Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Tampil menawan


__ADS_3

“Ini kak,” Dara dengan sangat antusias langsung membuka seluruh pintu lemarinya di hadapan Mitha.


“Kakak bisa pilih yang mana aja yang kakak mau pakai.” Tambahnya lagi sembari tersenyum lebar.


Mitha terdiam sejenak sembari terus memandangi seluruh baju Dara yang nampak tersusun rapi di dalam lemarinya. Namun, Mitha adalah orang yang memiliki sifat tidak enakan, membuatnya tidak kuasa memilih baju mana yang ingin ia pakai saat itu.


“Bajumu banyak banget Dara, kakak bingung kalau harus milih sendiri. Eemm, bisa gak kamu aja yang milihin buat kakak? Pinjemin kakak baju rumahan yang biasa aja, karena abis ini kakak mau langsung pulang kok.”


“Hah?! Kakak mau langsung pulang??” Tanya Dara sembari mengernyitkan dahi.


“Iya, ini udah sore banget, bahkan udah hampir gelap, jadi kakak memang harus langsung pulang.”


“Eemm kak, tapi rambut dan wajah kakak nampaknya udah terlanjur basah banget tuh, kenapa gak sekalian mandi disini aja? Jadi, nanti pulang ke rumah, kakak bisa langsung istirahat deh."


“Ta,, tapi Dara..”


“Ah udahlah kak, gak papa, mandi aja di kamar mandiku, semuanya lengkap kok. Selagi kakak mandi, aku bakal milihin baju yang pas untuk kakak. Gimana, ok?” Pujuk Dara lagi.


Mitha pun akhirnya tak berkutik untuk menolak pujukan Dara yang berniat baik padanya. Ia pun akhirnya setuju dan langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar Dara. Saat itu Dara pun tersenyum, lalu kembali menuju lemarinya untuk memilihkan pakaian yang menurutnya cocok untuk Mitha.


Guyuran air hangat dari shower yang menghujami tubuh Mitha, seolah begitu menenangkan tubuhnya yang sebelumnya terasa sedikit kaku. Mitha terpejam, membiarkan tetesan air itu menyentuh permukaan kulitnya yang mulus. Tak terasa, 10 menit sudah berlalu begitu saja, Mitha akhirnya keluar dengan memakai selembar handuk berwarna Peach yang ia lilitkan di dadanya, di tambah pula dengan sebuah handuk kecil yang juga melingkar di atas kepalanya.


“Gimana rasanya pas udah mandi? Langsung segar kan?” Tanya Dara yang kembali melebarkan senyumannya.


Mitha pun ikut tersenyum dan mengangguk.


“Ini kak, aku udah pilihin baju yang menurutku cocok untuk kakak.” Ucap Dara sembari menunjuk ke arah dress yang sudah ia letakkan di atas tempat tidurnya.


Dress itu berwarna dasar putih, memiliki panjang di bawah lutut, dengan motif bunga-bunga kecil berwarna merah yang menyebar di seluruh bidangnya. Memiliki kerah berbentuk V, berlengan pendek, dan bagian pinggang yang cukup ngepress.


“Daraaa, tapi apa ini gak berlebihan ya?” Tanya Mitha sembari memandangi dress itu.


“Memangnya kenapa? Kakak gak suka sama pilihanku ya?”


“Oh bu,, bukan gitu maksud kakak, tapi ini jauh dari kata biasa aja, ini bener-bener gak keliatan kayak baju rumahan kayak yang kakak maksud.”

__ADS_1


“Oh god kak Mitha ku sayanggg, ini beneran enggak mewah loh, justru baju yang kayak gini loh yang enak di pakai untuk tidur, karena bahannya dingin.” Jelas Dara dengan santai.


Tak ingin berdebat lebih panjang lagi, akhirnya lagi-lagi Mitha memilih untuk mengalah dan langsung meraih dress itu untuk langsung ia kenakan. Beberapa saat berlalu, kini Mitha nampak berdiri di depan cermin dengan sudah memakai dressnya, dress itu memang biasa saja, sama sekali tidak mewah, tapi entah kenapa saat Mitha yang memakainya, ia jadi nampak begitu memukau.



“Wahh, padahal ini dress yang sering ku pakai hari-hari kalau di rumah loh kak, tapi kenapa pas kakak yang pake jadi keliatan lebih bagus ya?” Tanya Dara yang terus memandangi Mitha dengan kagum.


“Haiss kamu ni, terlalu lebay deh mujinya.” Mitha pun tersipu malu.


“Dihh, aku serius kak!"


