
Tak terasa, sejam lebih sudah Lucas menunggu wanita yang di gadang-gadang akan dijodohkan dengannya, membuat Lucas mulai kesal karena wanita yang di tunggu tak juga muncul menunjukkan batang hidungnya, bahkan entah sudah berapa kali ia mencoba menelpon nomor yang diberikan oleh Nonna padanya, tapi tetap saja nomor itu tidak aktif. Bukan hanya itu, selama menunggu wanita yang belum ia ketahui identitasnya, Lucas bahkan sudah sampai menghabiskan makan siang beserta dua gelas minuman tapi wanita itu tetap tidak juga muncul.
"Haaishh!!! Belum jadi apa-apa udah berani bikin aku nunggu lama kegini!!!" Ketus Lucas yang nampak sangat kesal.
Lucas yang nampak semakin gelisah, mulai melirik ke arah jam tangan mewahnya yang saat itu sudah menunjukkan pukul 13.55 siang.
"Ok, I'm done!! Ini bener-bener udah buang banyak waktuku, dan aku gak mau nunggu lebih lama lagi untuk perempuan yang gak jelas!!" Ketus Lucas yang langsung bangkit dari duduknya.
Lucas yang merasa habis kesabaran, langsung beranjak pergi setelah membayar semua pesanannya.
Di sepanjang jalan menuju pulang, Lucas terus menggerutu kesal, karena ia benar-benar tidak habis pikir karena telah dibuat menunggu berjam-jam lamanya tanpa kepastian.
"Mama gimana sih?!! Cewek gak jelas kegitu mau di jodohin sama aku??!! Yang bener aja!!" Ketus Lucas yang masih nampak begitu kesal.
"Bahkan belum ketemu aja udah dibikin ilfeel duluan!! Skip deh!! Big No untuk cewek kegitu!!" Tambahnya lagi yang akhirnya sudah memutuskan untuk tidak mau melanjutkan perjodohan itu lagi.
Lucas pun semakin menambah kecepatan pada mobilnya, membuat mobil gede itu semakin melesat cepat membelah jalanan kota yang siang itu cukup lengang.
Setibanya di rumah, Lucas terus melangkah cepat memasuki rumahnya sembari terus memanggili Nonna.
"Mom!!" Panggilnya sedikit berteriak, mengingat jika rumah mereka sangat besar.
Namun tidak ada jawaban.
"Mamaaaa!!" Panggilnya lagi.
Masih tidak ada jawaban, tapi tiba-tiba Bik Nur nampak muncul dari belakang.
"Bik, liat mama gak?" Tanya Lucas seketika.
"Ibu baru aja pergi mas." Jawab bik Nur.
"Pergi? Kemana?" Tanya Lucas lagi dengan dahi yang sedikit mengkerut.
"Kurang tau kemana ibu perginya kemana mas, tapi tadi yang bibi denger ibu mau ngumpul-ngumpul sama temen-temen arisannya."
"Ohh, ok deh," Lucas pun akhirnya mengangguk singkat.
"Thanks bik." Ucapnya sembari tersenyum singkat, yang kemudian langsung kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar.
__ADS_1
Lucas pun memilih untuk menunda memberitahukan hal yang membuatnya kesal pada mamanya, bahkan ia sama sekali tidak berniat untuk menelpon mamanya karena tidak ingin mengganggu waktu wanita terkasihnya itu saat sedang me time bersama teman-temannya.
Lucas dengan wajah lelah, akhirnya langsung memilih untuk masuk ke kamarnya. Tanpa buang waktu, langsung saja menghamburkan tubuhnya di atas ranjang empuk yang seolah sudah memanggil-manggilnya. Beberapa saat termenung, Lucas yang merasa penat akhirnya langsung tertidur begitu saja.
Sisi lain di kediaman Mitha...
Mitha pun terlihat sama, sejak pulang tadi, ia terlihat terus terbaring lesu di atas tempat tidur empuknya. Saat ini ada banyak hal yang tengah dipikirkannya sejak ia bertemu dengan Lucas di cafe tadi. Perasaan cemas, was-was, dan panik terasa mulai menyerang pikirannya.
"Gimana kalau laki-laki yang mau di jodohin sama aku itu beneran Lucas??" Gumamnya lagi dalam hati.
