
Beberapa puluh menit berlalu, akhirnya mobil Lucas yang ditumpangi oleh Mitha berhenti di tempat dimana ia biasa memarkirkan mobilnya. Seolah tak ingin lebih banyak membuang waktu bersama Lucas di dalam mobil, Mitha pun bergegas melepaskan sabuk pengamannya.
“Thanks udah mau disuruh untuk nganter aku ke kantor.” Ucap Mitha tanpa melirik ke arah Lucas sedikit pun.
Mitha pun seolah bersiap untuk membuka pintu mobilnya, namun ternyata Lucas masih menguncinya lewat kunci otomatis yang berada di bawah kendalinya. Hal itu membuat Mitha akhirnya menoleh ke arahnya dengan tatapan tak sedap.
“Tolong buka kuncinya! Aku mau keluar.” Pinta Mitha datar.
“Gak mau!” Jawab Lucas yang tak kalah datar.
Mendengar hal itu sontak membuat dahi Mitha jadi mengkerut, kedua matanya kini semakin memicing menatap Lucas yang kala itu justru terlihat begitu tenang.
“Kalau ku bilang buka, ya buka!” Ketus Mitha dengan nada tak senang.
“Kalau ku bilang gak mau, ya gak mau!” Jawab Lucas yang menampilkan sebuah senyuman yang terkesan mengejek.
Hal itu membuat Mitha seketika jadi mendengus kesal, ia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran lelaki itu, entah apa yang sebenarnya ada di dalam otak Lucas saat itu hingga ia senang sekali membuat Mitha menjadi kesal padanya.
“Heh!! Sebenernya masalahmu itu apa ha?! Kenapa kau selalu aja cari masalah denganku?!! Tanya Mitha yang semakin menggeram.
“Masalahnya simple, kau gak tau cara gimana berterima kasih yang baik dan bener sama orang yang udah rela bangun pagi buta, cuma untuk nganterin kau ke kantor supaya gak terlambat.” Jelas Lucas yang kali ini mulai menatap Mitha dengan lekat.
Penjelasan Lucas itu pun berhasil membuat Mitha terdiam sesaat,
“Kau tau gak jam berapa aku tidur semalam?? Aku tidur jam 3 pagi, dan di jam segini, aku udah ada disini, mengantarmu. So, begitu kah caramu berterima kasih? Ha??!” Kali ini giliran Lucas yang melototi Mitha.
“Siapa suruh kau mau, kau bisa aja kan nolak?? Lagian, bukan aku yang minta!!” Jawab Mitha yang masih tetap kekeh pada pendiriannya, seolah menolak untuk mengaku salah.
“Oh waw, jadi sekarang kau merekomendasikan aku untuk jadi anak yang durhaka sama orang tua, gitu? Iya?? Apalagi orang tua itu, juga orang-orang yang baik dan peduli denganmu??"
“Eehhh enggak! Bu,,, bukan gitu maksudku!” Tegas Mitha yang menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia sangat tidak ingin Lucas jadi salah sangka dan melaporkannya pada papanya.
“Terus apa namanya?? Hih, bener-bener ya ni cewek, gini ya caramu bales orang yang udah baik?” Tanya Lucas yang mulai mengangkat kedua alis matanya.
Mitha pun terdiam beberapa saat, lalu mulai menghela nafas panjang, dan akhirnya ia pun menampilkan sebuah senyuman, meski pun bisa terlihat dengan jelas jika senyuman itu palsu.
“Ok fine, fine!” Ucapnya.
Lalu ia kembali menghela nafas panjang untuk kedua kalinya,
“Lucas Armando, makasih banyak ya udah nganterin aku ke kantor hari ini, makasih juga udah rela mengurangi jam tidurmu demi aku, makasih, makasih banyak.” Ungkapnya kemudian sembari menyatukan kedua telapak tangannya di hadapan Lucas.
__ADS_1
Zayn yang mendengar hal itu seketika langsung mendengus lalu mulai sedikit tersenyum.
“Hmm ok, ya walaupun masih keliatan gak ikhlas, seenggaknya yang ini jauh lebih baik dari yang sebelumnya.”
“Yesss, jadi apa sekarang kau bisa buka kuncinya?” Tanya Mitha yang semakin melebarkan senyuman palsunya,
“Sure.” Jawab Lucas dengan santai.
Lucas pun langsung menekan sebuah tombol, hal itu pun membuat pintu yang sebelumnya terkunci, langsung terbuka secara otomatis.
“Jadi kau mau turun sekarang?” Tanya Lucas lagi.
“Of course!” Jawab Mitha santai sembari bersiap ingin turun dari mobilnya.
“Ok.” Jawab Lucas sembari membuka sabuk pengamannya.
Mitha yang melihat hal itu pun sontak kembali menatapnya dengan dahi yang mengernyit.
“Heii, jangan bilang kau mau ikut turun!” Celetuk Mitha.
“Memangnya kenapa?” Tanya Lucas santai.
"Ya mau turun aja, sekalian mau liat-liat, kenapa memangnya?"
“Kau udah gila ya?? Jangan! Pokoknya gak boleh ikut turun!!” Tegas Mitha.
Lucas lagi-lagi pun mendengus dan terkekeh geli.
