Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Di antar pulang


__ADS_3

Bayu dan Aryo pun hanya bisa terdiam sembari saling berpandangan.


"Ah ya udah, kayaknya saya udah selesai ngobati luka anda pak Lucas." Ucap Mitha yang bergegas langsung keluar dari mobil Lucas.


Lucas pun ikut keluar dan berdiri di antara dua temannya, namun tak berapa lama, Duddy pun muncul menyusul Mitha. Lucas yang melihat kedatangan Duddy ke arah mereka, langsung saja kembali tersulut emosi hingga langsung mengecakkan tangannya di pinggang.


"Heh!! Pacar macam apa kau ini ha?! Bisa-bisanya ninggalin pacarmu sendiri di cafe dan hampir dipukul sama laki-laki bajingan!!" Amuk Lucas.


Bayu dan Aryo pun seketika menatap Duddy dengan raut wajah bingung,


"Hah??!! Pacar???" Tanya keduanya,


Mitha pun seketika ingin terkekeh geli namun masih berusaha untuk menahan tawanya. Sedangkan Duddy yang awalnya terkejut saat di amuk Lucas, akhirnya mulai mendengus pelan dan tersenyum.


"Hehehe tenang, tenang! Sebenarnya aku bukan pacar kak Mitha, tapi adiknya." Jelas Duddy singkat.


Mendengar hal itu, sontak kedua mata Lucas seketika membulat sempurna.


"Hah?!!! A,,, adik?? Maksudmu adik kandung?"


"Iya adik kandung, apa kami keliatan gak mirip?" Jawab Duddy dengan tenang.


Lucas pun seketika menoleh ke arah Mitha dengan tatapan sedikit tajam, hal itu terjadi karena Lucas merasa dikerjai dan dipermainkan oleh wanita yang kini sering berlalu lalang di pikirannya itu.


"Jadi dia adikmu??!" Tanya Lucas lagi seolah ingin lebih memastikannya dari Mitha.


Dengan sedikit kikuk, Mitha pun akhirnya mengangguk singkat.


"Bukan pacar???"


Kali ini Mitha langsung menggelengkan kepalanya.


"Haissh bener-bener kamu ya!!" Lucas pun mulai menggerutu, sedangkan Mitha hanya bisa cengengesan.


"Hmm pantes aja aku kayak gak yakin waktu denger Lucas bilang pacar, karena aku sepertinya pernah melihatnya waktu menjemput Mitha, dan Mitha bilang itu adiknya. Bukan begitu Mitha?" Ungkap Bayu.


"Hehee iya bener, ternyata kamu masih inget ya."


"Of course aku inget semua tentang kamu hehehe." Ucap Bayu.


Lucas yang mendengar hal itu sontak hanya bisa memutarkan kedua bola matanya, sedangkan Mitha hanya bisa tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Owh gimana urusanmu dengan Cindy? Udah selesai?" Tanya Mitha yang kembali menatap Duddy.


"Anggap aja udah kak."

__ADS_1


"Loh kok gitu? Kamu gak putusin dia secara terang-terangan??"


"Udah kak, tapi Cindy malah nangis-nangis gak jelas,"


"Bentar-bentar, ini maksudnya gimana ya?" Tanya Bayu yang terlihat bingung mendengar pembicaraan mereka.


"Hmm jadi, laki-laki yang hampir memukulku tadi, dia itu adalah selingkuhan Cindy, dan Cindy itu ya pacar Duddy. Kami kesini emang sengaja mau menangkap basah mereka pas lagi selingkuh." Jelas Mitha secara singkat.


"Owhh jadi gitu??"


"Terus kenapa bisa kamu yang hampir di pukul sama bajingan itu?" Kali ini giliran Lucas yang bertanya.


"Ya karena dia marah padaku karena aku memarahinya saat ingin menyerang adikku."


"Hmm ada-ada saja." Lucas pun akhirnya menggelengkan kepalanya.


"Ya udah kalau gitu, udah malem ni, Duddy ayo kita pulang!" Ajak Mitha.


Duddy pun mengangguk tanda setuju, namun belum sempat Duddy dan Mitha meninggalkan tempat itu, Cindy dengan muka temboknya kembali datang menghampiri mereka dengan membawa serta wajah sembabnya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Cindy lirih,


"Ya pulang lah, untuk apa lagi aku lama-lama disini?" Jawab Duddy sedikit ketus.


"Sendiri? Terus kemana selingkuhanmu tadi ha? Bukannya kamu datang kesini sama dia? Ya pulangnya minta anterin dia lagi dong." Jawab Duddy yang terlihat tersenyum sinis.


