Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Sepakat


__ADS_3

Lucas kembali mendengus pelan, ia terus tersenyum lirih sembari menggelengkan kepalanya.


"Ok, gini aja," Nonna kembali menegakkan tubuhnya dengan tatapan yang nampak semakin serius.


"Apalagi maaa??" Namun Lucas, tetap saja nampak tak bersemangat,


"Mama bakal aturkan supaya kalian bisa ketemuan di suatu tempat. Nah sesudah kalian bertemu, kenalan, terus ngobrol, kalau kamu tetap gak srek sama perempuan itu, hmm ok, mama gak bakal maksa kamu lagi." Ungkap Nonna.


Mendengar hal itu, membuat Lucas akhirnya mulai membalas tatapan mamanya dengan cukup serius.


"Are you sure?" Tanyanya pelan.


"Ya, of course! Tapi kalau sudah ketemu, and then ternyata kamu suka sama orangnya, gimana??" Nonna kembali tersenyum menatap Lucas.


"Mau ya mama jodohin sama dia?" Tambah Nonna lagi.


Lucas pun terdiam sejenak sembari terus berpikir.


"Hmm kayaknya gak ada salahnya juga dicoba, ya anggap aja ini sebagai pengalihan dari cewek bar-bar itu! Kalau ternyata nanti aku tetap gak suka, ya gak bakal aku lanjutin, kalau sukak, ya mungkin bisa di coba untuk PDKT." Gumam Lucas dalam hati sembari akhirnya mulai tersenyum tipis.


"Hmm ok, ok! Mama boleh aturin waktu untuk aku supaya bisa ketemu sama perempuan itu, tapiiii,, ingat! Pilihan akhir tetap aku yang nentuin, gak ada paksaan, ok?!"


"Deal!!" Nonna pun akhirnya semakin mengembangkan senyumannya sembari menjulurkan tangannya ke arah Lucas.


Lucas pun lagi-lagi mendengus pelan saat memandangi tangan Nonna yang berada di hadapannya, dengan senyuman lesu, akhirnya ia pun membalas jabatan tangan itu.


"Ok." Ucapnya pelan.


"Thank you darling." Ucap Nonna yang merasa begitu puas dan senang sembari mengusap-usap lembut pundak Lucas.


"Memangnya siapa sih?" Tiba-tiba saja Lucas nampak sedikit penasaran.


"Memangnya ada ya jaman sekarang perempuan yang mau di jodohin? Hmm jangan-jangan mukanya...." Lucas perlahan mulai memicingkan mata ke arah Nonna seakan penuh curiga.


"Haaaiss no!! Kamu tau mama kan, tau selera mama kan??!"


"Hmm ok, kalau gitu seenggaknya let me see her picture, please!" Lucas pun menjulurkan tangannya seolah ingin meminjam ponsel Nonna.


"No!!" Tolak Nonna sembari kembali tersenyum.


"Loh, kok no sih? Aku kan mau tau juga orang yang mau di jodohin sama aku itu gimana, cantik apa enggak, rapi apa enggak, just it."


"Haiissh udahlah, kamu percaya aja sama mama. Pokoknya pilihan mama iniudah pasti the best, nanti juga kamu bakal ketemu dan buktiin sendiri kalau pilihan mama itu memang gak pernah mengecewakan. Ok?"


"Hmm ok, fine!"


"Good guy." Nonna pun akhirnya tersenyum puas.

__ADS_1


Merasa sangat puas oleh perbincangan dengan putra sulungnya, Nonna pun akhirnya memilih pamit undur diri dari kamar berbau mint itu.


"Bye, good night."


"Night maa." Jawab Lucas yang memilih untuk kembali membuka laptopnya.


Nonna terus melangkah menuju kamarnya dengan perasaan yang sangat senang. Ia pun terus tersenyum saat kembali ke kamarnya hingga membuat Ronald yang melihat ekspresi aneh itu turut bertanya.


"Kenapa ma? Kok begitu masuk langsung senyum-senyum gitu?" Tanya Ronald sembari memicingkan dahi.


"Pa, mama punya kabar baik." Ucap Nonna yang langsung duduk di tepi ranjang dan berhadapan dengan Ronald yang kala itu sedang duduk bersandar di kepala tempat tidur.


"Apa ma?" Ronald yang nampak penasaran pun seketika langsung meletakkan ponsel yang sejak tadi dipegangnya ke atas nakas yang berada di sampingnya.


"Pa Lucas pa, dia setuju untuk di jodohkan." Ungkap Nonna yang kembali memancarkan senyuman yang begitu merekah.


"Hah?! Serius ma??" Tanya Ronald yang nampak terkejut dan sedikit tak percaya.


