
“Heh, kau beneran tidur??!” Tanya Lucas yang seolah masih belum percaya dan menganggap jika Mitha hanya berpura-pura tidur.
Sama seperti sebelumnya, Mitha lagi-lagi tentu tidak menjawab, karena ia benar-benar tertidur.
“Heh!” Panggil Lucas lagi sembari mulai menggerak-gerakkan tangannya tepat di depan wajah Mitha.
“Astaga, dia beneran tidur ternyata. Bener-bener minus etika nih cewek!!” Gerutunya seorang diri.
Lucas merasa cukup kesal saat di tinggal tidur oleh Mitha, tapi saat itu tentu saja ia tidak memperlihatkan kekesalannya dengan cara membangunkan Mitha, ia justru membiarkan Mitha tertidur. Lucas pun terus berusaha sebisanya untuk mengingat blok rumah Mitha tanpa membangunkannya. Beberapa puluh menit berlalu, akhirnya mobil besar yang di kendarai sendiri oleh Lucas pun berhenti di depan sebuah rumah elit bernomor 07.
“Bener ini gak ya rumahnya?” Tanya Lucas seorang diri sembari memandangi rumah itu dari dalam mobilnya.
Lucas pun kembali melirik ke arah Mitha, entah kenapa rasa penasarannya kala itu kian membesar, dengan perlahan tapi pasti ia mulai mendekati wajah Mitha untuk melihatnya lebih jelas lagi. Mitha adalah definisi wanita yang nyaris sempurna, bagaimana tidak, ia bahkan tetap terlihat menawan meskipun sedang tertidur pulas.
Lucas pun cukup dibuat terpana karenanya, kala melihat wajah lembut Mitha dari jarak yang sangat dekat, nyatanya berhasil membuat debaran jantungnya jadi tak beraturan.
“Bisa terlihat jelas kalau dia beneran kelelahan.” Gumam Lucas dalam hati sembari tersenyum tipis.
Namun situasi itu hanya terjadi beberapa saat, sebelum akhirnya Lucas tiba-tiba tersadar dan langsung menjauhkan dirinya ke posisi duduknya yang semula.
“Oh ****!! what’s wrong with me?” Tanyanya dalam hati.
“Kenapa juga aku jadi memandangi perempuan resek ini???” Lucas pun akhirnya merasa bingung sendiri.
“Haaiiss, kurasa otakku mulai gak waras nih, kacau, kacau, kacau!!" Gumamnya lagi sembari terus menepuk-nepuk jidatnya sendiri.
Sepuluh menit menunggu dan berdiam diri di dalam mobil, akhirnya membuat Lucas mulai kehabisan rasa sabarnya untuk menunggu Mitha bangun. Ia pun memutuskan untuk membangunkan Mithaa meski awalnya sedikit ragu-ragu.
“He,, hei, bangun!" Ucapnya sembari mencolek pelan pundak Mitha.
Namun Mitha, ia masih tak bergeming.
“Heh, heh, bangunnn!" Kali ini Lucas mulai menepuk pundak Mitha.
Namun tetap saja, hal itu belum juga membuahkan hasil.
“Haiiss, perempuan ini!! bisa-bisanya tidur kayak orang mati!” Keluhnya sembari mulai menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Akhirnya Lucas mulai memiliki sebuah ide, ia pun tersenyum, lalu mulai mengeraskan volume radio yang ada di mobilnya ke paling maksimum. Dan ya, cara itu ternyata cukup ampuh hingga membuat Mitha sontak terperanjat dari tidurnya.
Mitha spontan berteriak sembari menutup kedua telinganya, sementara Lucas ia justru tertawa puas melihat Mitha yang akhirnya terbangun.
“Apa-apaan sih?! kecilin volumenya!!” Pekik Mitha.
Lucas pun mendengus, lalu akhirnya mengecilkan volume radio seperti semula, dan kembali menatap Mitha dengan tatapan tak senang.
“Heh, kau yang apa-apaan?! Bisa-bisanya tidur nyenyak kayak princess di mobilku, sedangkan aku harus mengelilingi komplek ini demi mencari rumahmu!” Ketus Lucas.
__ADS_1
Mitha pun terdiam sejenak,
“Terus kenapa gak bangunin aku aja kalau emang bingung cari rumahku??”
Kali ini, gantian Lucas lah yang dibuat terdiam sejenak. Karena tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya, tidak mungkin ia mengatakan pada Mitha jika ia sengaja membiarkan Mitha tertidur karena ingin lebih puas memandangi wajahnya.
“Heh kebo!! Asal kau tau ya, dari tadi aku juga udah coba bangunin, tapi kaunya tetep aja gak bangun-bangun, persis kayak kebo!” Jawab Lucas berkilah.
Mendengar hal itu, membuat Mitha kembali menggeram namun juga merasa sedikit malu di saat yang bersamaan.
“Hihhhh, kau ini bener-bener menyebalkan!!” Ketus Mitha sembari akhirnya ia mulai melepaskan sabuk pengamannya dan membuka pintu mobil.
Mitha langsung keluar begitu saja, bahkan tanpa mengucapkan kata terima kasih terlebih dulu, hal itu pun kembali membuat Lucas kesal dan akhirnya bergegas ikut keluar untuk menyusulnya.
“Heh! Apa kau gak pernah diajarin untuk bilang terima kasih ya sama orang yang udah membantumu??!” Ketus Lucas sembari mengecakkan kedua tangannya di pinggang.
