Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Dijemput


__ADS_3

Kedua mata Mitha sontak terbelalak saat melihat mobil yang begitu familiar baginya.


“Hah?! It,, itu kan mobil…” Gumam Mitha dalam hati dengan jantungnya yang mulai berdegub cepat.


“Itu siapa? Apa itu taksi online yang kamu pesen ya Tha?” Tanya Mely yang terus memandangi mobil itu.


“Hah??! Ta,, taksi online?? Bu,, buk….”


“Eh tapi taksi online kok mobilnya mewah banget? Masa iya sih pemilik Rubicon jadi taksi online? Itukan mahal banget harganya” Tanya Mely lagi yang kala itu langsung memotong ucapan Mitha.


Belum sempat Mitha menjawabnya kali ini, tiba-tiba saja dari dalam mobil keluar lah seorang pemuda tampan, tinggi, berkulit terang, berpakaian rapi, memakai kaos polos berwarna putih, dibalut dengan jaket berwarna hijau army dengan resleting yang dibiarkan terbuka, benar-benar membuatnya terlihat sangat cool, siapa lagi kalau bukan Lucas Armando.


Lucas dengan tenang mulai melangkah menghampiri Mitha dan Mely yang saat itu nampaknya masih begitu tercengang memandangi kehadirannya pagi itu.


“Morning.” Sapanya sembari tersenyum ramah.


“Lucas??! Tante gak salah liat kan? Beneran Lucas kan??!” Tanya Mely dengan wajahnya yang mendadak jadi begitu berbinar.


“Hehehe iya bener tante, bukannya kita udah ketemu di acara syukuran kemarin, masa lupa.” Jawab Lucas yang semakin melebarkan senyumannya dan mencoba untuk tetap menjadi lelaki ramah.


“Aaaaa iya kann, tante tu bukannya lupa, tapi cuma ragu hehehe.”


“Hehehe, Apa kabar tante?” Tanya Lucas yang mencoba berbasa-basi demi terlihat baik di hadapan Mely.


“Aah baik, tante baik. Kamu gimana? Baik juga kan?” Jawab Mely dengan sangat semangat.


“Oh hehe seperti yang tante lihat sekarang ini, I'm good.” Lucas terus menampilkan senyumannya yang menawan, sembari melirik sejenak ke arah Mitha yang kala itu masih terdiam memandanginya dengan tatapan sengit.


“Laki-laki ini, mau apa sih pagi-pagi buta udah kesini, bener-bener gak tau aturan!! apalagi coba maunya?” Gerutu Mitha dari dalam hati.


“Hmm, pagi-pagi buta udah dateng kesini, ada apa ya? Kurang kerjaan ya bertamu ke rumah orang sepagi ini??!” Ketus Mitha tanpa rasa segan.


Mely yang mendengar ucapan Mitha pada Lucas yang terdengar kasar dan tidak sopan, sontak terkejut dan langsung menegurnya.


“Astaga Mitha! Apa-apaan sih kamu? Kenapa ngomongnya ketus gitu sama Lucas?? Ayo cepet minta maaf!” Tegas Mely.


“Tapi bundddd, di,, dia itu...” Mitha pun mulai ingin merengek.


"Apapun alasannya, tetep kamu salah kalau ngomong gitu sama tamu! Ayo minta maaf."


"Bundddd." Mitha kembali merengek seolah benar-benar tidak ingin minta maaf.

__ADS_1


“Bund?? Apa bund yang dia maksud adalah bunda?” Tanya Lucas menyelidik.


“Iya hehehe, Mitha itu manggil tante dengan sebutan bunda. Oh ya, Lucas tau kan Mitha ini anak tante?”


“Oh iya, tau tante.” Jawab Lucas dengan tersenyum tenang meski padahal ia pun akhirnya baru tau kalau Mitha memanglah anak orang yang cukup terpandang.


“Mitha, kenapa kamu masih diem aja? Ayo cepet minta maaf sama Lucas, bunda gak pernah loh ya ngajarin kamu ketus sama tamu kayak tadi!!” Tegas Mely lagi yang masih merasa tidak enak hati atas perkataan Mitha yang cukup kasar.


"Hmm, sekarang keadaannya udah berbalik, rasain kamu!!" Gumam Lucas dalam hati sembari terus berusaha menahan tawanya saat menatap Mitha.


“Oh gak apa-apa kok tante, mungkin Mitha lagi PMS kali hehehe.”


Melihat kelakuan Lucas yang berlagak sok manis di hadapan ibunya, turut kembali memancing rasa kesal gadis berusia 23 tahun itu.


“Udahlah gak usah sok baik, To the point aja!! ada perlu apa ya kemari?” Tanya Mitha datar sembari mulai melipat kedua tangannya di dada.


"Mithaaaa!!" Mely pun semakin melotot.


“Oh itu, eemm aku datang kesini untuk jemput kamu.” Jawab Lucas dengan tenang, tanpa ragu-ragu.


Mitha yang mendengar pengakuan itu, seketika dibuat terkejut bukan kepalang saat mengetahui jika pagi itu Lucas datang untuk menjemputnya.


“What??! Jemput aku??” Mitha pun kembali terbelalak.


