
“Hemm andai kita punya cucu ya ma, pasti suasana di rumah ini jadi terasa lebih hidup dan ramai.” Ucap Ronald lagi yang kemudian kembali meneguk minumannya dengan tenang.
“Paaa, mama punya ide!" Ucap Nonna secara tiba-tiba dengan raut wajahnya yang mendadak berubah jadi begitu berbinar.
“Ide?? Ide apa ma?” Tanya Ronald sembari mengernyitkan dahinya.
“Gimana kalau kita minta Lucas supaya dia secepatnya menikah?” Tanya Nonna yang semakin mengembangkan senyumannya,
Bisa terlihat dengan jelas jika semangat Nonna mendadak jadi begitu menggebu-gebu saat membahas tentang cucu.
“Menikah?? Bukannya Lucas baru aja balik dari London?? Memangnya dia udah punya pacar?” Tanya Ronald lagi.
“Ya nanti kita tanya aja dia, dan kalau ternyata dia memang udah punya pacar, ya kita suruh aja dia untuk cepet-cepet ngenalin pacarnya itu sama kita, terus mereka bisa secepatnya nikah. Gimana pa??” Nonna pun mulai memegang tangan suaminya seolah penuh harap.
“Eemm ok, tapi kalau nyatanya dia belum punya pacar, gimana???” Ronald pun menaikkan kedua alisnya saat menatap Nonna.
“Emm, kalau gak ada pacar, ya sudah, kita cariin aja calon istri yang pas untuk anak kita.” Jawab Nonna enteng.
Ronald pun terdiam sejenak sembari mulai berfikir.
“Ide mama boleh juga sih.” Setelah beberapa saat berfikir, akhirnya Ronald pun setuju dan mengangguk-anggukan pelan kepalanya.
“Yesss hehehe.” Nonna seketika mengepalkan kedua tangannya di hadapan Ronald dengan ekspresi yang terlihat begitu senang,
“Hemm tapi, kira-kira menurut papa siapa ya perempuan yang cocok untuk dijadikan calon istri untuk Lucas??” Tanya Nonna lagi sembari mulai berfikir.
Ronald lagi-lagi pun ikut diam dan kembali berfikir, namun setelah beberapa saat, ia pun akhirnya mulai tersenyum dan kembali menyeduh tehnya,
“Ihhh, papa senyum-senyum sendiri ni, kenapa?”
“Papa mulai mikirin satu nama, yang menurut papa cocok banget untuk Lucas, ma.”
“Hah?! Beneran pa?! Siapa pa? Siapa?” Nonna pun nampak begitu penasaran dan mulai menatap wajah suaminya dengan sangat serius.
“Gimana menurut mama dengan Mitha??” Ronald pun membalas menatap istrinya dengan senyuman tipis.
“Hah Mithaa???!” Nonna pun nampak begitu terkejut namun juga dengan raut wajahnya yang mendadak semakin sumringah.
“Iya Mitha ma, Mitha Admadja.” Jawab Ronald.
“Ya ya ya mama setuju pa, kalau Mitha orangnya, mama seribu persen udah pasti setuju pa.” Jawab Nonna yang semakin mengembangkan senyumannya.
“Eeemm ok lah, nanti kita bicarakan lagi dengan Lucas ok? Kita harus tanya Lucas juga, dia mau atau engga, kalau dia gak mau, sebaiknya kita jangan memaksanya.”
“Hemm ok pa.” Nonna pun mengangguk patuh.
__ADS_1
Namun selang beberapa saat, akhirnya orang yang sejak tadi sedang dibicarakan, terlihat sudah tiba di rumahnya. Ia terus berjalan santai berniat ingin kembali ke kamarnya, namun begitu ingin menaiki anak tangga, langkahnya tiba-tiba saja terhenti saat mendengar suara cekikikan kedua orang tuanya dari arah taman yang berada samping rumah. Lucas pun seketika memutar haluan untuk menuju ke ruang tamu yang langsung terhubung ke taman samping rumahnya. Saat melihat kedua orang tuanya yang nampak begitu asyik berbincang, ia pun memilih untuk langsung menghampiri mereka yang kala itu terlihat tengah duduk santai.
“Haaiiss, masih pagi udah dua-duaan aja disini.” Celetuk Lucas saat menyandarkan tubuhnya ke kusen pintu sembari tersenyum.
Nonna dan Ronald pun seketika menoleh secara bersamaan ke arah pintu,
“Aaaaaa pucuk dicinta, ulam pun tiba. Hehehe panjang umur anak mama.” Ucap Nonna yang nampak semakin berbinar kala menyambut kehadiran Lucas yang tiba-tiba saja sudah berdiri tersandar di sisi kiri pintu.
