Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Kabar baik


__ADS_3

“Congrats Lucas, perusahaan ini sekarang sudah resmi berada dibawah kepemimpinan mu.” Ucap Ronald saat mereka sedang melangkah bersama keluar dari aula gedung itu,


“Thanks pa, tapi aku tetap butuh arahan papa dalam menjalani semua ini, kita sudah sepakat kan?”


“Hehehe ya, I know.” Ronald pun tersenyum sembari menepuk-nepuk pundak Lucas.


Saat itu Mitha hanya bisa menjadi pendengar yang baik dan terus saja diam sembari mengikuti langkah mereka dari belakang.


Tak lama, ponsel Ronald tiba-tiba saja berdering, membuatnya bergegas merogoh saku yang terdapat di dalam jasnya.


“Sebentar!” Ucapnya pelan.


Ronald menatap singkat layar ponselnya dan seketika sebuah senyuman tipis mulai terpancar dari bibirnya.


“Hallo istriku.” Jawabnya dengan wajah berbinar.


Ya, telepon itu ternyata dari Nonna, sang istri tercinta yang ingin menanyakan kabar berita tentang peresmian Lucas menjadi CEO.


“Gimana pa? Apa peresmiannya berjalan lancar?” Tanya Nonna dari balik telepon.


“Oh ya ma, semuanya udah beres, dan berjalan dengan lancar. Sekarang, papa udah resmi jadi pengangguran ma hehehe.” Jawab Ronald dengan tertawa kecil.


Lucas yang mendengar hal itu pun sontak ikut tersenyum tipis sembari mendengus.


“Hehehe gak papa, walaupun sekarang papa jadi pengangguran, mama tetep cinta kok.”


“Hehehe, si mama bisa aja.” Ronald pun terkekeh geli kala mendengar gombalan dari istrinya yang sudah tak lagi muda.


“Ya udah deh kalau gitu pa, sekalian mama mau izin, mama mau pergi arisan, jadwal arisan kami di undur jadi hari ini pa, karena kemaren ada beberapa orang yang gak bisa.”


“Oh ya udah ma, bilang sama supir supaya hati-hati ya bawa mobilnya, jangan sampai istri papa yang paling cantik ini kenapa-napa, ok?”


“Ih papa juga bisa aja deh, hehehe." Nonna pun akhirnya ikut terkekeh geli.


"Ya udah ya pa, mama tutup dulu, bye pa."


"Bye ma."


Panggilan telpon pun berakhir, Namun hanya berselang beberapa detik saja, tiba-tiba ponsel Ronald kembali berdering. Kali ini Ronald terlihat sedikit mengernyitkan dahinya kala melihat nama seseorang yang menelponnya saat itu.


“Siapa pa? Kenapa ekspresi papa jadi berubah gitu?" Tanya Lucas yang mulai dibuat penasaran.


“Oh eemm ini Vino, GM yang kemaren pernah kita bahas.” Jawab Ronald dengan tenang, yang kemudian langsung mengangkat panggilan itu.


*Deeegg* 

__ADS_1


Mendengar nama Vino, entah kenapa mendadak membuat jantung Mitha kembali berdebar,


“Kak Vino, andai kamu meneleponku juga, untuk ngasi semangat supaya kuat ngejalani tugas berat ini.” Gumam Mitha lirih dari dalam hati.


Sementara Lucas memiliki respon yang berbeda, saat itu ia terlihat cukup tidak senang saat mendengar nama Vino. Meski secara langsung ia sama sekali belum mengenal Vino, namun entah kenapa ia sudah sangat tidak suka dengan sosok itu. Lucas pun langsung melirik ke arah Mitha yang ada di belakangnya, saat itu tatapan Mitha nampak kosong dengan raut wajahnya yang juga terlihat begitu sendu, benar-benar terlihat seperti banyak pikiran dan tidak bahagia.


“Hmm, apa dia mulai kembali memikirkan lelaki payah itu???”  Gumam Lucas dalam hati.


“Ya, hallo Vino.” Jawab Ronald dengan semangat.


“Hallo pak, selamat pagi.”


“Hmm ya, pagi.”


“Pak saya baru dapat informasi, apa benar sekarang bapak sudah resmi tidak menjabat sebagai Presdir di perusahaan bapak lagi?” Tanya Vino memastikan,


“Hehehe iya Vin. Akhirnya anak sulung saya setuju untuk menggantikan posisi saya di perusahaan ini.”


“Hmm syukur lah pak, semoga dengan ini, bapak jadi semakin banyak waktu untuk beristirahat dan menikmati hidup, dan semoga perusahaan kita ini akan terus maju di bawah kepemimpinan anak sulung bapak.”


“Hehehe iya, terima kasih banyak doanya Vino."


"Sama-sama, pak."


"Oh ya, lalu gimana proyek disana? Apa berjalan lancar?”


“Hehehe iya, saya senang karena selain cekatan dan loyal, kamu juga sangat inisiatif. Hmm apa yang mau kamu laporkan?"


“Hari ini tugas saya di kota A sudah selesai pak, semuanya sudah clear dan tidak ada hambatan apapun, maka langsung bisa dilakukan pembangunan. Dan besok pagi, saya akan langsung pindah ke kota B pak, mohon doanya juga ya pak semoga lancar.”


