
Mitha cukup terkejut saat mendapati seorang wanita yang tak kalah cantik sudah ada di hadapannya, wanita itu pun tak kalah terlihat terkejut saat tak sengaja bertemu dengan Mitha di toko kue itu, siapa wanita itu? Hmm wanita itu tak lain dan tak bukan ialah Dara, adik Lucas.
"Dara??!!!!" Balas Mitha yang saat itu membulatkan matanya.
"Ya ampun kak Mithaaa, gak nyangka banget bisa ketemu disini." Dara dengan ramah langsung memeluk singkat tubuh Mitha dan mencium pipi kiri dan kanannya.
"Hehehe iya, mumpung lagi libur kerja, jadi jalan-jalan ke Mall aja biar gak bosen," ungkap Mitha sembari tersenyum.
"Owhh sama dong." Dara pun ikut melebarkan senyumannya.
Lalu Dara tak sengaja melirik ke arah Nana yang sejak tadi masih terdiam memandanginya.
"Kak,, hmm ini,,, siapa?" Tanya Dara pelan sembari menunjuk ke arah Nana.
Mitha pun melirik singkat ke arah Nana.
"Oh ini hehehe, namanya Nana, dia cucu bude Darmi, asisten rumah tangga yang kerja dirumah." Jelas Mitha singkat sembari mulai mengusap-usap ujung kepala Nana.
"Ohh,, hai Nana." Dara pun seketika melambaikan tangannya pada Nana.
"Nana, kenalin, ini namanya Aunty Dara." Ucap Mitha pada Nana.
"Halo Aunty Dara cantik." Sapa Nana sembari tersenyum manis,
"Ah ya ampun Nana, jujur banget sih kamu hehehe, tau aja kalau Aunty memang cantik hihihi." Dara pun nampak begitu tersanjung.
Saat itu Mitha hanya terkekeh geli,
"Oh ya Dara, Kamu sendirian kesini?" Tanya Mitha yang cukup penasaran.
"Enggak sih kak."
"Enggak? Emangnya sama siapa kesini? Sama temen-temen kamu ya?" Tanya Mitha lagi.
"Enggak juga." Jawab Dara sembari menggelengkan kepalanya.
"Terus, sama siapa?" Dahi Mitha pun mulai sedikit mengkerut.
"Hmmm aku kesini sama..." Dara pun mulai nampak clingak clinguk ke sana kemari seolah sedang mencari seseorang.
"Mana dia ya?? Bukannya tadi dia ke toko itu ya?" Gumam Dara pelan seorang diri.
"Siapa sih?" Tanya Mitha yang juga mulai mengikuti arah pandangan Dara.
"Hmm tadi dia ada di toko itu loh." Jawab Dara sembari menunjuk ke arah sebuah toko yang berada tak jauh dari toko kue namun tetap tidak menyebutkan nama orang tersebut.
"Hmm iya, memangnya siapa? Pacar kamu ya?" Tanya Mitha yang akhirnya kembali tersenyum.
"Ihh bukan loh kak, tapi....."
"Gimana, udah dapet kuenya??" Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Dara dan Mitha.
__ADS_1
Dara dan Mitha sontak menoleh ke arah yang sama, arah dimana suara yang begitu familiar itu datang. Mitha yang melihat orang itu sontak dibuat begitu terperangah saat mendapati keberadaannya tepat di belakang Mitha, orang yang sangat dibenci dan yang paling ia hindari, siapa lagi kalau bukan Lucas Armando.
Begitu pula dengan Lucas, ia pun nampaknya tak kalah terkejut saat menyadari ada Mitha di hadapannya.
"Ka,, kau!" Ucap Mitha dan Lucas secara bersamaan.
Dara yang menyadari hal itu, sontak tersenyum geli.
"Cieee, belum apa-apa udah kompak banget nih kalian hehehe." Ejek Dara.
Mitha pun tersentak dan langsung mengambil sikap tenang, begitu pula dengan Lucas.
"Hmm jadi kamu sama dia?" Tanya Mitha yang mendadak bersikap datar.
"Hehehe iya kak, ini toko kue langganan mama, mama hari ini lagi pengen banget makan cheese cake, jadi dia minta tolong aku buat beliin kesini. Berhubung supir lagi pada off kerja hari ini, jadi mama suruh kak Lucas yang anterin aku kesini hehehe." Jelas Dara yang terus tersenyum.
"Ohh gitu, hmm ya udah, kami kayaknya udah selesai di toko ini, kalian lanjut aja ya kalau gitu." Ujar Mitha yang siap untuk bergegas membawa Nana pergi.