"Bunda bilang dia pengen jodohin aku sama anak temennya, lalu aku ketemu dengan Lucas di cafe yang sama, hmm bukannya tante Nonna juga berteman dengan bunda??" Pikir Mitha lagi.
"Haaisshh! Gimana kalau tebakanku bener? Duhh kenapa harus dia sih." Mitha yang nampak semakin panik akhirnya langsung menenggelamkan kepalanya di balik bantal.
Perasaannya hari ini benar-benar campur aduk, ia sendiri masih belum berani memastikan hal itu, masih antara iya dan tidak, tapi hal itu sudah cukup membuatnya semakin cemas.
Malam hari di kediaman Lucas...
Suasana makan malam di meja makan malam ini terasa begitu sepi, hanya ada Lucas dan Dara yang terduduk untuk menyantap hidangan makan malam mereka.
Ronald dan Nonna sejak sore sudah pergi untuk menghadiri acara pernikahan anak salah satu teman SMA Ronald.
"Gak tau!" Jawab Lucas santai.
"Hmm." Dara pun terlihat sedikit melesu.
Lucas yang menyadari gelagat aneh sang adik, akhirnya kembali bertanya.
"Memangnya kenapa?" Tanyanya,
"Kak, inikan malam Minggu, Dara mau keluar, boleh ya?" Ucap Dara yang terlihat sedikit ragu-ragu.
"Keluar? Sama siapa?" Tanya Lucas sembari terus melahap makanannya.
"Sama temen."
"Hmm temen apa temen?" Kini Lucas mulai menatapnya penuh selidik.
"Lebih tepatnya sama gebetan sih hehehe."
__ADS_1
"Dihh, masih kecil jugak!!" Celetuk Lucas yang sontak langsung mendengus pelan, sembari terkekeh pelan.
"Ihh kakak! Aku udah 18 tahun!! Aku udah punya KTP dan itu menandakan kalau aku itu udah dewasa" Tegas Dara yang nampak sedikit kesal.
"Hmm iya deh, si paling dewasa!" Jawab Lucas cuek.
"Kakakkk!! Gimana kak? Boleh ya? Pleasee..."
"Mau kemana sih memangnya?"
"Gak ada, paling cuma nongkrong di cafe. Ya kak, boleh ya?"
"Boleh-boleh aja, asal cowok itu jemput kamu langsung di rumah, dan izin langsung sama kakak!"
"Kalau gitu boleh?"
"Boleh! Asal gak boleh lewat jam 10 ya!"
"Yesss! Ok kak siap!" Jawab Dara yang nampak begitu sumringah.
Lucas pun hanya tersenyum singkat, lalu kembali menggeleng-gelengkan kepalanya. Makan malam pun selesai, tak berapa lama Dara punq akhirnya bisa pergi bersama calon pacarnya setelah beberapa saat diintrogasi oleh Lucas.
Lucas yang merasa bosan di rumah juga akhirnya ingin memutuskan untuk mengajak Bayu dan Aryo nongkrong di cafe kekinian tempat pertama kali ia nongkrong pada saat baru pulang kemarin. Tentu saja Bayu dan Aryo tidak bisa menolak begitu saja tawaran Lucas yang menggiurkan bagi mereka, mengingat Lucas lah yang menjadi donatur di setiap mereka nongkrong bersama.
Suasana cafe malam itu sangat ramai dan tentu saja juga berisik mengingat cafe itu yang memiliki live music yang menghadirkan band-band kekinian di kota itu.
"Gimana bro setelah jadi CEO? Apa menyenangkan?" Tanya Bayu di sela-sela perbincangan santai mereka.
"Biasa aja, nothing special!" Jawab Lucas santai.
"Oh really??"
"Yaa, gitu-gitu aja!"
"Hmm, terus gimana sama sekretarisnya hehe?" Kini Bayu mulai nampak cengengesan.
"Maksudmu Mitha? Kenapa memangnya dengan Mitha?" Lucas berbalik tanya dengan dahi yang sedikit mengkerut.
"Beberapa waktu belakangan ini, kamu selalu bareng-bareng dia terus kan bro? Gimana rasanya? Jangan bilang mulai muncul benih cinta lagi." Sindir Bayu,.
__ADS_1
Bersambung...