“Haha kau bercanda ya?? Kayaknya kau yang gila! Bisa-bisanya kau berani ngatur anak bosmu sendiri.”
“Kenapa enggak, kau itu cuma ‘anak bos’ bukan bosku!” Jawab Mitha dengan sebuah senyuman tipis.
Lucas pun mendadak terdiam, ucapan Mitha kali itu layaknya belati tajam yang tertancap di jantungnya, sangat menusuk. Namun bukan Lucas namanya jika ia membiarkan Mitha berpuas hati begitu saja, dan keluar dari mobilnya dengan mudah.
“Memangnya apa yang buatmu gak bolehin aku ikut turun?! Apa kau takut pacarmu liat kalau kau di antar laki-laki lain yang jauh lebih tampan darinya?! Ha? Hahaha.”
“Ok, yang pertama, kalau kau ikut turun, semua pegawai kantor pasti bakal liat kalau kau nganterin aku, dan habis itu mereka pasti bakalan bergosip dan bilang kalau aku ada skandal dengan anak bos. Kedua, kalau hal itu sampai kejadian, udah pasti yang bakal di bully itu aku, karena mereka pasti berfikir kalau akulah yang menggodamu, dan aku gak mau itu sampai terjadi dan merusak citraku di kantor ini! Dan yang ketiga, this is the last part and very important, jadi tolong kau simak baik-baik, I DON’T HAVE A BOYFRIEND!! Jadi jangan sok tau jadi orang!!” Jelas Mitha dengan nada bicara yang penuh dengan penegasan.
Lucas pun akhirnya tersenyum dan kembali mendengus pelan.
“Hmm sebenarnya ini bakal seru sih, aku pengen liat gimana seorang Mitha yang di agungkan di kantor, tiba-tiba jadi bahan bullyan orang satu kantor. Hmm kayaknya seru."
__ADS_1
Mendengar hal itu Mitha lagi-lagi menggeram.
"Ihhhh kau iniiii!!! Bener-bener yaaaaa!!!" Mitha mulai mengepalkan kedua tangannya serta merapatkan giginya.
"Tapi Ok fine, kali ini aku bakal setuju untuk gak ikut turun dari mobil, tapi ada syaratnya”
“Syarat???” Dahi Mitha pun kembali berkedut.
“Ya.” Jawab Lucas mengangguk.
“What is it?” Tanya Mitha penasaran.
Lucas tidak menjawab dengan kata-kata, ia hanya tersenyum sembari menunjuk-nunjuk pipinya dengan jari telunjuknya, hal yang kita semua tau jika itu adalah kode jika ia minta di cium. Hal itu pun sontak membuat Mitha terperangah dan terkejut.
“Hih, No way!!!” Tolak Mitha yang langsung melarikan diri dari dalam mobil Lucas.
“Heh ini kesempatan langka, jangan sampai kau nyesel!!” Teriak Lucas yang kemudian terkekeh.
“Gak bakal!!” Jerit Mitha yang sudah berjarak cukup jauh dari mobil Lucas.
Melihat kepergian Mitha yang melangkah cepat seperti orang ketakutan, sontak membuat Lucas semakin terkekeh geli sembari terus menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Hahaha, aaagh astaga!! kenapa aku jadi seneng banget ya pas berhasil bikin dia kesel?? Oh god, kenapa aku ini??” Gumam Lucas seorang diri sembari mengusap-usap kepalanya sendiri.
Lucas terus tersenyum, lalu kembali meraba pipinya yang tidak mau dicium oleh Mitha.
“Haaaiss, andai aja kau tau seberapa banyak cewek di luar sana yang pengen banget nyium pipiku. Tapi kau, yang udah jelas-jelas kukasi kesempatan untuk menciumnya dengan gampang, malah nolak tawaran langka ini.” Gumamnya lagi yang kemudian mulai menjalankan kembali mobilnya untuk pergi dari area kantor milik keluarganya.
Mitha terus menggerutu seorang diri di sepanjang langkahnya menuju ruangan kerjanya.
“Dasar orang gila!! Bener-bener udah gak waras!” Ketusnya pelan sembari terus melangkah dengan cepat tanpa memperdulikan orang-orang yang berpapasan dengannya.
“Oh tuhannn, dosa apa yang udah kubuat di masa lalu?! Sampai aku harus dipertemukan dengan cowok semacam itu!” Gerutunya lagi yang kala itu benar-benar dibuat tidak senang oleh tingkah Lucas.
Saking begitu fokusnya ngedumel seorang diri tentang perlakuan Lucas padanya, membuat Mitha tak sadar jika di dekatnya tengah berdiri Vina yang saat itu terlihat tercengang memandanginya yang sedang marah-marah sendiri. Mitha bahkan melewati Vina begitu saja tanpa menyapanya seperti biasa dan langsung masuk ke dalam ruangannya dengan menutup pintu sedikit lebih keras.
“Hah, dia kenapa?” Vina dalam hati yang terlihat bingung.
“Oh No!! apa sahabatku itu mulai depresi karena di tinggal pak Vino ya? Dia bahkan ngomong-ngomong sendiri?” Vina pun mulai memasang raut wajah cemas dan langsung melangkah cepat untuk menyusul Mitha ke dalam ruangannya.
...Bersambung…...
__ADS_1