
"Astaga!! Mukamu kenapa nak? Kamu abis berantem ya?? Ngaku!!!" Tanya Nonna yang seketika meraih wajah Lucas sembari memandanginya dengan cemas.
"Ah tenang aja ma, cuma luka ringan kok, tadi ada insiden kecil di cafe, tapi masalahnya juga udah selesai kok." jelas Lucas yang tidak ingin membuat Nonna cemas.
Nonna pun terdiam memandangi anaknya dengan mengernyitkan dahi, nampak raut wajah kecemasan saat itu terpajang jelas di wajah Nonna,
"It's ok, it's ok, aku gak papa kok ma, tenang ya." Ucap Lucas lagi sembari mengusap-usap lembut tangan Nonna.
"Ya ampun Lucas!! Lain kali jangan gitu lagi ya, mama khawatir loh ini, serius!"
"Iya ma, gak lagi, promise!"
Nonna pun akhirnya menghela nafas sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya udah, jadi hal apa yang bikin mama masuk ke kamarku malem-malem gini ha??" Tanya Lucas dengan tenang sembari tersenyum tipis.
Karena kejadian yang terjadi di cafe, nampaknya membuat Lucas lupa tentang pertemuannya yang gagal tadi siang,
"Hiss, kok malah nanya lagi sih? ya jelas lah mama mau kelanjutannya." Jawab Nonna yang kembali terlihat bersemangat.
"Kelanjutan apa ma?" Tanya Lucas sembari mulai mengerutkan dahinya,
"Aduhh Lucas, kamu ini beneran lupa atau sengaja mau bikin mama kesel sih, ya kelanjutan pertemuan kamu dengan calon istri dong, apa lagi??"
"Oh ya, ya! Hmm tentang itu, aku juga mau bahas itu sama mama." Lucas pun akhirnya kembali teringat,
"Ok, jadi gimana??" Jadi Nonna yang terlihat semakin semangat dan seolah tak sabar ingin mendengar cerita Lucas.
"Skip ma, big no untuk perempuan begitu! No, no, no!" Tegas Lucas sembari menggelengkan kepalanya.
"Hah??! Kok No??! Memangnya kenapa? Apa dia ada bikin kesalahan atau apa??" Tanya Nonna yang nampak terkejut dengan pernyataan Lucas.
"Mama tau, di moment pertama aja dia udah ninggalin kesan buruk, udah berjam-jam aku buang-buang waktu cuma untuk nungguin perempuan pilihan mama itu, tapi apa? Batang hidungnya pun gak ada keliatan sama sekali." Jelas Lucas yang kembali terlihat kesal.
Mendengar hal itu Nonna pun seketika kembali mengerutkan dahinya.
"Jadi kamu belum ketemu dengan dia??"
"Ya belum lah, gimana mau ketemu kalau dia aja gak datang! nomornya juga gak aktif pas aku telpon, bener-bener gak jelas, skip deh ma skip!"
"Aneh banget deh, tadi siang waktu mama telpon tante Mely, dia bilang Mitha udah ada di cafe itu. Tapi kok bisa gak ketemu ya?" Ucap Nonna yang terlihat bingung sembari mulai menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Mendengar Nonna menyebut nama Mitha, sontak membuat Lucas tiba-tiba tercengang.
__ADS_1
"Hah? Mama bilang siapa barusan? Mitha??" Tanya Lucas lagi.
"Iya, Mitha!" Nonna pun mengangguk sembari tersenyum sumringah.
"Ka,, kalau Mitha, aku ada ketemu dia di cafe itu, ta,, tapi dia bilang dia sedang menunggu temennya." Ucap Lucas yang mendadak jadi salah tingkah.
"Hmm pasti dia malu itu hihihi." Nonna pun cengengesan.
Sedangkan Lucas, seketika mulai nampak tersipu malu.
"Ja,, jadi, perempuan yang mama maksud itu...??"
"Yess, Dia adalah Mitha hehehe." Jawab Nonna sembari mengangguk.
Lucas pun tak kuasa menahan senyumannya yang tiba-tiba terpancar begitu saja di wajah tampannya.
"Nahh senyum-senyum sendiri?? Hmm pertanda apa ini??" Goda Nonna yang ikut kembali tersenyum.
"Haiss maaaaa," Lucas terlihat malu hingga wajahnya kembali memerah.
"Gimana pilihan mama? Ha? Gimana??"