"Aku gak tau dia kemana, lagian aku mau pulangnya sama kamu, please." Cindy pun nampak begitu memelas.


Membuat Mitha yang melihat hal itu sontak menghela nafas kasar, meskipun dia begitu kesal dengan Cindy yang dengan tega menyelingkuhi adiknya, namun sebagai sesama perempuan tentu saja ia masih mempunyai hati nurani sehingga merasa tidak tega jika membiarkan Cindy sendirian, terlebih dia seorang perempuan.


"Hmm ya udahlah Duddy, kita anterin aja dia pulang." Ucap Mitha sembari menyentuh pundak Duddy,


"Kakak yakin mau anterin dia pulang?"


"Udahlah, kasihan kalau perempuan sendirian disini malem-malem." Bisik Mitha.


Cindy dengan tatapan sendunya pun seketika menghampiri Mitha, tanpa segan ia pun langsung memegang kedua tangan Mitha.


"Kak Mitha, makasih sebelumnya, tapi tolong kakak kasi aku kesempatan untuk bicara lagi berdua dengan Duddy kak, please kak, ini terakhir kalinya, please." Ucap Cindy yang nampak begitu memohon pada Mitha.


"Kamu udah gila ya? Terus kakak ku pulang naik apa? Kamu suruh naik taksi??" Ketus Duddy.


Sedangkan Mitha seketika hanya terdiam dengan dahinya yang mengernyit.


"Please kak Mitha, tolong kak, sekali ini aja kasi aku kesempatan untuk bicara lagi sama Duddy, berdua."

__ADS_1


"Ok, tapi ini terakhir kalinya ya kamu berhubungan dengan adikku, selebihnya aku gak bakalan mau nolong kamu lagi!!" Tegas Mitha.


"Kak, maksud kakak, kakar rela pulang naik taksi malem-malem gini demi dia???" Tanya Duddy yang seolah tidak habis pikir.


"Udahlah, kamu selesaiin aja urusan kamu sama perempuan ini, sisanya kakak gak mau begini lagi,"


"Hmm gak perlu cemas bro, aku bisa anterin kakakmu pulang." Ucap Lucas secara tiba-tiba.


Mitha yang mendengar hal itu seketika langsung dibuat menoleh ke arah Lucas dengan tatapan terkejut.


"Beneran??" Tanya Duddy lagi.


"Hmm, itupun kalau kakakmu mau." Jawab Lucas dengan tenang sembari melirik singkat ke arah Mitha yang kala itu tengah memandanginya.


"Hmm kak Mitha, kalau kakak gak mau buat aku cemas, tolong kakak pulang sama bos kakak ini aja ya, jangan naik taksi, jaman sekarang ada banyak kejahatan di dalam taksi yang sasarannya adalah perempuan." Ungkap Duddy yang mulai menatap penuh harap pada Mitha.


"Hais, udah deh gak usah dulu pikirin kakak, urus aja dia dulu. Anterin dia pulang dan setelah itu kamu harus langsung pulang. Paham??"


"Iya kak siap!"


Mitha pun mengangguk singkat, lalu Duddy pun segera pergi menuju mobilnya dan segera di susul oleh Cindy.


"Makasih banyak kak Mitha." Ucap Cindy sebelum akhirnya ia benar-benar pergi.


"Hiiss, menyebalkan sekali!!" Gerutu Mitha pelan yang tetap masih bisa di dengar oleh Lucas yang berdiri tak jauh darinya,


"Hmm, kayaknya kamu gak ikhlas saat menolong perempuan itu." Celetuk Lucas sembari tersenyum tenang.


"Memang enggak, tapi berhubung kami sesama perempuan dan aku masih punya empati, jadi ya gitu deh."


Tak lama, Bayu pun kembali bersuara.


"Bro, ka,, kamu serius mau mengantar Mitha pulang??"


Lucas dan Mitha pun seketika menoleh ke arah Bayu.


"Kenapa? Kamu cemburu? Hmm kalau begitu kamu aja yang antar!" Ucap Lucas yang sedikit menggertak, karena ia tau jika Bayu datang ke cafe hanya dengan naik motor berboncengan dengan Aryo.


"Aku mau banget, tapi kan kami hanya naik motor, tidak mungkin membawa Mitha yang cantik naik motor malem-malem gini, nanti masuk angin."


"Nah itu kamu tau, jadi udah ya, jangan mikir aneh-aneh." Ucap Lucas sembari tersenyum.


Akhirnya dengan berat hati, Bayu pun merelakan sang pujaan hatinya pulang di antar oleh Lucas.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2