“Hayoo ada apa ini? Kalian berdua lagi gosipin anak kalian yang paling ganteng ini ya??” Tanya Lucas santai.
“Ah Lucas, come, come!” Ucap Ronald yang menyambut kehadiran Lucas dengan senyuman.
“Ah males ah, takut jadi nyamuk.” Jawab Lucas yang semakin melebarkan senyumannya.
“Ah jangan gitu, ayo duduk dulu disini, ada hal yang mau kami tanyain sama kamu nak.” Ungkap Nonna.
“Emm ok,” Lucas pun segera beranjak menuju kursi kosong yang ada di sisi kiri Nonna lalu langsung mendudukinya dengan tenang,
“Fine, mau nanya tentang apa ma?” Tanya Lucas sesaat setelah duduk.
“Hehehe gini…”
“Hemm ya, apa?” Lucas mulai menatap wajah Nonna dengan serius.
“Apa sekarang kamu punya pacar?” Tanya Nonna spontan, tanpa basa-basi.
"What?? Pacar??!!"
"Iya pacar, girlfriend!" Nonna nampak begitu semangat.
Lucas pun kemudian mendengus sekaligus terkekeh.
“Astaga mom, pertanyaan macam apa itu ha? hahaha.”
“Lucass, jawab aja pertanyaan mama!” Pinta Nonna seolah sedang tak ingin bermain-main.
“Hahaha iya tapi untuk apa ma? Kenapa aku harus jawab?” Tanya Lucas yang terus terkekeh geli.
“Ya jawab aja! apa susahnya sih??”
“Ya ampun ma, mama tau aku baru 3 hari balik kesini, gimana mau punya pacar dalam waktu sesingkat itu?"
“Jadi maksudnya adalah…???” Tanya Nonna lagi.
“So, the meaning is, I DON’T HAVE A GIRLFRIEND!” Tegas Lucas.
__ADS_1
“Terus selama kamu di London, gimana? Apa gak ada juga?” Ronald nampaknya juga ingin lebih memastikan lagi.
“Gak ada pa, gak srek sama bule." Lucas pun menggelengkan kepalanya.
Nonna dan Ronald pun langsung saling berpandangan satu sama lain, dengan saling melempar senyuman yang seolah senyuman di antara keduanya begitu penuh makna. Dan Lucas yang menyadari hal itu, berhasil dibuat kebingungan saat melihat reaksi kedua orang tuanya yang terkesan aneh.
“Wait, wait! sebenernya ada apa sih??” Tanya Lucas yang mulai nampak bingung.
“Hehehe begini nak, gimana kalau kamu cepet-cepet nikah dan beri kami cucu??!” Ungkap Nonna.
Lucas yang mendengar hal itu sontak merasa terkejut bukan main.
“What??!!! Me,, menikah?? Cu,, cucu??!” Kedua mata Lucas pun begitu terbelalak.
“Eemm.” Nonna pun mengangguk cepat sembari tersenyum penuh semangat.
“Oh mom, are you kidding me?” Tanya Lucas yang kemudian kembali tergelak, seolah tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.
“No! Mama dan papa serius!” Tegas Nonna.
Namun belum sempat Lucas menjawab, tiba-tiba saja ponselnya berdering, hal itu pun akhirnya membuat perbincangan mereka jadi tertunda. Lucas pun bergegas meraih ponsel dari saku celananya, terlihat sebuah panggilan dari nomor luar negeri telah terpajang di layar ponselnya.
“Ma, pa, sorry, ada telepon dari partner kerjaku waktu di London, aku harus mengangkatnya.” Ucap Lucas.
“Ta,, tapi Lucas…”
“Maa, please!! Kita bahas lagi nanti, ok??”
Nonna pun seketika melesu.
“Ok, tapi janji ya?!”
“Ya, I promise. Ok?”
“Ok!” Nonna dengan berat hati akhirnya setuju dan kembali menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dengan lesu.
“Ok pa??” Kali ini Lucas menatap wajah Ronald yang kala itu terdiam tanpa respon.
“It’s ok, kita bisa bahas ini nanti, Right?”
“Yes, thanks pa.” Lucas pun tersenyum singkat hingga akhirnya ia bangkit dari duduknya.
Lucas pun segera mengangkat panggilan telepon sembari mulai beranjak pergi menuju kamarnya, sementara Nonna dan Ronald, hanya bisa terdiam memandangi kepergian Lucas.
“Ya udah lah maa, gak perlu lesu kayak gitu, masih ada hari esok, kita juga gak lagi terburu-buru kan.” Ucap Ronald yang mencoba menenangkan istrinya,
__ADS_1
Nonna pun hanya bisa kembali menatap wajah suaminya dengan tatapan tak bersemangat, lalu ia menghela nafas dalam hingga akhirnya ia hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda setuju.
...Bersambung…...