“Aku sama sekali gak minta dan gak berharap untuk kau antar pulang! but, thanks!” Jawab Mitha dengan santai dan kembali melangkahkan kakinya.
Lucas pun sontak mendengus kesal, ia seolah tak percaya jika ada wanita yang sanggup bersikap seperti itu padanya.
“Heh!!” Panggilnya lagi yang kembali mengikuti langkah Mitha.
Hal itu membuat Mitha kembali menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahnya.
“Kau gak perlu mengantarku sampai rumah! Aku udah bilang makasih kan? Terus apa lagi yang kau harapkan?”
“Gak perlu tau!” Ketus Mitha yang kembali melangkahkan kakinya.
Mitha melangkah dengan tenang memasuki pagar rumahnya yang saat itu belum terkunci, dan siapa sangka, ternyata Lucas masih saja mengikuti langkahnya dari belakang.
“Ihhhh, apa-apaan sih?!! Kenapa masih aja ngikuti aku??” Keluh Mitha geram.
Namun Lucas tidak menjawab, ia justru terlihat fokus memandangi rumah Mitha dari luar, beberapa mobil yang terparkir di garasi rumah Mitha juga tak luput dari pandangannya.
“Hmmm, besar juga rumah ini.” Celetuk Lucas sembari tersenyum tipis.
“Thanks!” Jawab Mitha singkat sembari menampilkan senyuman keterpaksaan.
“Ah ayo jujur, kau ini anak pembantu yang kerja di rumah ini ya?” Tanya Lucas yang mulai memicingkan kedua matanya.
Mendengar hal itu sontak membuat Mitha mendengus dan tersenyum seolah tak menyangka jika Lucas punya pemikiran seperti itu.
“Oh ya I see, I see. Sepasang suami istri yang dateng ke acara syukuran kemarin, itu pasti majikanmu kan? Ah udah pasti tebakanku kali ini bener! Iya kan?" Ungkap Lucas dengan raut wajah yang begitu penuh keyakinan.
Lagi-lagi hal itu hanya bisa membuat Mitha mendengus seolah saat itu ia tak bisa lagi berkata-kata.
"Hemm beruntung lah kau, punya majikan yang baik kayak mereka.” Ungkap Lucas yang kembali tersenyum penuh percaya diri.
__ADS_1
“Heemm iya! Memangnya kenapa kalau aku anak pembantu? Rendah banget ya dimatamu?”
“No! I don’t think so!" Jawab Lucas santai.
Saat itu Mitha pun sontak memutarkan kedua bola matanya.
“Udah deh! aku gak punya waktu untuk melayani ocehanmu, pergi sana! Bukannya tadi katanya mau nongkrong.” Mitha pun kembali melangkah ingin masuk ke dalam rumahnya.
Namun, lagi dan lagi, langkahnya kembali di hentikan oleh Lucas untuk kesekian kalinya.
“Woii!”
“Ihhhh, apa lagi sih??!!" Keluh Mitha semakin menggeram.
“Itu, yang ada di tanganmu, balikin!!” Tegas Lucas sembari menunjuk ke arah jaket kulit miliknya yang ternyata tanpa sadar masih di pegang oleh Mitha.
Mitha pun sangat terkejut saat menyadari jaket itu masih berada di tangannya, dengan cepat ia pun langsung melemparkan jaket itu ke arah Lucas.
“Tuh, ambil!!” Bentak Mitha.
“Hehh, cukup kaos mahalku aja yang kau siram minuman di bandara, jadi jangan lagi bawa ini, ini harganya jauh lebih mahal, kau tau!”
Mendengar pernyataan itu, sontak membuat Mitha terdiam, lalu perlahan mulai memandangi lagi wajah Lucas dengan seksama dalam waktu yang lebih lama. Hingga akhirnya ia pun sadar jika lelaki sombong yang ia tabrak saat di bandara itu adalah Lucas.
“Tunggu! Ja,,, jadi kau,, kau lelaki sombong itu??!” Tanya Mitha lagi yang masih nampak sedikit terkejut saat berhasil mengingatnya.
Ia benar-benar tidak menyangka pada semesta yang seolah dengan sengaja kembali mempertemukannya dengan lelaki sombong yang membuatnya kesal.
“Kau ingat sekarang? Eemm, atau kau memang sengaja pura-pura lupa ya supaya gak jadi ganti rugi??”
“Aku memang baru ingat sekarang!” Tegas Mitha.
“Oh ok kalau gitu, sekarang mana?” Lucas pun kembali mendekati Mitha sembari mengulurkan tangannya.
“Mana apanya?!" Tanya Mitha bingung.
“Ya ganti rugi, manaa??”
“Hih katanya orang kaya raya, tapi masalah baju yang gak seberapa, masih aja terus di ungkit, malu-maluin banget deh!!” Mitha pun kembali menatap Lucas dengan sinis, lalu langsung beranjak masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Lucas begitu saja.
“Heh, aku tau kau gak punya uang, tapi seenggaknya kau bisa kali ganti rugi dengan cara nawarin aku minum di rumahmu.” Teriak Lucas lagi.
“Not today!” Jawab Mitha sembari menutup pintu rumahnya, tanpa menghiraukan Lucas yang masih berdiri di luar.
Lucas pun hanya bisa mendengus, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya karena ia sungguh tidak menyangka akhirnya ada wanita yang sanggup mengabaikannya seperti yang dilakukan oleh Mitha, karena sebelumnya hal itu tidak pernah terjadi.
...Bersambung…...
__ADS_1