“Oh bagus itu! Dan pasti akan saya doakan hehehe, semoga pekerjaanmu cepat selesai disana, agar kamu bisa segera kembali ke kantor utama, karena saya ada menyiapkan sesuatu untukmu.”


“Sesuatu apa pak?”


“Nanti saja, saat kamu kembali, kamu bisa menghadap saya di rumah. Ok?”


“Oh baik pak kalau begitu.”


“Hmm ya sudah.”


Ronald pun mengakhiri panggilannya, saat itu dahi Lucas nampaknya dibuat begitu mengkerut saat mendengar perkataan papanya.


“Memangnya apa yang papa siapin untuk GM itu pa??” Tanya Lucas yang begitu sentimen pada Vino.


“Hmm ya, papa lupa bilang sama kamu, sebelum papa bener-bener pergi ninggalin kantor ini, ada satu permintaan papa yang harus kamu kabulkan.” Ronald pun kembali memegang pundak anaknya.

__ADS_1


“Apa itu pa??”


“Sekarang kamu udah resmi jadi CEO serta presdir, otomatis sekarang ini, jabatan Direktur keuangan kembali kosong, right?”


“Hmm ya, terus??” Lucas pun semakin mengerutkan dahinya karena ia mulai memiliki perasaan yang tidak enak,


“Nah, tolong biarkan posisi itu kosong untuk sementara waktu, sampai Vino kembali, karena papa berniat mau menaikkan lagi jabatannya kalau tugasnya di luar kota udah berhasil semua.” Pinta Ronald dengan tenang.


Mendengar hal itu, sontak membuat kedua mata Lucas serta Mitha jadi membulat sempurna.


“What???!!” Lucas pun terkejut hingga seketika menghentikan langkahnya.


“Hah?! Kak Vino mau di angkat jadi Direktur keuangan?? Waw hebat banget dia, aaaaah aku jadi makin yakin kalau aku gak salah mencintai dia.” Gumam Mitha dalam hati yang nampaknya cukup senang dengan keputusan Ronald


“Ada apa?” Ronald pun ikut menghentikan langkahnya dan mulai menatap Lucas dengan bingung.


“Apa aku gak salah denger pa???”


“No!" Ronald pun menggelengkan pelan kepalanya.


“Paaa,,, are you kidding?” Lucas nampaknya masih sulit percaya dengan keputusan papanya.


“Memangnya kenapa Lucas??”


“Pa, bukannya papa baru aja naikin jabatannya jadi GM? Kenapa udah mau naikin jabatannya lagi jadi Direktur keuangan?? Apa keputusan papa ini gak terkesan terlalu terburu-buru dan kayak dipaksakan??!!” Ungkap Lucas yang seolah tidak terima.


“Enggak Lucas, awalnya sebelum posisi Direktur utama itu papa serahin ke kamu, papa udah berencana untuk memberikan posisi itu untuk Vino. Niat papa kemarin, kalau Vino berhasil dalam menyelesaikan tugasnya di luar kota tanpa ada masalah, maka papa bakal kembali mengangkatnya jadi Direktur keuangan. Tapi karena kemaren kamu memutuskan untuk bergabung, maka posisi itu papa berikan untuk kamu. Dan sekarang kamu sudah resmi jadi CEO, maka papa mau kembali ke rencana awal." Jelas Ronald masih dengan pembawaannya yang tenang.


“Ta,, tapi paaa..”


“Lucas, tolong permintaan papa yang satu ini jangan dibantah, please! Kamu kayak gini mungkin karena kamu belum ketemu langsung dengan Vino. Nanti kalau kamu udah ketemu dan mengenalnya, mungkin kamu juga bakal langsung setuju. Kamu tanya aja sama Mitha gimana kinerja Vino di kantor,”


“Bukan begitu Thaa??” Tanya Ronald yang kali ini mulai menoleh ke arah Mitha.


“Oh hmm, iy,, iya pak, bener!" Jawab Mitha dengan cepat.


Mendengar jawaban Mitha bukan malah membuat Lucas semakin yakin, ia justru mendengus,


“Haiss, kalau papa nanyanya sama dia, ya jelas lah, udah pasti dia bakal jawab kegitu!!” Ketus Lucas yang semakin terlihat tak senang.


“Loh memangnya kenapa??” Ronald pun kembali mengernyitkan dahi tanda tak mengerti.


Namun Mitha yang juga mendengarnya, sontak kembali dibuat terkejut dan mulai merasa ketar-ketir, karena ia sama sekali tidak ingin ada orang lain lagi yang mengetahui tentang perasaannya pada Vino. Ia pun seketika langsung melototi Lucas seolah sedang mengancamnya agar tidak memberitahukan tentang perasaannya terhadap Vino pada Ronald. Dan Lucas yang menyadari dan paham akan hal itu pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk memberitahukan hal itu pada papanya.


“Hmm gak ada, forget it!” Pungkas Lucas yang tak ingin memperpanjang hal itu lagi.

__ADS_1


...Bersambung…...


__ADS_2