
Setengah jam berlalu, Mitha dan Lucas nampak keluar dari Supermarket dengan barang belanjaan masing-masing. Saking banyaknya cemilan jajanan yang dibeli Lucas, ia sampai harus menenteng plastik belanjaan itu dengan kedua tangannya.
"Haaaissh, bener-bener ngerepotin banget!" Celetuk Lucas pelan.
Mitha yang mendengar hal itu sontak mendengus pelan sembari tersenyum mengejek.
"Hmm lagian, beli jajanan segitu banyak, kayak gak pernah jajan aja, doyan apa maruk sih!" Ejek Mitha.
"Heh! Kamu kalau gak tau apa-apa mending diem deh!" Ketus Lucas dengan wajah masam.
Tak lama, ponsel Lucas pun berdering, membuat Lucas lagi-lagi mendengus pelan.
"Hiss, ini pasti Dara!" Celetuknya pelan sembari meletakkan bungkusan belanjaannya ke lantai dan kemudian bergegas merogoh saku celananya.
"Nah kan bener." Tambahnya lagi yang langsung menjawab panggilan sang adik.
"Hmm, ya?" Sahut Lucas datar.
"Kak, kakak sama kak Mitha pergi kemana? Kok udah gak ada di restoran?"
"Kami ke Supermarket yang gak jaub dari restoran itu, ayo cepatlah kesini!"
"Hmm, ok ok."
Panggilan telpon pun berakhir, Lucas kembali memasukkan ponselnya dengan masih memasang wajah masam,
Beberapa menit kemudian, Dara dan Nana pun muncul menghampiri mereka.
"Wahhh kalian belanja bareng ya? Aaaa so sweet." Goda Dara dengan wajah sumringah.
"Kamu juga, dateng-dateng langsung ngomong ngasal! Dari mana aja sih? Lama banget beli mainan doang!" Ketus Lucas nampak tak senang.
"Hmm ya sorry, tapi kakak seneng kann??" Goda Dara lagi sembari mulai mencolek dagu sang kakak.
"Seneng apanya cobak?"
"Ya senang la, bisa punya lebih banyak waktu dengan kak Mitha yang cantik, hehehe."
Mendengar hal itu membuat Lucas seketika melirik ke arah Mitha yang saat itu juga terlihat memasang raut wajah datar.
"Gak ah, biasa aja! Lagian sekarang dia adalah Sekretarisku, bakalan hampir setiap hari bersama."
Mitha yang mendengar hal itu memilih acuh bahkan langsung kembali bersuara untuk mengalihkan topik.
"Gimana Nana, apa Nana sudah beli mainan yang Nana suka?" Tanya Mitha kemudian.
Nana pun mengangguk senang sembari menunjukkan dua buah boneka barbie yang tengah di pegangnya.
"Bilang apa sama Aunty Dara?"
__ADS_1
"Nana udah bilang makasi kok Aunty, sama Aunty Dara yang baik ini." Jawab Nana polos.
"Nah, anak pinter." Mitha pun tersenyum sembari mengusap-usap ujung kepala Nana.
Saat itu tak sengaja Lucas melihat moment itu, moment dimana ia merasa ada sisi lain lagi yang berbeda dari Mitha, yaitu sisi keibuan yang entah kenapa membuat jiwa Lucas menghangat.
"Kak, kakak beli apa itu? Banyak banget? Bukannya waktu di rumah tadi kakak bilang gak ada yang mau dibeli?" Tanya Dara yang mulai penasaran.
"Aku juga gak tau, ini semua asal ngambil aja!" Jawab Lucas datar.
"Ini nah," Lucas pun memberikan satu bungkus besar aneka cemilan yang ia beli.
"Loh, enak aja aku yang disuruh bawa!" Tolak Dara.
"Ini untukmu, mau gak??"
"Hah serius kak??" Wajah Dara sontak begitu berbinar.
"Hmmm" Jawab Lucas mengangguk singkat.
"Yeay, asik." Sora Dara lagi yang seketika langsung meraih sebuah kantong belanjaan yang berukuran besar itu.
"Apa aja sih ini? Banyak banget?" Celetuk Dara pelan sembari mulai mengejak isi dalam kantong plastik berwarna putih itu.
"Waahh, ada banyak coklat kesukaanku, yeayy." Dari lagi-lagi nampak kesenangan,
"Aaaaa yang ini juga kripik kentang favoritku banget, yuhuuu." Ujarnya lagi.
