
Mitha masuk dengan sedikit ragu-ragu ke dalam cafe yang telah disepakati itu, mulai melangkah pelan menuju sebuah kursi kosong berada di paling ujung ruangan.
Sepertinya Mitha datang sedikit lebih awal dari tamu yang lain termasuk Lucas, karena saat itu cafe masih terlihat begitu lengang.
Mitha pun akhirnya duduk sembari terus menoleh kesana dan kemari seperti orang yang sedikit bingung.
"Kok sepi banget sih cafe ini? Gak kayak biasanya." Celetuk Mitha seorang diri.
Demi agar tidak mati gaya, Mitha pun mulai meraih ponselnya yang ada di dalam tas, membuka berbagai aplikasi yang sekiranya bisa membuatnya tidak terlalu bosan menunggu.
Cafe itu memiliki dinding yang terbuat dari kaca, hingga memungkinkan seseorang yang berada di dalam cafe bisa melihat jelas siapa saja orang yang melintas di depan cafe itu.
Kebetulan, saat itu Lucas akhirnya tiba dan memarkirkan mobilnya di parkiran yang berada tepat di depan cafe, sedangkan Mitha lebih memilih untuk memarkirkan mobilnya di area parkir yang ada di halaman belakang cafe.
Tak sengaja kedua mata indah Mitha melirik ke arah dinding kaca yang langsung menghadap ke area parkir di depan restoran. Dahinya sontak dibuat sedikit mengkerut saat melihat sebuah mobil yang sangat tidak asing baginya.
"Mobil itu, kayak gak asing banget deh." Celetuk Mitha lagi.
"Ah, tapi masa iya sih itu mobil Lucas?? Kayaknya gak mungkin!! Masa iya sih sering banget kebetulan ketemu sama dia di tempat random kegini?" Gumam Mitha lagi.
"Hmm, paling cuma samaan doang mobilnya." Tambah Mitha lagi yang menaikkan singkat kedua pundaknya sebagai tanda tak ingin terlalu peduli lagi.
Mitha berniat ingin melanjutkan bermain ponselnya, namun mendadak kedua mata indahnya itu dibuat begitu membulat saat mendapati seseorang yang keluar dari mobil itu adalah benar-benar Lucas.
"Whatt??!!!!" Mitha pun sangat terkejut.
"Beneran dia lagi??!!" Tambahnya seolah tak menyangka.
Lagi-lagi mata Mitha semakin dibuat membesar saat menyadari jika saat itu Lucas terlihat melangkah ingin memasuki cafe.
"Oh tidak, dia mau masuk kesini? Duhhh, kenapa dia harus makan siang disini sih ahhh??" Keluh Mitha yang nampak sangat panik.
Disaat yang sama pula, seorang waiters cafe itu mulai datang menghampiri Mitha sembari membawa sebuah buku menu.
"Selamat siang mbak, silahkan." Ucap waiters itu dengan sangat ramah sembari menyerahkan buku menunya pada Mitha.
__ADS_1
Mitha pun melirik singkat ke arah buku menu itu, lalu tanpa pikir panjang ia pun langsung saja meraih buku itu untuk ia gunakan menutupi wajahnya tepat disaat Lucas memasuki pintu utama Cafe itu.
"Selamat siang mas, silahkan." Sapa waiters dengan ramah saat Lucas baru memasuki cafe itu.
Saat itu Lucas hanya tersenyum singkat dan terus melangkah mencari tempat duduk yang pas.
"Duhh semoga aja dia gak duduk di sekitar mejaku, bisa malu aku kalau dia sampai tau aku disini mau ketemuan sama seseorang yang mau di jodohin sama aku!" Gumam Mitha penuh harap.
Namun hal itu ternyata tidak membuat waiters yang ada di dekatnya merasa peka, menyadari Mitha yang masih belum juga memesan sesuatu, membuatnya kembali bertanya,
"Mbak, gimana? Mau pesan apa jadinya?" Tanya waiter itu lagi.
Mitha pun terkejut dan sontak langsung menempelkan jari telunjuknya pada bibir mungilnya itu.