Melihat adanya sosok anak kecil bersama Mitha, sontak membuat dahi Lucas seketika mengkerut dan langsung menghentikan langkahnya.
"Eh wait, wait!!" Ucapnya.
"Iya pak, ada apa?" Tanya Mitha datar.
Namun Dara, justru langsung terkekeh geli saat mendengar Mitha memanggil Lucas dengan sebutan "pak".
"Hahaha di panggil pak dong, formal banget." Celetuk Dara.
"Haaaiss, kau bisa diem dulu gak?!!" Ketus Lucas yang langsung melototi Dara.
Lucas pun kembali menatap ke arah Mitha dan Nana secara bergantian dengan tatapan menyelidik.
"Kamu kesini bawa anak kecil?" Tanya Lucas kemudian dengan dahi yang sedikit mengkerut.
"Ya, memangnya kenapa?" Jawab Mitha tanpa ekspresi.
"Anak siapa ini? Jangan bilang dia anakmu!!"
Mendengar hal itu, Mitha pun seketika mendengus pelan dan tersenyum sinis.
"Anak saya atau bukan, memangnya ada urusannya dengan bapak?"
"Haaiss, kenapa sih kamu suka banget jawab pertanyaanku, dengan pertanyaan lainnya?"
"Bukan urusan bapak!" Mitha pun kembali ingin melangkah pergi.
Namun Lucas yang merasa tak puas hati kembali menarik lengannya.
"Hei, jawab aja apa susahnya sih?"
"Astaga kak!! Segitu takutnya ya kalau kak Mitha udah punya anak? Hahaha. Tenang kak, Nana itu bukan anak kak Mitha, dia cucu asisten rumah tangganya kak Mitha." Jelas Dara yang kembali terkekeh.
__ADS_1
"Nana??"
"Iya nama anak manis ini adalah Nana." Tambah Dara yang melangkah mendekati Nana sembari mengusap singkat ujung kepalanya.
"Sudah di jawab sama Dara, jadi saya gak perlu jawab lagi kan?!"
"Hmm, ok." Ucap Lucas pelan.
"Boleh saya pergi sekarang pak?" Tanya Mitha yang terus menatap Lucas dengan tatapan datarnya.
"Hmm ya, pergi saja. Kenapa harus bertanya lagi!" Jawab Lucas yang mencoba bersikap biasa saja di hadapan Mitha.
"Gimana saya bisa pergi kalau tangan saya masih bapak tahan?!"
Lucas pun terkejut saat menyadari jika saat itu tangannya masih memegangi lengan Mitha.
"Owwhh, so,, sorry!" Lucas pun sontak melepaskan tautan tangannya.
"Ok." Mitha pun akhirnya mulai melangkah pergi.
Hal itu sontak membuat Dara jadi tercengang dan kembali teringat pada ucapan mamanya yang tempo hari pernah mengatakan ingin mendekatkan Lucas dan Mitha. Dara pun akhirnya mendadak punya ide yang bagus untuk membuat hal itu bisa jadi kenyataan.
"Kak Mithaaa!!" Panggil Dara secara tiba-tiba yang kemudian langsung berlari mengejar langkah Mitha.
Mitha dan Nana pun seketika kembali menoleh ke arah Dara yang berlari menghampiri mereka.
"Dara, kenapa?" Tanya Mitha.
"Kakak udah makan siang?" Tanya Dara to the point.
"Makan siang??" Dahi Mitha pun nampak sedikit mengkerut.
"Hmm." Jawab Dara sembari mengangguk.
Mitha pun melirik singkat ke arah Nana, dan kemudian mulai menggelengkan pelan kepalanya.
"Aahh kebetulan banget, aku juga belum makan siang nih, yuk kak kita makan siang bareng." Ajak Dara yang sontak nampak begitu bersemangat.
"Ma,, makan siang ba,, bareng??"
"Iya kak, yuk!"
"Sa,,, sama dia??" Tanya Mitha yang menatap singkat ke arah Lucas yang saat itu masih berdiri di depan toko kue.
"Hehehe iya lah sama siapa lagi."
"Hmm mending kalian berdua aja deh, Nana kayaknya masih mau berkeliling." Jawab Mitha yang mencoba untuk menolak secara halus ajakan Dara.
"Ya kan Nana?" Kali ini Mitha kembali melirik ke arah Nana sembari tersenyum, dan berharap jika saat itu Nana mengangguk.
Namun sayangnya, jawaban Nana justru sangat tidak sesuai dugaan Mitha.
__ADS_1
"Ta,, tapi Aunty, Nana juga udah laper." Jawab Nana sembari memasang raut wajah manyun.
...Bersambung......