Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Makan siang bersama


__ADS_3

Beberapa office boy telah dikerahkan untuk mengeluarkan barang-barang kuno yang ada di dalam ruangan Lucas. Saat itu Mitha sendiri yang menjadi koordinator bagi mereka dalam melaksanakan tugas dadakan itu.


"Apa rak yang ini juga harus dikeluarin mbak Mitha?" Tanya salah satu office boy sembari menunjuk ke sebuah rak yang ada di sisi meja kerja Lucas.


Rak yang terbuat dari kayu jati, memiliki banyak ukiran serta pahatan di tiap sisinya, sudah nampak usang memang, namun sebenarnya masih sangat kokoh.


"Hmm kayaknya iya deh, bos kita yang sekarang punya selera yang jauh beda dengan pak Ronald. Jadi tolong dikeluarin juga ya dan masukin semuanya ke gudang kantor."


"Ok mbak."


Hanya dalam waktu satu jam, ruangan itu telah nampak begitu lengang, hanya menyisakan meja serta kursi kerja saja yang masih tersisa.


Hari itu Mitha benar-benar sangat disibukkan dengan tugas dadakannya, mulai dari sibuk memesan beberapa prabot melalui online, dan menata ruangan itu sedemikian rupa sesuai seleranya.


Tak lama Lucas pun terlihat kembali masuk ke dalam ruangannya yang belum sepenuhnya tertata.


"Apa ruangan ini bakal gini aja?" Tanyanya sembari memandangi seisi ruangan kerjanya yang nampaknya masih begitu kosong.


"Belum pak, ada beberapa prabot seperti rak kabinet, sofa, dan lainnya yang masih on the way menuju kemari."


"Hmm kamu pesen online?"


"Benar pak!"


"Hmm ok. Tapi yang jelas, saya gak mau ada kesalahan."


"Iya pak." Jawab datar.


Tak terasa jam makan siang pun tiba, dan Mitha akhirnya telah selesai mengeset serta menata ruangan Lucas bersama beberapa orang dari toko meubel yang ia pesan secara online.


"Hmm not bad. Seenggaknya ruangan ini udah jauh lebih baik dari sebelumnya," Ungkap Lucas yang akhirnya tersenyum puas saat memandangi ruangannya yang kini telah berubah menjadi lebih estetik sesuai keinginannya,


Saat itu Mitha akhirnya bisa bernafas lega, karena tugasnya dalam hal itu telah selesai.


"Tapi,,,," Namun tiba-tiba saja Lucas nampak mulai mengernyitkan dahinya.


"Tapi apa lagi pak?"

__ADS_1


"Masih ada beberapa ornamen yang kurang, ruangan ini masih kurang dengan pajangan, hiasan, dan juga aku seseorang yang suka tanaman hijau, setidaknya kamu bisa mengisi ruangan ini dengan beberapa tanaman."


"Ta,, tapi ini udah jam makan siang! Bapak gak bisa bikin saya kerja rodi gini dong!" Jawab Mitha yang merasa jika kesabarannya saat itu mulai terkikis.


"Gak ada yang menyuruhmu untuk kerja rodi, saya juga sangat paham kalau kamu perlu makan untuk mengisi tenaga." Lucas pun akhirnya mulai bangkit dari duduknya.


"Baik pak, terima kasih atas pengertiannya. Kalau gitu saya permisi dulu." Mitha pun bergegas ingin keluar dari ruangan itu.


"Eh, mau kemana?" Namun Lucas kembali menghentikan langkahnya.


"Mau makan siang."


"Hari ini kamu harus makan siang dengan saya!" Tegas Lucas.


"What??!!" Kedua mata Mitha pun sontak terbelalak.


"Kenapa?" Tanya Lucas yang dengan tenang mulai memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.


"Maaf pak, tapi itu melenceng dari aturan. Gak ada sejarahnya makan siang juga di atur oleh atasan!! Saya bakal makan siang dengan Vina, permisi!" Mitha pun bersiap ingin kembali pergi.


