
“Mitha, kok kamu diem aja? Gimana, apa kamu maafin Lucas, sayang?” Tanya Nonna dengan lembut.
“Oh hehehe iya gak apa kok tante, Mitha juga gak terlalu ambil hati kok.” Jawab Mitha dengan senyuman terpaksa.
Nonna pun akhirnya tersenyum, begitu pula dengan Ronald dan Dara.
"Tuh kak, untung kak Mitha baik." Tambah Dara.
Beberapa puluh menit berlalu, kini makan malam telah usai, bik Nur pun bergegas mengangkut seluruh piring kotor yang ada di atas meja. Lucas langsung bangkit dari duduknya lebih dulu, seolah bersiap untuk beranjak pergi meninggalkan meja makan yang malam itu udaranya seakan terasa sangat panas baginya, sepanas hatinya kala itu.
“Lucas tunggu! mau kemana buru-buru pergi?” Tanya Nonna.
“Mau ke kamar ma, mau siap-siap!” Jawabnya datar.
“Siap-siap?? Siap-siap kemana?” Dahi Nonna pun mulai mengkerut.
“Mau nongkrong di luar ma, sama Dika dan Aryo."
“Heeemm gitu, oh ya udah sekalian kalau gitu antar Mitha pulang ya.” Kali ini Nonna kembali melebarkan senyumannya.
Namun hal itu sontak membuat kedua insan yang terlibat perang dingin itu langsung ketar-ketir.
“Haaaiiss maaaa, aku udah janjian sama Dika dan Aryo.” Rengek Lucas lagi yang merasa keberatan dengan perintah Nonna.
“Tapi kamu kan bisa jumpai mereka sesudah nganterin Mitha pulang.” Pujuk Nonna,
“Ehh, gak usah tante, Mitha kan naik mobil.” Jawab Mitha yang lupa bahwa mobilnya sedang diperbaiki.
Namun entah kenapa, mendengar jawaban Mitha yang agak janggal, sontak membuat bik Nur yang kebetulan masih berada disana berceletuk.
“Ohh mbak Mitha naik mobil sendiri ya?? Tapi kenapa tadi bibi gak liat mobil mbak Mitha waktu datang kesini ya? Hemm, apa mbak parkirin di luar gerbang?!” Tanya Bik Nur yang juga merasa penasaran.
Pertanyaan bik Nur akhirnya membuat Mitha seketika tersadar dan ingat, jika mobilnya sedang rusak. Bukan hanya bik Nur, semua orang yang berada disana pun ikut terdiam memandangi wajah Mitha, seolah mereka menantikan penjelasan darinya.
“Oh iya astaga aku lupa, mobilku kan lagi dibenerin di bengkel ya." Gumam Mitha pelan sembari menepuk jidatnya.
"Kenapa mobil mu Tha? Kok bisa masuk bengkel? Terus tadi kamu kesini naik apa? Taksi?" Tanya Ronald yang bisa mendengar gumaman Mitha.
"Hmm hehe iya om Mitha lupa kalau tadi kesini naik taksi online, karena mobil tiba-tiba aja gak bisa di starter tadi pas mau kesini." Jelas Mitha singkat.
"Ya ampun, ya udah kalau gitu biar Lucas aja yang antar kamu pulang ya, udah malam ini." Tegas Ronald.
"Jangan om, Mitha naik taksi online aja."
“Astaga Mithaaa! ini udah malem loh sayang, kamu itu perempuan, dan tante gak mau kamu pulang sendirian, apalagi naik taksi online, duhhh bahaya!” Cegah Nonna.
“Bener apa kata tantemu Tha, jaman sekarang udah banyak kejadian di taksi online yang viral, mulai dari pelecehan sampai perampokan.” Tambah Ronald.
"Duhh tuh kann, tante aja serem loh dengernya."
“Lucas, pokoknya mama minta kamu anterin Mitha pulang! Ok?" Kali ini Nonna kembali menatap anak sulungnya dengan tegas.
