Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Melabrak


__ADS_3

"Disini toiletnya kak." Ucap Duddy sembari menunjuk ke arah toilet.


"Hmm, ok."


"Aku tunggu disini ya kak."


"Iya, jangan kemana-mana dulu, ok?!"


Duddy pun mengangguk. Mitha akhirnya masuk ke toilet tanpa ragu demi menuntaskan hasrat ingin buang air kecilnya. Mitha keluar dari toilet saat memastikan jika semuanya telah tersalurkan,


"Udah?" Tanya Duddy begitu melihat Mitha keluar.


"Udah, yuk!" Ajak Mitha yang langsung menggandeng tangan adiknya.


Tetapi, entah memang sudah takdir atau semacamnya, disaat yang sama pula Lucas terlihat melangkah untuk memasuki toilet pria yang tepat berada di sebelah toilet wanita.


Lucas nampak begitu terkejut saat mendapati Mitha yang ada di hadapannya terlihat sedang menggandeng seorang lelaki. Kedua matanya sontak membulat sempurna hingga membuat langkahnya seketika terhenti.


"Mitha???!!" Ucapnya yang masih nampak terkejut.


Mitha pun seketika menoleh ke arah seseorang yang menyebut namanya itu, dan sama seperti Lucas, Mitha juga tak kalah terkejut saat mendapati Lucas yang sudah terlihat berdiri di hadapannya.


"Kamu??!!" Kedua mata Mitha juga tak kalah membulat, bahkan kedua alisnya juga terlihat terangkat saat memandang Lucas.


"Ternyata kamu mau main kesini juga." Celetuk Lucas.


"Memangnya kenapa kalau aku kesini? Gak boleh?!"


"Bukan! Yang pernah aku denger sih, tempat begini bukan seleramu!"


"Selama tempat ini berstatus tempat umum, maka siapa aja boleh dateng kesini, termasuk aku!" Tegas Lucas yang kembali menggandeng tangan Duddy dan bersiap untuk kembali melanjutkan langkahnya,


"Ayo!" Ucap Mitha pada Duddy.


"Eh tunggu!" Tapi nampaknya menghentikan langkah Mitha sudah seperti hobi baru bagi Lucas.


Lucas menahan sebelah lengan Mitha, lalu mulai menatap aneh ke arah Duddy yang sama sekali tidak di kenalnya.


"Ada apa lagi?" Tanya Mitha datar.


"Siapa dia? pacarmu?" Tanya Lucas yang nampak begitu penasaran, namun juga menunjukkan raut wajah ketidaksenangan saat menatap Duddy.


"Iya, dia pacarku! Pacar kesayanganku!" Tegas Mitha yang jelas saja ia berbohong.


Lucas pun seketika terdiam.


"Yuk my lovely boy," ucap Mitha lagi pada Duddy.


"Udah ya, bye!" Mitha pun langsung berlalu pergi begitu saja, meninggalkan Lucas yang masih tercengang menerima kenyataan yang entah kenapa membuat hatinya kecewa dan mulai terasa panas.

__ADS_1


"Ja,, jadi,, dia beneran udah punya pacar??" Tanya Lucas dalam hati yang terus memandangi kepergian Mitha.


Mitha dan Duddy terus melangkah menyusuri keramaian, namun nampaknya Duddy juga cukup penasaran dengan sosok lelaki tampan yang baru saja menyapa kakaknya.


"Kak, itu tadi siapa?"


"Lucas. Anaknya pak Ronald yang sekarang jadi bos kakak!"


"Ohh, jadi dia orangnya??"


"Memangnya kamu kenal?" Tanya Mitha sembari mengerutkan dahinya,


"Enggak sih, tapi aku pernah denger aja waktu bunda sama ayah bicarain tentang anaknya pak Ronald yang baru pulang dari,,, hmm mana ya,,,"


"Dari London!" Tambah Mitha datar.


"Ah iya, dari London! Hmm, ganteng juga kak." Ucap Duddy sembari tersenyum tipis.


"Dihh apaansih??!! Kok malah muji-muji dia??! Dia itu orang paling nyebelin tau gak?!"


"Ah gak boleh gitu kak, jangan terlalu benci, nanti lama-lama jadi cinta loh hehehe."


"Duh, jangan sampe deh!"


"Hmm."


"Sekarang dimana pacarmu? Bukannya katanya di lantai dua??" Tanya Mitha mengalihkan pembicaraan.


"Ya udah, coba kita ke sebelah sana!" Ajak Mitha sembari menunjuk ke arah pojok lantai dua.


Duddy pun setuju dan mereka pun mulai melangkah sesuai arahan Mitha.