“Eeemm iya iya deh, oh ya by the way, makasih ya udah minjemin kakak baju. Kakak janji bakal langsung balikin baju ini kalau udah di cuci.”


“Ah gak perlu! Kayaknya kakak lebih cocok make baju itu.”


“Maksudnya?” Mitha pun mulai mengerutkan dahi.


“Ambil aja kak, anggap aja itu cendera mata dari aku, karena kakak udah mampir ke kamarku hari ini hehehe dan satu lagi, kakak gak boleh nolak loh ya, ok?"


"Kenapa harus gak yakin coba??!"


“Eeemm iya deh, makasih banyak ya Dara, kamu baik banget.” Mitha pun kembali melebarkan senyumannya.


“Itu memang benerr hahaha! aku memang baik orangnya, baru tau ya??" Dara pun terkekeh.


Mendengar hal itu membuat Mitha akhirnya juga ikut terkekeh.


“Oh iya kak, aku tiba-tiba jadi penasaran, memangnya kakak kenapa sih tadi sore? Kenapa baju kakak bisa basah karena Lucas? Memangnya kakak diapain sama dia?”


“Eeemm enggak kok, gak ada. Cuma ada salah paham dikit aja hehehe.” Jawab Mitha yang sangat terlihat jelas jika ia tidak ingin membahas tentang Lucas lebih panjang lagi.


“Heemm dasar dia tu!! dia itu memang kadang usil kak orangnya, dulu aku juga sering jadi korban keusilannya hehehe. Tapi kakak jangan ambil hati ya, walaupun dia kayak gitu, tapi dia itu cowok yang baik kok kak, bener-bener care orangnya.” Jelas Dara yang saat itu masih menampilkan senyumannya yang begitu khas.


“Hih, apanya yang baik, jelas-jelas dia itu cowok yang paling menyebalkan yang pernah ku kenal!!” Gerutu Mitha dalam hatinya.

__ADS_1


“Oh hehe iya, lagi pula aku juga udah lupain kejadian tadi kok." Jawab Mitha yang akhirnya menampilkan senyum keterpaksaannya di hadapan Dara.


Karena baginya, Lucas tetaplah makhluk tuhan paling menyebalkan di muka bumi ini.


Mitha tak sengaja melirik ke arah jam dinding yang tergantung di salah satu sisi tembok kamar Dara, dan ia pun langsung panik saat menyadari jika kini jam sudah menunjukkan pukul 18:55 malam.


“Astaga, udah semakin gelap nih, kakak harus pulang sekarang!” Mitha pun bergegas meraih tasnya.


“Eemm ya udah, ayo ku antar sampai bawah.”


Mitha pun mengangguk dan langsung melangkah keluar dari kamar Dara, dengan cepat ia menuruni anak tangga, dan kebetulan saat itu Nonna juga terlihat baru saja ingin naik ke lantai atas, namun hal itu segera ia urungkan saat melihat Mitha dan Dara yang juga ingin turun.


“Baru aja tante mau nyusul ke atas hehehe.” Celetuk Nonna dengan senyuman lebarnya.


Mitha dan Dara akhirnya tiba di lantai dasar, sama halnya dengan Dara, Nonna pun ikut merasa kagum pada penampilan sederhana Mitha pada malam itu, namun tetap terlihat begitu menawan.


“Wah Mithaa, cantik banget kamu pake baju itu, bener-bener cocok sama kamu.” Celetuk Nonna memuji Mitha.


“Nah kan kak, apa ku bilang, terbukti bukan cuma aku yang ngomong gitu kan?” Tambah Dara.


“Makasih banyak tante hehehe.” Mitha hanya bisa tersenyum tipis.


Tak lama, Ronald pun muncul dengan sudah membawa beberapa map yang sudah ia tanda tangani.


“Ini Tha, udah om tanda tangani semuanya.” Ucap Ronald sembari menyerahkan map-map itu kembali pada Mitha.


“Oh iya om, makasih banyak ya om udah bersedia di ganggu waktu istirahatnya, maaf sekali lagi ya om, Mitha udah ngerepotin.”


“Ah gak apa-apa Tha, om santai aja kok hehehe.” Ronald pun tersenyum.


“Ma, makan malam udah siap? Ayo kita makan ma, papa udah laper.” Ajak Ronald kemudian.


“Oh, kalau gitu Mitha permisi pulang dulu tante, om.” Mitha pun bergegas ingin berpamitan pada Nonna dan Ronald.


Namun Nonna dengan cepat menahannya, ia tidak mengizinkan Mitha pulang sebelum ia ikut makan malam bersama dengan mereka.

__ADS_1


...Bersambung…...


__ADS_2