"Maksud mama, Lucas sudah setuju mau di jodohin sama Mitha??!" Tanya Ronald lagi untuk lebih memastikan.


"Eh bukan pa bukan hehehe. Maksud mama, mama udah ngomong sama Lucas mau ngaturin waktu untuk Lucas ketemu sama perempuan yang bakal mau kita jodohin sama dia, dan sesudah kami sedikit berdebat akhirnya Lucas mau pa, dia setuju untuk ketemu sama calon jodohnya." Jelas Nonna secara singkat,


"Oh ya?"


"Iya pa. Hmm yaaa, walaupun dia belum tau kalau perempuan yang akan kita jodohkan sama dia itu adalah Mitha, pa."


Nonna pun menggeleng pelan.


"Hmm, terus Mithanya gimana? Memangnya dia juga udah setuju?"


"Hmm soal itu mama juga udah obrolin sama Mely, dan papa tau apa?? Mely juga ternyata setuju banget pa kalau Mitha mau di jodohin sama Lucas." Jelas Nonna lagi yang terus mengukir senyumannya.


"Mama yakin?"


"Yakin pa. Mama dan Mely udah bicarain ini semua dan untuk urusan Mitha, Mely yang bakal ngatur supaya Mitha juga mau ketemuan sama seseorang yang bakal mau di jodohin sama dia, dan dia juga gak bakal tau kalau orang itu adalah Lucas sebelum mereka benar-benar ketemu."


"Hmm menarik, menarik." Ronald pun akhirnya tersenyum dan mulai mengangguk-anggukan pelan kepalanya.


"Besok mama bakal nelpon Mely untuk diskusi lagi tentang rencana pertemuan mereka berdua."


"Ok ma, masalah ini, papa serahin sama mama, ok?"


"Beres paaa."


"Hmm semoga aja Lucas setuju ya ma."


"Udah pasti dia bakal setuju, pa!"

__ADS_1


"Kok mama bisa seyakin itu? Jujur aja, papa sedikit ragu ma."


"Kenapa pa?" Dahi Nonna pun sontak mengkerut.


"Lucas dan Mitha itu, tiap ketemu di kantor bawaannya ribut mulu ma. Kalau di liat-liat, mereka itu persis kayak Tom & Jerry ma. Yang papa raguin disini bukan Lucas, tapi Mitha ma. Papa takut kalau Mitha yang bakal menolak keras perjodohan ini kalau tau Lucas yang bakal dijodohin sama dia." Ungkap Ronald lagi.


"Aahh papa jangan ngomong gitu dong, mama jadi ikut cemas nih."


"Papa bicara sesuai fakta aja ma."


"Hmm tapi gak ada salahnya kita coba dulu kan pa?"


"Ya, tentu aja gak ada salahnya. Kita memang harus nyoba dulu untuk tau gimana hasilnya hehehe."


"Hmm ok pa, semoga aja niat baik kita ini di mudahkan."


"Aamiin ma." Ronald pun kembali tersenyum pada istrinya.


Pagi hari yang cerah...


Hari ini tanggal merah, membuat Mitha tentu saja tidak bekerja karena kantor memang selalu tutup saat hari libur. Suasana di meja makan pagi itu terasa begitu hangat dan damai bagi keluarga Mitha, dan biasanya juga memang selalu seperti itu.


"Pa, papa jadi mau main golf hari ini?" Tanya Mely dengan santai sembari terus melahap sarapan miliknya.


"Jadi ma, jam 10 nanti papa pergi. Gak papa kan ma?"


"Gak papa dong pa,"


"Asyikk." Hendra pun tersenyum puas dan semakin semangat mengunyah makanannya.


"Kalau kamu Tha, mau kemana hari ini?" Tanya Mely yang mulai melirik ke arah Mitha yang kala itu terlihat begitu fokus pada sarapan miliknya.


"Hmm kayaknya mau ke mall bund, ada beberapa barang yang mau dibeli." Jawab Mitha santai sembari tersenyum tipis.


"Hmm kalau besok?" Tanya Mely lagi.


"Besok ya kerja dong bund."


"Hmm iya, tapi kan besok Sabtu, cuma setengah hari kan ya? Maksud bunda itu siangnya."


"Hmm kayaknya gak ada kemana-mana deh bund. Kenapa memangnya?"


"Hmm gak ada, bunda cuma pengen nanya aja." Jawab Mely yang akhirnya bisa sedikit tersenyum senang karena ia akhirnya menemukan moment yang pas.


"Oh, ok." Mitha pun hanya tersenyum singkat dan memilih untuk melanjutkan sarapannya dengan tenang.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2