
2 hari kemudian...
"Cepetan dong jalannya!" Keluh Lucas saat ia dan Mitha tengah berjalan di lobby untuk menuju ke mobilnya.
"Sabar dong! Gak liat apa aku pake heels." Keluh Mitha yang mencoba melangkah cepat untuk menyusul langkah Lucas yang nampak tengah terburu-buru.
Pagi itu, Lucas dengan terpaksa harus pergi ke luar kota selama dua hari untuk meninjau proyek baru mereka. Mitha tidak bisa ikut serta dengannya karena ia pun harus menghandle segala urusan pekerjaan di kantor utama. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 08.45 pagi, sedangkan pesawat yang akan di tumpangi oleh Lucas akan boarding pukul 09.55.
Lucas pun melajukan mobilnya menuju bandara, saat itu Mitha nampak sedikit ketakutan hingga membuatnya harus berpegangan erat pada handle yang ada di atas pintu mobil.
"Pelan dikit dong, please, aku takut!" Ucap Mitha.
"Haiss, mana bisa pelan lagi kalau udah jam segini, kamu mau aku ketinggalan pesawat?"
Mitha pun terdiam dengan wajahnya yang masam.
Setibanya di bandara, Lucas pun turun dengan membawa sebuah koper kecil. Tak lama Mitha pun ikut turun untuk mengantarkan Lucas hingga ke depan pintu keberangkatan.
__ADS_1
"Nih," Lucas pun menyerahkan kunci mobilnya pada Mitha.
Hari itu Lucas sengaja tidak membawa mobil jeef rubiconnya, ia justru memilih membawa mobil sedan agar Mitha bisa mengendarai mobilnya dengan aman saat pulang.
"Ingat ya, bawa mobilnya hati-hati, jangan sampai ada yang lecet! Kamu tau kan itu mobil mahal." Celetuk Lucas yang masih saja terus ingin menunjukkan keangkuhannya yang sengaja ia buat-buat di depan Mitha.
"Hmm iya!! Mobil gini doang, lebay banget!" Jawab Mitha yang lagi-lagi kembali dibuat kesal.
Lucas pun hanya mendengus pelan sembari tersenyum tipis.
Saat itu Mitha hanya mengangguk singkat.
"Jaga dirimu, dan tolong jangan merindukan aku, ok? Karena aku cuma pergi dua hari."
"Dih PD banget,," Mitha pun menaikkan sebelah ujung bibirnya.
Lagi-lagi hal itu hanya bisa membuat Lucas jadi semakin gemas melihatnya, ingin sekali rasanya ia mengecup kening Mitha sebelum pergi, tapi entah kenapa hal itu begitu berat ia lakukan karena merasa malu.
__ADS_1
"Ok deh, pulang sana!" Ucapnya yang akhirnya hanya bisa mengusap singkat ujung kepala Mitha.
"See you." Ucapnya lagi yang kemudian langsung pergi begitu saja sembari menggeret kopernya.
Namun hal itu nampaknya masih membuat Mitha jadi begitu tercengang, bagaimana tidak, mengingat itu pertama kalinya Lucas melakukan hal sederhana itu padanya, tapi entah kenapa justru hal kecil seperti itu bisa membuat jantungnya berdebar hebat.
"Hais!! Dia kenapa sih? Kenapa makin kesini perlakuannya padaku sering membuat jantungku berdebar sih??" Gumam Mitha dalam hati sembari menyentuh kembali ujung kepalanya yang sebelumnya disentuh oleh Lucas.
Memastikan Lucas sudah benar-benar tidak terlihat lagi dari pandangan matanya, Mitha pun akhirnya kembali masuk ke dalam mobil dan kembali menuju kantor.
Hari itu, untuk pertama kalinya Mitha seharusnya bisa kembali merasakan kebebasan saat bekerja karena Lucas tidak ada. Harusnya Mitha senang, karena untuk sesaat, orang yang paling menyebalkan dalam hidupnya, tidak ada di sekelilingnya, tapi anehnya, yang terjadi justru malah sebaliknya, Mitha justru merasa kesepian, seperti ada hal yang hilang hingga membuatnya seperti linglung,
"Dih aku kenapa sih? Bukannya seharusnya aku seneng ya dia gak ada? Tapi kok malah..." Mitha pun terus merasa gelisah sendiri di dalam ruangannya, bahkan konsentrasi untuk bekerja seolah hilang seketika karena memikirkan orang yang bahkan sebelumnya sangat ia benci.
2 Hari kemudian...
Dua hari pun berlalu, kini Lucas nampak sudah berdiri di depan pintu kedatangan, berkali-kali ia melirik ke arah jam tangannya
__ADS_1