“Aaaaa bagus, kebetulan banget, dari tadi Mitha emang gagal terus nyari driver taksi online yang ada di sekitar sini.” Ungkap Mely terang-terangan.


“Oh really?"


“Iya, dia hampir frustasi karena takut banget terlambat hehehe.”


“Bundaaaa,, please jangan berlebihan!” Keluh Mitha merengek seperti anak kecil.


“Heh, kenapa tiba-tiba mau jemput aku? Makhluk apa memangnya yang merasukimu?” Mitha nampaknya masih begitu sensi pada Lucas.


“Gak ada. Aku cuma di tugasin sama papa untuk jemput kamu dan nganterin ke kantor. Papa gak mau kamu telat.” Jelas Lucas lagi.


“Emmm, gitu?? Oh ya ampun, papamu memang bos yang beneran baik dan peduli ya,” Mely pun semakin sumringah.


“Ah ya udah, tunggu apa lagi? Ayo cepet berangkat sekarang!!" Tambah Mely lagi sembari mendorong pelan tubuh putri sulungnya yang mendadak terlihat jadi tak bersemangat.


“Ta,, tapi bunddd,,,”

__ADS_1


“Ssstttt!! Gak ada tapi-tapian, ayo cepet sana berangkat!! Bukannya tadi kamu bilang paling gak mau terlambat??”


Tak ada yang bisa Mitha lakukan lagi saat itu selain patuh pada ibu kandungnya, dengan lesu, ia pun akhirnya mulai melangkah menuju mobil Jeep milik Lucas, bahkan ia berjalan lebih dulu, meninggalkan Lucas yang masih berdiri di hadapan Mely.


“Ok lah kalau gitu tante, permisi dulu ya.”


“Iyaa, hati-hati ya bawa anak gadis tante yang paling cantik hehehe.”


“Bundaaaa!!” Teriak Mitha yang tak senang jika ibunya memujinya seperti itu di hadapan orang lain, terlebih lagi jika orang itu adalah Lucas, si lelaki paling menyebalkan baginya.


“Iya tante, pasti.” Lucas pun akhirnya menyusul langkah Mitha yang telah tiba di dekat mobil miliknya.


Mitha masih berdiri di dekat mobil dengan wajahnya yang sangat masam, Lucas yang terus melangkah dengan tenang menuju mobil, akhirnya mulai menatapnya dan bertanya.


“Kenapa masih berdiri disini? Kenapa gak masuk? Eemm I know, apa kau berharap aku bakal bukain pintu untukmu kayak di drama romantis??” Lucas pun kembali memunculkan senyuman yang ia miringkan.


“Gimana mau masuk kalau pintunya masih kekunci!!” Ketus Mitha tanpa melirik ke arah Lucas sedikit pun.


“Oh karena itu, kenapa gak bilang dari tadi.” Lucas pun mulai tersenyum singkat.


Lalu segera menekan sebuah tombol pada remote yang ia pegang untuk membuka kunci pintu mobilnya, dan langsung masuk ke dalam mobil. Begitu pula dengan Mitha, dengan membawa wajah masamnya, akhirnya ia pun ikut masuk dan bersiap ingin menutup pintu mobilnya dengan kasar. Tapi sayangnya, hal itu cepat-cepat di cegah oleh Lucas yang sudah lebih dulu menyadari hal itu. Ia dengan sebelah tangannya, pun langsung menahan pintu di dekat Mitha, membuat pintu itu tidak dapat menutup dan aksi Mitha pun gagal total.


"Gak bakal ku biarkan kejadian semalam terjadi lagi!" Ucap Lucas dengan memancarkan senyuman sinisnya.


Mitha, lagi-lagi semakin bertambah kesal, namun di saat yang sama ia juga jadi sedikit gugup karena harus berada di jarak yang cukup dekat dengan Lucas. Begitu pula dengan Lucas, gerakan tangannya yang refleks menahan pintu yang ada di dekat Mitha, membuatnya jadi berjarak sangat dekat dengan Mitha yang pagi itu terasa begitu harum. Alhasil, hal itu pun berhasil membuat jantung Lucas berdegub hebat hingga jadi tak beraturan.


"Tunggu apa lagi? Ayo jalan!" Ucap Mitha demi menutupi rasa gugupnya.


Lucas sontak mengembalikan posisi tubuhnya ke semula, tanpa banyak basa-basi ia akhirnya mulai melajukan mobilnya, menembus jalanan yang masih berkabut dan basah akibat embun di pagi hari.


Sepanjang jalan, Mitha lebih banyak terdiam, begitu pula dengan Lucas yang mau tak mau juga ikut diam dengan segala macam pikiran yang berkecamuk di otaknya.


"kenapa kau mau?" Tanya Mitha secara tiba-tiba.


"Mau?? Mau apa?"


"Kenapa mau disuruh menjemputku??"


"Terpaksa! Aku dipaksa harus mau!! Jadi ku harap kau gak GR ya." Jawab Lucas santai.


Mitha pun hanya bisa menggeram untuk kesekian kalinya, entah kenapa selama itu berhubungan dengan Lucas, Mitha tidak pernah merasa tidak kesal dan geram, selalu saja ada kata-kata ataupun perbuatannya yang mengundang emosi Mitha.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2