Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Ricuh


__ADS_3

Lagi-lagi Duddy pun tersenyum.


"Bukannya aku takut, tapi kurasa kita gak perlu ribut cuma gara-gara seorang perempuan kayak Cindy!" Ucapnya.


Mendengar hal itu, membuat Cindy seketika langsung menatap Duddy dengan raut wajah penuh kesedihan.


"Sayangg,, maksud kamu apa ngomong kegitu?" Tanya Cindy lirih.


"Kurasa udah cukup jelas semuanya Cindy. Aku gak mau berantem sama selingkuhanmu ini cuma untuk memperebutkan kamu, perempuan yang udah jelas mengkhianatiki!" Tegas Duddy lagi.


Mendengar hal itu, Mitha yang sejak tadi masih berdiri di belakang Duddy, sontak tersenyum bangga.


"Good job Duddy, perempuan kegitu emang gak pantes direbutin, iyuhhh!!!" Celetuk Mitha pelan yang terlihat begitu puas dengan ucapan sang adik semata wayang.


"Dan kau!!" Kali ini Duddy kembali menatap lelaki selingkuhan pacarnya.


"Kurasa kau yang lebih berhak dapetin perempuan ini!!" Ucap Duddy yang terlihat tersenyum begitu tenang.


"Oh ya jelas dong hahaha." Ucap lelaki itu sembari tertawa penuh kepuasan bersama beberapa temannya yang lain.


"Iya, karena kalian bener-bener cocok!! Perempuan murahan, emang lebih cocok sama laki-laki yang murahan jugak!!" Tambah Duddy tanpa rasa takut,


"Heh!! Kau bilang apa??!!" Bentak lelaki itu dengan suara yang begitu meninggi.


Membuat seluruh orang yang ada di sekeliling mereka sontak terkejut dan mulai memandangi mereka dengan tatapan aneh serta bingung.


"Ada apa itu?" Tanya Bayu pada Aryo.


"Gak tau juga, apa mungkin ribut karena cewek?" Aryo justru berbalik tanya pada Bayu.


Tak lama Lucas pun nampak kembali dari toilet dengan raut wajah yang sedikit masam.


"Kau bilang aku dan pacarku murahan??!!!" Pekik lelaki itu yang langsung meraih botol kaca dari minuman yang sudah kosong, seolah ingin memukulkan botol itu pada Duddy.


Lucas pun ikut terkejut mendengar keributan yang tak jauh dari mejanya itu.


"Ada apa sih?"


"Gak tau tu ribut-ribut dari tadi." Jawab Bayu yang belum menyadari jika di antara keributan itu ada Mitha.

__ADS_1


"Hmm, palingan juga karena mabuk cocktail!" Celetuk Lucas yang memilih acuh dan kembali duduk tenang di kursinya.


Namun Mitha yang melihat lelaki itu ingin menyerang adiknya, tentu membuatnya tidak tinggal diam. Menyadari jika adik semata wayangnya dalam keadaan terancam, membuat keberanian Mitha muncul bahkan menjadi bertambah seolah jadi 10 kali lipat dari biasanya.


"Stop!!!" Bentak Mitha yang langsung berdiri di depan Duddy dengan nada suara yang tak kalah meninggi.


"Heh!! Kau pikir kau ini siapa ha?! Udah merasa jagoan?!" Ketus Mitha sembari dengan lantang mulai mengecakkan kedua tangannya di pinggang.


"Kak, minggir! Ini bahaya kak, aku gak mau dia mukul kakak!" Bisik Duddy pelan.


"Enggak!!" Tegas Mitha.


Lucas yang mendengar suara yang terdengar begitu tak asing baginya, sontak kembali menoleh ke arah meja mereka. Dan ya, betapa terkejutnya dia saat mendapati Mitha yang sudah berdiri dengan begitu lantang yang saat itu terlihat seolah sedang menantangi salah seorang lelaki.


"Mitha??!!" Ujar Lucas dengan kedua mata yang membulat sembari langsung bangkit dari duduknya.


"Hah?!! Mitha? Mana Mitha?" Tanya Bayu yang langsung ikut bangkit dari duduknya.


"Hahaha, siapa lagi perempuan ini?? Heh, mending kamu minggir deh!! Jangan sampe pipi mulusmu itu jadi cacat karena terkena serpihan dari botol kaca ini!!" Ketus lelaki itu yang sudah terlanjur dibuat emosi.