"Ssssttt, mbak tunggu dulu ya, please!" Bisik Mitha yang begitu takut ketauan oleh Lucas.
Tapi sayang seribu sayang, Lucas yang saat itu masih berdiri di sekitaran mereka, tentu saja bisa mendengar hal itu. Lucas pun mulai memicingkan matanya saat menatap ke arah meja Mitha.
"Who's that? Kok kayaknya lagi sembunyi gitu? Sembunyi dari siapa?" Tanya Lucas bingung sembari mulai menoleh kesana kemari.
"Hmm, gak ada tamu siapapun di cafe ini." Tambahnya lagi.
Hal itu sontak membuat Lucas mendengus pelan seolah tak percaya, lalu mulai tersenyum dan kemudian langsung menarik buku menu dari tangan Mitha begitu saja.
"Aaaghh." Teriak Mitha yang begitu terkejut.
"Hmm kenapa? Kaget ya?" Tanya Lucas.
"Kok,, kok kamu bisa tau sih?" Tanya Mitha melesu sembari mulai menundukkan kepalanya karena sedikit merasa malu.
"Kenapa sembunyi?" Tanya Lucas dengan tenang.
"Hmm gak ada, cuma males aja." Jawab Mitha akhirnya yang berusaha untuk kembali bersikap santai di hadapan Lucas.
"Oh, terus ngapain disini sendirian?" Tanya Lucas yang juga nampak begitu penasaran dengan keberadaan Mitha di cafe itu.
"Lagi nunggu temen!" Jawab Mitha cepat.
__ADS_1
"Ohh ok!" Lucas pun akhirnya hanya mengangguk singkat, dan akhirnya memilih untuk duduk di kursi tak jauh dari meja Mitha.
Mitha pun kembali memalingkan wajahnya, sembari terus menggerutu dalam hatinya.
"Duhhh, kenapa harus duduk disitu sih?? Kan bisa malu aku kalau dia sampai tau aku nunggu cowok disini!!" Gerutu Mitha.
Lucas saat itu terlihat mulai mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celanan, lalu beberapa kali terlihat sedang melakukan panggilan namun nyatanya nomor itu tidak aktif.
"Kok gak aktif sih?" Gerutu Lucas pelan.
Saat itu Mitha benar-benar tidak kuasa menahan rasa malunya, ia juga tidak mau untuk menunggu lebih lama lagi kedatangan orang yang sama sekali belum ia kenal. Mitha pun akhirnya mulai bangkit dari duduknya.
"Ihh enggak, enggak! Ini gak bisa di terusin, bisa-bisa dia bakal ngejekin aku terus-terusan kalau tau aku mau ketemuan sama seseorang!!" Gerutu Mitha sembari mulai meraih tasnya.
Lucas yang melihat hal itu pun sontak kembali mengerutkan dahinya.
"Loh, mau kemana? Katanya nungguin temen?" Tanya Lucas santai.
"Gak jadi, ternyata temennya gak jadi datang!" Jawab Mitha datar.
"Ohh, ok!" Jawab Lucas yang terus berusaha bersikap biasa saja di hadapan Mitha.
"Ya udah, kalau gitu saya permisi!" Ucap Mitha yang dengan langkah cepat langsung keluar begitu saja dari cafe itu.
Lucas pun hanya terdiam memandangi kepergian Mitha yang gelagatnya nampak begitu aneh, lalu ia hanya tersenyum tipis sembari menggeleng-gelengkan pelan kepalanya.
"Dasar perempuan aneh!" Celetuk Lucas pelan.
Mitha berdiri di balik tembok bagian luar cafe, lalu perlahan kembali mengintip dari dinding kaca yang tranparan.
"Dia juga kayaknya lagi nungguin seseorang, siapa ya?" Tanya Mitha sedikit penasaran.
Namun mendadak kedua mata Mitha kembali mendelik,
"Oh no!! Jangan bilang kalau dia orang yang bakal di jodohin sama aku??!!!" Guman Mitha lagi yang nampak kembali panik dan merasa sedikit syok.
"Ya tuhan!! Semoga enggak, semoga enggak!!" Mitha pun langsung kabur seperti orang ketakutan.
__ADS_1
...Bersambung......