"Tau ah." Jawab Lucas yang masih berusaha untuk kembali menahan senyumannya.
"Aaagh mama udah feeling kamu pasti gak bakal bisa nolak pilihan mama, yakan?"
"Why not??"
"Terus gimana sama Mitha? Apa dia setuju? Karena kudengar dia udah ada laki-laki yang ia sukai."
"Oh ya? Hmm coba nanti mama tanya tante Mely deh."
Lucas pun terdiam.
"Tapi kalau dari kamu gimana? Kamu setuju kan?" Tanya Nonna lagi yang kembali mencolek dagu sang putra sulung.
"Hmm aku ikut apa kata mama aja deh, karena aku ingin mencoba jadi anak yang berbakti." Jawab Lucas yang masih saja gengsi untuk mengakuinya.
"Halahh, bilang aja kalau kamu emang udah suka sama Mitha,"
"Apasih maaa aah."
"Hih, masih aja mau rahasia-rahasiaan sama mama,"
__ADS_1
"Ya udah ah ma, udah malem, aku mau tidur ah, ngantuk." Elak Lucas yang langsung berbaring sembari menenggelamkan wajah merahnya di balik bantal.
"Hmm ok, ok! Kalau gitu mama keluar deh, kamu tidur deh ya."
"Iya ma, good night." Jawab Lucas dengan wajahnya yang masih ia sembunyikan di balik bantal.
"Night son, semoga mimpi Mitha ya, ehh mimpi indah maksudnya hehehe."
"Maaaa aahh!"
"Iya, iya mama keluar deh."
"Jangan lupa tutup pintunya ma." Teriak Lucas dari balik bantalnya.
"Iya!"
Nonna pun akhirnya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya kala melihat gelagat Lucas yang begiu terlihar jelas seperti orang yang sedang jatuh cinta. Nonna pun keluar, menyadari hal itu, Lucas seketika langsung menoleh ke arah pintu kamar, memastikan jika mamanya benar-benar sudah keluar dari kamarnya, dan seketika ia pun kembali duduk bersandar di kepala ranjang dengan senyuman yang seolah tidak lenyap dari wajah tampannya.
"Mitha?? Aku benar-benar dijodohkan dengan Mitha??" Tanya Lucas lagi seorang diri yang seolah masih sulit percaya.
"Tapi tadi, kenapa dia langsung pergi? Dan kenapa dia bilang janjian sama temen? Berarti dia bohong dong." Lucas lagi-lagi kembali tersenyum.
"Aaagh astaga, kenapa aku ini? Kenapa jadi susah banget untuk nahan senyum? Aah ya ampun, kayaknya aku bener-bener udah gila sekarang." Celetuknya lagi yang mulai memejamkan kedua matanya, namun tetap saja bibirnya masih saja tersenyum.
Ke esokan harinya...
"Jadi bener kalau yang di jodohkan sama aku itu adalah Lucas??!" Tanya Mitha pada kedua orang tuanya saat mereka tengah duduk bersama di ruang keluarga.
"Lucas itu yang tadi malam nganterin kakak pulang kan ya? Wahhh, beruntung banget kakak bisa dijodohin sama dia, udah tajir melintir, ganteng, gentleman lagi." Celetuk Duddy.
"Duddy, diem dulu ih!!" Mitha pun sedikit menggeram.
"Hmm iya, iya sorry hehehe." Sedangkan Duddy hanya bisa cengengesan.
"Iya Mitha, tadi pagi tante Nonna juga sudah menelpon mama, katanya Lucas sudah setuju." Jawab Mely.
"Hah??!! Di,, dia setuju?"
"Iya." Mely pun tersenyum lebar sembari menganggukkan kepalanya.
"It,, itu berarti dia juga udah tau kalau mau di jodohin sama aku?"
"Dia baru tau tadi malam kalau yang di jodohkan dengannya itu adalah kamu."
__ADS_1
"Mitha, laki-laki yang seperti apalagi yang kamu cari nak? Untuk seorang perempuan, usiamu ini sudah cocok untuk menikah, dan lagi kalau kamu menolak, itu artinya keluarga kita bakalan merasa gak enak seumur hidup dengan keluarga Ronald, apa yang nanti bakal mereka pikirkan tentang kamu? Bukannya kamu pernah bilang kalau pak Ronald itu sangat baik dan peduli padamu, terus apa kamu tega nolak niat baik mereka?" Tambah ayahnya.
...Bersambung......