya?? Mungkin bisa jadi kakak bakal pertimbangin untuk kali ini, kalau ternyata dia orang yang baik, kenapa enggak?" Jawab Mitha yang sebenarnya dia mengasal.


Namun Lucas yang mendengar hal itu, justru ia yang merasa tidak terima,


"Hah?! Kenapa kali ini kamu malah mau kalau ada yang lamar?!" Tanya Lucas sembari mengerutkan dahinya.


"Ya mungkin sudah waktunya kali saya menikah." Jawab Mitha santai.


"Hanya karena itu?? Memangnya kamu mau menikah sama orang yang gak kamu kenal?"


"Sebelum nikah kan bisa pendekatan dulu sih kak," kali ini justru Dara yang menjawab.


"Hiss, kamu bisa diem gak? Kakak gak nanya sama kamu!" Lucas pun kembali melototi Dara.


"Dih kak Mitha yang setuju di lamar, kenapa jadi kakak yang emosi sih?" Tambah Dara lagi.


"Daraaaa!! Diem gak??!"


"Hmm iya, iya."


Mitha pun hanya mendengus pelan dan memilih diam kali ini.


Beberapa menit kemudian, makanan yang mereka pesan akhirnya tiba, segala perdebatan mereka pun berakhir dan memilih untuk mulai menyantap hidangan makan siang itu.


Hingga tak terasa satu jam pun berlalu, mereka telah usai menyantap hidangan makan siang, bahkan pelayan juga sudah mengangkat piring kotor demi membuat meja tetap kelihatan bersih meskipun mereka masih berada di sana.


"Nana, gimana? Kamu udah kenyang?" Tanya Dara kemudian dengan wajah begitu berbinar.


Nana pun mengangguk.


"Kamu masih mau makan?"


Kali ini Nana menggelengkan kepalanya.


"Hmm gimana kalau mainan, kamu mau mainan gak?"


"Mau Aunty, mauuu." Jawab Nana sembari mengangguk cepat.


"Hmm disitu ada toko mainan loh, yuk kita kesana, nanti Aunty beliin mainan yang bagus. Yuk." Ajak Dara yang langsung bangkit begitu saja dari duduknya sembari menjulurkan tangannya pada Nana.


Tanpa basa basi, Nana yang polos pun langsung menyambut uluran tangan itu dan ikut bangkit dari duduknya.


Hal itu sontak membuat Mitha gelagapan karena benar-benar tidak mau di tinggal berduaan dengan Lucas.


"Loh, loh, loh, ka,, kalian mau kemana?" Tanya Mitha.


"Kalian tunggu disini aja, aku mau beliin mainan dulu untuk Nana."


"Ta,, tapi Dar...."


"Ya udah ya, byee." Namun Dara nampaknya memang sengaja melakukan hal itu, tanpa ingin mendengarkan ucapan Mitha sedikit pun, Dara pun langsung saja membawa Nana pergi.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2