Lucas, saat itu ia hanya bisa diam sembari kembali menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
“Ayolah Nak, pleaseee.” Nonna terus membujuk Lucas dengan penuh harapan.
__ADS_1
Melihat reaksi Lucas yang seperti ogah-ogahan membuat Mitha kembali bersuara, karena sejujurnya, ia pun sangat tidak ingin di antar pulang oleh Lucas.
“Tantee, gak apa-apa kalau dia gak mau…..”
“Ya udah, iya!” Jawab Lucas yang langsung memotong ucapan Mitha.
Bisa dilihat dari cara Lucas menjawab, jika ia sangat terpaksa, namun hal itu bukan lah hal yang mengganggu bagi Nonna dan Ronald. Mereka justru langsung tersenyum saat Lucas akhirnya setuju untuk mengantarkan Mitha pulang, meski mereka tau betul jika Lucas teramat sangat keberatan saat itu.
“Nahh gitu dong, Good boy.” Celetuk Nonna sembari mengacungkan jempolnya ke arah Lucas.
Lucas tidak menjawab lagi, yang bisa ia lakukan saat itu hanyalah memutarkan kedua bola matanya sebagai pertanda jika ia sangat tidak senang dengan hal itu.
“Aku ke kamar dulu, ganti baju!” Ucapnya datar.
Ia pun langsung beranjak pergi, menaiki anak tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua, ia terlihat kembali melirik ke arah Mitha dengan tatapan tajam, lalu tatapan itu kembali pula di balas oleh Mitha dengan tatapan yang tak kalah melotot.
“Jangan lama-lama ya, nanti kemalaman.” Teriak Nonna lagi dengan senyuman kepuasan.
“Sabar!” Jawabnya kesal.
Nonna hanya bisa kembali terkekeh, melihat kelakuan anaknya yang nampak begitu kesal, namun tetap masih bisa menuruti segala ucapannya.
“Sabar ya Mitha,” Ucapnya pada Mitha yang kala itu hanya kembali diam.
“Hehehe iya tante.” Jawab Mitha dengan sebuah senyuman keterpaksaan.
Selang beberapa menit, Lucas pun nampak turun kembali dengan sudah berpakaian rapi, memakai celana jeans berwarna hitam pekat, dengan baju kaos yang sama, di tambah sebuah jaket kulit berwarna hitam, yang kala itu masih ia pegang di tangannya, benar-benar terlihat sangat cool. Namun meski begitu, tetap saja raut wajahnya terlihat sangat kusut.
“Lucas, nanti kamu nyetirnya hati-hati, ok?”
“Pastikan antar Mitha sampai di depan pintu dengan aman, ok?”
“Yes, ma!”
“Dan tolong bersikap baik sama Mitha selama di jalan, jangan ngomong yang enggak-enggak lagi! Ok?”
“Oh tuhannn, ok mamaaaa, astaga!” Lucas pun menghela nafas panjang.
Nonna pun akhirnya bisa tersenyum puas dengan jawaban putranya, sementara Ronald, hanya bisa ikut tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Hati-hati bawa anak gadis orang ya kak, jangan sampai lecet hahaha.” Tambah Dara yang kembali terkekeh.
“Heh, ini lagi satu, anak kecil masuk kamar gih, tidur, udah malem!” Jawab Lucas yang bertambah kesal.
“I’m not a kid!” Jawab Dara tak senang.
“Whatever!” Lucas pun mendengus.
Lucas kembali melirik ke arah Mitha yang saat itu masih saja terduduk di kursi tanpa menggubrisnya sedikit pun.
“Heh you! Tunggu apa lagi ha?! Kenapa masih duduk disitu?!” Come on!!” Ketus Lucas sembari mulai melangkah menuju pintu.
Mitha pun akhirnya bergegas bangkit dari duduknya, tak lupa ia berpamitan dengan Nonna dan Ronald sebelum ia pergi.