Namun bukan Lucas namanya bila ia tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Dengan cepat Lucas menarik tangan Mitha, lalu menarik tubuh mungil itu hingga mendekat ke arahnya. Mitha terkejut, kedua matanya membulat sempurna saat tak sengaja bertatapan dengan lelaki yang tengah menatapnya dengan lekat.


"Owh, ba,, baik." Jawab Mitha yang akhirnya menunduk.


Ini pertama kalinya, pertama kalinya Mitha merasa sedikit gugup saat bertatapan mata dengan Lucas, apalagi dengan jarak yang cukup dekat.


"Apa masih ada pertanyaan? Atau masih mau membantah?"


"Enggak!" Jawab Mitha yang terus menundukkan pandangannya.


"Good!" Lucas pun tersenyum tipis, lalu perlahan kembali melepaskan tangan Mitha dari cengkramannya.


"Kalau gitu saya ambil tas dulu." Ucap Mitha yang kemudian langsung melangkah cepat keluar dari ruangan Lucas.


Lucas pun jadi terdiam sejenak memandangi kepergian Mitha yang terkesan aneh.


"Hmm, tumben nurut." Celetuk Lucas yang mulai mendengus pelan yang akhirnya kembali tersenyum.

__ADS_1


Tak lama ponsel lucas berbunyi, menandakan ada sebuah pesan baru masuk. Lucas pun meraih ponsel dari saku jasnya, dan mendapati Mitha yang mengiriminya pesan.


"Saya turun duluan, saya tunggu di lobby." Isi pesan Mitha.


Lagi-lagi Lucas kembali memancarkan senyuman tipisnya. Seolah tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Lucas pun bergegas keluar dari ruangannya untuk menyusul Rhea.



Lucas terus berjalan dengan tenang saat keluar dari lift, saat itu Mitha nampak telah menunggunya di sebuah sofa yang ada di ruang tunggu lobby.


Saat itu Lucas hanya melirik singkat ke arah Mitha yang kala itu juga tengah memandangi kehadirannya. Tanpa berkata apapun lagi, ia pun terus saja melangkah untuk keluar dari lobby utama menuju mobilnya.


"Dihh bener-bener nyebelin banget tuh orang!!" Ketus Mitha yang akhirnya kembali bangkit dari duduknya dan mulai melangkah untuk menyusul Lucas.


Mobil jeef Rubicon itu mulai bergerak keluar dari area gedung, terus melesat cepat menuju sebuah mall yang berjarak tidak terlalu jauh dari area perkantoran itu.


Hanya memerlukan waktu 15 menit saja, kini mobil Lucas telah kembali terparkir sempurna di basement mall.


"Kita makan siang di mall ini?" Tanya Mitha seolah tidak yakin,


"Iya. Di mall ini ada toko furniture yang paling lengkap, jadi sesudah makan aku mau langsung kesana." Jelas Lucas singkat sembari mulai membuka sabuk pengaman miliknya,


Mitha pun akhirnya diam dan memilih untuk patuh tanpa banyak tanya lagi, perlahan ia pun ikut turun dari mobil, mengikuti langkah Lucas yang telah lebih dulu melangkah di depannya.


"Kamu pilih aja mau makan di resto yang mana. Mau restoran jepang, cina, korea, eropa, itali, bahkan nusantara juga terserah aja." ucap Lucas.


"Bapak aja yang nentuin, saya lagi males mikir, terserah mau makan apa aja." Jawab Mitha yang seolah begitu tak bersemangat.


"Yakin??"


"Iya yakin. Lagian, sekarang bapak bosnya!" Jawab Mitha datar.


"Ok! Jangan nyesel ya!!!" Lucas pun kembali melajukan langkahnya.


Lucas pun membawa Mitha masuk ke dalam sebuah restoran yang terletak di lantai 3 mall itu. Resto yang dipilihnya saat itu adalah bertema nusantara, hingga makanan yang disajikaan disana pun juga bertema nusantara.


Tidak ada pizza, hamburger, spageti, ataupun yang lainnya.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2