Dan benar saja, ternyata pacar Duddy memang berada disana. Saat itu ia nampak duduk di sisi seorang lelaki sembari menyandarkan kepalanya di pundak bidang lelaki itu. Kedua mata Duddy pun sontak membulat sempurna sembari menepuk-nepuk pelan lengan Mitha.


"Kenapa?" Tanya Mitha yang belum menyadari.


Tanpa berkata apapun, Duddy hanya menunjuk ke arah pacarnya ysng terlihat cukup mesra dengan lelaki lain. Membuat Mitha yang melihat hal itu akhirnya paham dan ikut membulatkan matanya.


"Itu beneran pacarmu? Kamu yakin gak salah orang?" Tanya Mitha lagi.


"Enggak kak, itu beneran dia!" Ucap Duddy pelan.


Mitha sebagai kakak pun mulai ikut menggeram.


"Dihh dasar perempuan gatel!!" Ketus Mitha pelan.


Mitha pun kembali menatap adiknya yang kala itu masih terdiam memandangi pacarnya dari kejauhan.


"Hei, apa kamu bakal diem kegini terus ha??!!" Tanya Mitha sembari menyenggol lengan sang adik.

__ADS_1


"Aku juga bingung harus berbuat apa kak, mengingat tempat ini lagi rame banget, bakal malu rasanya kalau sampai harus bikin keributan cuma karena perempuan kegitu!"


"Hmm bener juga! Ya udah, kalau gitu kita labrak dia dengan cara yang lebih elegant!" Ajak Mitha yang langsung menarik tangan adiknya.


"Siapa nama pacarmu?" Tanya Mitha sembari terus melangkah menuju tempat dimana pacar Duddy dan selingkuhannya sedang duduk bermesraan.


"Cindy!"


Kebetulan posisi Cindy duduk saat itu menyamping, membuatnya tidak terlalu menyadari kehadiran mereka.


"Kamu bisa melakukannya? Kalau tidak biar kakak yang maju!" Tanya Mitha yang nampak semakin kesal.


"Aku aja kak!" Ucap Duddy sembari tersenyum manis.


"Nah good boy, ok let's go!" Mitha pun menepuk pundak adiknya demi memberi semangat.


"Cindy!" Panggil Duddy dengan nada penuh penekanan.


Hal itu membuat Cindy seketika menoleh ke arah Duddy dan sontak nampak begitu terkejut saat mendapati Duddy yang sudah berdiri tak jauh darinya.


"Du,,, Duddy??!" Ucapnya yang terkejut sembari langsung bangkit dari duduknya.


"Apa tempat tidurmu udah pindah sekarang? Udah bukan di rumah lagi?" Tanya Duddy yang masih mencoba bersikap tenang.


Melihat dan mendengar hal itu, lelaki yang berada di sisi Cindy pun seketika ikut berdiri.


"Ohh jadi ini orangnya, laki-laki yang kamu bilang terlalu baik dan membosankan itu sayang?" Tanya lelaki itu dengan senyuman yang terlihat mengejek, sembari sebelah tangannya mulai merangkul mesra Cindy.


Hal itu membuat Duddy seketika mendengus pelan dan mulai tersenyum tipis,


"Ohh, ternyata kau secara sadar bahkan rela dijadikan selingkuhannya?"


"Iya, memangnya kenapa? Lagian lu jadi cowok gak bisa apa nyenengin cewek dengan ngajak dia party, dugem?"


Mendengar hal itu, Duddy lagi-lagi mendengus dan terkekeh pelan, berbeda halnya dengan Cindy yang wajahnya jadi nampak begitu tegang.


"Apa yang kamu lakuin? Lepasin aku!" Bisik Cindy pelan sembari mulai menepis tangan lelaki itu.


"Sa,,, sayang, aku bisa jelasin!" Ucap Cindy yang mulai ingin mendekati Duddy.


"Stop disitu Cindy!!" Ketus Duddy yang seolah tak ingin Cindy mendekatinya.


"Sayangg,,," Cindy pun terdiam dengan memasang wajah lirih.


"Gila ya! Aku beneran gak nyangka ternyata aslinya kamu kegini! Di depanku kamu berlagak baik dan polos, tapi di belakang??!" Duddy lagi-lagi mendengus.


"Sayang, aku bisa jelasin, ini gak kayak yang kamu pikirin!"


"No! Aku gak mikirin apa-apa kok sekarang, aku cuma liat dengan mata kepalaku, kalau kamu dan selingkuhanmu yang bodoh ini sedang bermesraan!"

__ADS_1


"Heh!! Tutup mulutmu ya, kalau gak mau botol ini melayang ke kepalamu!!!" Ketus lelaki itu seolah penuh ancaman.


Bersambung...


__ADS_2