"Hmm ya, semoga sesudah makan semua makanan itu, kamu jadi makin gendut!!" Ejek Lucas.
"Hiiisss enak aja!! Jangan gitu dong doanya, tega banget sih."
Lucas hanya mendengus pelan, lalu tidak sengat menatap ke arah Nana yang kala itu terdiam memandanginya dengan wajah polosnya.
Lucas pun kembali melirik ke arah sisa satu kantong plastik besar yang masih ia pegang.
"Hei anak kecil, sini deh!" Panggil Lucas.
Saat itu Nana sontak menoleh ke arah Mitha dengan raut wajah yang terlihat sedikit takut.
"Kenapa Nana? Kamu takut ya?" Tanya Mitha pelan.
Nana pun mengangguk.
"Hmm, dia gak mau pak, dia takut dengan anda!" Ucap Mitha datar.
"Takut??!!" Kedua mata Lucas sontak kembali membulat saat menatap Mitha.
Lucas pun kembali menatap Nana yang masih diam di tempatnya, lalu memilih untuk mendekatinya.
__ADS_1
"Kenapa kamu takut? Memangnya wajahku menyeramkan?" Tanya Lucas sembari mulai berjongkok di hadapan Nana.
Nana pun menggelengkan pelan kepalanya,
"Muka uncle gak serem kok, malah muka uncle sangat ganteng." Jelas Nana polos,
"Ganteng ya??" Lucas pun mulai tersenyum penuh percaya diri.
Sedangkan Mitha yang mendengarnya, sontak nampak sedikit tak senang.
"Dihh, Nana ini beneran polos banget deh! Ngapain coba pake acara bilang dia ganteng, liat deh tuh mukaknya, jadi langsung besar kepala deh tu orang!!" Ketus Mitha dalam hati.
"Tapi,,," Ucap Nana kemudian dengan sedikit ragu-ragu.
"Tapi?? Kok harus ada tapi-tapi lagi sih?? Tapi apa?" Tanya Lucas yang mulai mengernyitkan dahinya.
"Uncle ganteng, tapi galak!" Ucap Nana kemudian.
Mitha dan Dara yang mendengar hal itu sontak terkekeh geli.
"Hahaha bener banget kamu Nana, dia memang galak, ibu tiri aja kalah galak sama dia hahaha." Sambar Dara.
Saat itu masih memilih untuk diam dan terus menutup rapat mulutnya demi menahan tawanya. Sedangkan Lucas, saat itu ia justru terlihat melesu, ia sama sekali tidak bisa marah karena yang mengatakan hal itu adalah anak kecil.
"Haaaiiss, kamu bener-bener nyakiti hatiku banget Na." Celetuk Lucas sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Makanya jangan galak-galak dong uncle, biar Aunty Mitha suka." Jawab Nana.
"Hussss, Nana! Kok ngomong gitu?" Ucap Mitha yang langsung menutup mulut anak kecil yang polos itu.
Lagi-lagi akhirnya Lucas hanya mendengus pelan, dan memilih untuk tidak memperpanjang tentang hal itu lagi.
"Kamu suka ngemil gak Na?" Tanya Lucas kemudian.
"Suka." Nana pun mengangguk.
"Hmm ya udah, yang ini untuk kamu aja ya!" Lucas pun meletakkan kantong belanjaan yang besar itu di hadapan Nana.
"Beneran Uncle?" Tanya Nana yang tak kalah berbinar.
"Iya, ini bisa jadi stok jajan kamu selama satu minggu, bahkan mungkin bisa lebih."
"Wahhh banyak banget jajannya, makasi ya uncle baik." Ucap Nana yang dengan wajah berbinar mulai memandangi aneka cemilan yang begitu banyak di dalam kantong belanjaan itu.
Lucas pun kembali berdiri, lalu menatap Mitha yang kala itu masih diam memandanginya dengan tatapan yang berbeda.
Sama dengan Lucas sebelumnya, entah kenapa hati Mitha mendadak terasa tersentuh saat melihat Lucas melakukan hal itu pada Nana yang ia tau jika Nana memang berasal dari keluarga yang sederhana,
"Ternyata laki-laki ini punya sisi lembut juga, hmm baguslah, seenggaknya aku agak lega karena yakin kalau dia ini emang beneran manusia, bukan setan yang sama sekali gak punya hati."
__ADS_1
...Bersambung......