Sementara Cindy yang melihat Mitha, juga ikut dibuat membulatkan matanya dengan dahi yang begitu mengkerut. Dia belum mengenal sosok Mitha sebelumnya, tapi sudah beberapa kali mendengar tentangnya dari Duddy.


"Kak, kak Mitha??? Ka,, kakak ju,, juga disini??" Ucap Cindy tercengang.


"Wahhh, sombong sekali perempuan ini??? Kayaknya kau benar-benar perlu dikasi pelajaran ya."


Cindy yang tak senang dengan perkataan itu, sontak langsung berlari ke arah Duddy dan langsung menarik tangannya begitu saja.


"Duddy kita harus bicara!" Tegas Cindy.


"Gak perlu!" Tolak Duddy yang tetap ingin berada di sisi Mitha.


"Aku gak mau tau, pokoknya kita harus bicara sekarang juga!!" Tegas Cindy yang terus menarik paksa tangan Duddy.


"Gak papa Duddy, kamu selesain apa yang perlu diselesain sama perempuan itu. Kakak tetep disini, mereka gak bakal berani ngapa-ngapain kakak, karena disini banyak orang!" Ucap Mitha pelan.


"Kakak yakin?"


"Hmm." Jawab Mitha mengangguk singkat.

__ADS_1


Duddy pun akhirnya setuju untuk bicara dengan cindy di luar cafe, sementara lelaki itu, ia nampaknya sangat tidak senang melihat perlakuan Cindy yang seolah masih saja mengharapkan Duddy dari pada dirinya.


"Heh laki-laki kurang aja, mau kemana kau??!!" Teriak lelaki itu yang ingin berlari mengejar Duddy dan Cindy.


Namun lagi-lagi Mitha menghadangnya dengan begitu berani.


"Ku bilang minggir!!!" Bentak lelaki itu.


"Gak akan!!" Tegas Mitha tanpa takut.


Lucas yang melihat hal itu tentu tidak tinggal diam, tanpa berpikir apapun lagi, ia pun langsung melangkah cepat untuk menghampiri mereka.


"Oh, rupanya kau bener-bener minta di hajar ya?!" Lelaki itu pun mulai mengangkat tangannya yang saat itu sedang memegang botol.


Seolah ingin memukulkan botol itu ke arah kepala Mitha, hal itu pun sontak membuat Mitha terkejut dan refleks menutupi kepalanya dengan kedua tangannya.


Dan dengan cepat, Lucas yang sudah berada tak jauh dari mereka, langsung menangkis tangan lelaki itu.


"Stop!!" Tegas Lucas dengan suara yang terdengar gahar.


Mitha yang mendengar hal itu, sontak menoleh ke arahnya dan seketika tercengang melihat Lucas yang saat itu sudah berdiri di sisinya.


"Berani-beraninya kau mukul cewek!!" Ketus Lucas yang semakin menajamkan tatapannya pada lelaki itu.


"Heh! Siapa lagi kau ha??!" Tanya lelaki itu yang kembali melotot.


"Siapa aku itu gak penting!! Yang terpenting sekarang, jangan pernah kau berani memukulnya!!!" Tegas Lucas yang langsung meninju kuat pipi lelaki yang sudah setengah mabuk itu hingga ia tersungkur ke lantai.


Mitha kembali terkejut saat melihat Lucas memukul lelaki itu hingga membuatnya tersungkur. Begitu pula dengan beberapa orang teman lelaki itu yang juga terkejut dan seolah bersiap ingin membalas Lucas.


"Apa?!! Kalian juga mau menantangku??" Tanya Lucas yang juga seolah bersiap memasang badan.


Mitha pun nampak cemas, ia takut jika mereka benar-benar mengeroyok Lucas yang sudah mau membelanya.


"Lucas, hati-hati." Bisik Mitha pelan.


Dan benar saja, empat orang lelaki nampak berlari menuju Lucas untuk mulai menyerangnya. Lucas dengan cepat meraih sebuah botol di meja mereka dan melemparkannya ke salah satu kepala mereka. Lalu dengan cepat meninju pipi salah satunya, serta kakinya juga menendang orang yang satunya lagi.


Tapi naasnya, satu orang lagi yang selamat dari serangan Lucas, sontak meninju pipinya dengan sangat kuat hingga membuat ujung bibir Lucas mulai berdarah.

__ADS_1


Mitha yang melihat hal itu sontak menjerit histeris, Bayu dan Aryo pun bergegas menyusul dan membantu Lucas untuk melawan ke empat lelaki itu.


...Bersambung......


__ADS_2