“Mitha pulang dulu ya, om.”
__ADS_1
“Iya, take care Tha,” Jawab Ronald sembari tersenyum hangat.
“Tante, Mitha pulang ya, makasih untuk makan malamnya yang enak.” Mitha pun tersenyum, ia menyalami tangan Nonna dan kemudian memeluknya singkat.
“Iya sama-sama sayang. Hati-hati ya, sering-seringlah berkunjung kesini. Ok?” Jawab Nonna sembari membalas pelukan hangat Mitha.
“Hehe iya tante, Mitha usahain ya.” Mitha pun akhirnya melepaskan tautan tubuh mereka.
“Woii, cepetan!!” Teriak Lucas dari luar.
“Sabarr!” Jawab Mitha kesal.
Mitha pun bergegas keluar dari rumah, saat itu Lucas sudah menunggu di dalam mobilnya dengan wajahnya yang ketat layaknya ****** ***** baru. Mitha dengan wajahnya yang tak kalah masam, langsung membuka pintu mobil bagian belakang, hal itu pun membuat dahi Lucas langsung berkerut dan kembali meneriakinya.
“Wait, wait!!!”
“Apa lagiiiii??” Tanya Mitha kesal.
“Kau pikir aku ini supir ha??!!” Ketus Lucas yang merasa tak terima.
“Duduk di depan!!” Tegasnya lagi.
Hal itu pun kembali membuat Mitha semakin bertambah kesal, namun kali itu ia sama sekali sudah tak ingin memperkeruh suasana lagi, ia pun hanya diam, namun memilih melampiaskan kekesalannya pada pintu mobil dengan cara menutup pintu itu kembali dengan sangat kasar.
*Grebakk*
Mitha membuka pintu mobil bagian depan, ia masuk dan kembali menutup pintu itu dengan kasar untuk kedua kalinya.
*Grebakk*
Lucas pun kembali melototinya,
“Heh, bisa pelan gak?!! Ini mobil mahal!” Ketus Lucas geram.
Namun saat itu tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Mitha selain hanya kedua bola matanya yang sengaja ia putarkan.
“Kalau rusak, belum tentu kau bisa ganti!” Ketus Lucas lagi.
“Eemm ya, kalau rusak bakal aku ganti, bukan cuma pintunya aja, tapi mobilmu ini juga bakal aku ganti dengan yang baru!” Jawab Mitha sembari tersenyum penuh kesombongan.
“Hahaha, are you kidding me?? Bahkan gajimu setahun juga gak bakal mampu untuk ganti walaupun hanya pintu dari mobil ini aja!” Lucas pun tertawa mengejek.
"sok-sokan mau ganti dengan mobil baru, disuruh ganti 100 punds aja langsung kabur." Gerutu Lucas dengan suara sangat pelan.
"Bilang apa??"
"Gak ada!!" Jawab Lucas singkat.
Sebenarnya, jika Mitha melihatnya dengan pikiran yang terbuka, Lucas saat itu terlihat sangat tampan apalagi ketika ia tertawa, namun karena sudah terlanjur benci sejak awal, membuat ketampanan Lucas sama sekali tidak terlihat di mata Mitha.
“Hemm ya ya ya, lagian kalau ini beneran mobil mahal, seharusnya gak mungkin bisa rusak dong cuma karena sekali dua kali gebrakan pintu. Ya kan?” Mitha pun melirik Lucas dengan senyuman yang tak biasa.
Dan ternyata ucapan itu sudah cukup ampuh untuk membungkam mulut pedas Lucas saat itu, ia pun akhirnya terdiam, hanya bisa mendengus dan memilih untuk mulai menstarter mobilnya.
Lucas pun mulai melajukan mobil jeep Rubicon miliknya, meninggalkan pekarangan rumah super mewah milik keluarganya.
__ADS_1
Bersambung…