
"Ada apa? Kenapa ngeliatin aku kegitu?" Tanya Lucas dengan tenang.
"Makasi ya pak, bapak udah mau bersikap baik sama Nana." Ucap Mitha yang akhirnya mulai menampilkan senyuman tipisnya.
Lucas pun seketika terdiam, dengan tatapan mata yang terus menatap lekat ke wajah Mitha yang nampak begitu angkut ketika tersenyum.
"Dia barusan bilang makasih sama aku?" Gumam Lucas dalam hati.
"Hmm ya, it's ok!" Ucap Lucas dengan suara pelan.
Lucas kembali melirik Nana yang bertubuh kecil, sedangkan kantong belanjaan yang ia berikan padanya begitu besar hingga tidak mungkin Nana bisa membawanya sendiri.
"Hmm tapi, berhubung Nana masih kecil, dia gak mungkin kuat bawa kantong belanjaan ini sendirikan? Jadi kantong belanjaannya ku serahin sama kamu, ok!" Lucas pun tersenyum sembari langsung menyerahkan kantong belanjaannya pada Mitha.
Mitha pun membulatkan matanya, ia tercengang seolah tak terima namun entah kenapa saat itu ia sama sekali tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.
"Ok, kalau gitu aku duluan ya, bye!" Ucap Lucas yang semakin tersenyum puas, lalu mulai pergi begitu saja.
"Dara, ayo pulang!" Teriak Lucas lagi yang saat itu sudah melangkah lebih dulu.
"Hmm kalau gitu Dara pulang dulu ya kak, good luck kak, ini gak terlalu berat kok hehehe." Jawab Dara yang saat itu juga nampak menggendonh kantong belanjaan dengan kedua tangannya.
"Hiisss orang itu!!! Bener-bener gak bisa ya gak bikin kesel sehariiiii aja!! Baru juga aku ngerasa agak tersentuh dikit sama perlakuannya pada Nana, udah langsung dibikin kesel lagi!!" Keluh Mitha dalam hati yang terus menatap tajam ke arah punggung Lucas yang nampak begitu bidang.
Mitha pun kembali menghela nafas panjang lalu mulai memeluk erat bungkusan besar di di dadanya.
"Ya udah Nana, kita pulang yuk!" Ajak Mitha yang akhirnya kembali mengutas senyuman di hadapan Nana.
"Yuk Aunty!" Nana pun mengangguk patuh.
Mitha dan Nana akhirnya melangkah beriringan menuju parkiran mobil yang ada di basement. Saat itu Mitha nampaknya begitu dibuat ribet dengan barang-barang bawaannya yang sangat banyak.
Begitu membuka pintu mobil bagian belakang, Mitha langsung meletakkan semua barang-barang belanjaan yang sejak tadi membuatnya kerepotan sendiri.
"Huh,, huh,, huh,," Mitha nampak begitu terengah-engah karena kelelahan.
Tak ingin membuang banyak waktu, Mitha pun akhirnya masuk ke mobil, membantu Nana memasangkan sabuk pengamannya, lalu mulai melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.
"Gimana Nana, kamu seneng gak hari ini?"
"Seneng banget Aunty, apalagi ketemu sama Aunty Dara dan Uncle Lucas." Ungkap Nana tanpa kebohongan.
"Oh ya? Kenapa bisa seneng ketemu mereka?"
__ADS_1
"Iya, karena tante Dara itu baik banget udah beliin Nana boneka Barbie, terus uncle Lucas juga baik udah traktir kita makan siang yang enak dan kasi Nana banyak makanan untuk dibawa pulang ke rumah. Jadi nanti Nana bisa bagi-bagi deh ke temen-temen Nana yang di dekat rumah."
"Kenapa di bagi-bagi?"
"Iya, karena kayaknya temen-temen Nana gak pernah beli jajanan yang kayak gini,"
"Wahhh kamu baik banget sih, Aunty jadi makin bangga deh sama Nana." Mitha pun akhirnya kembali melebarkan senyumannya sembari mengusap-usap lagi ujung kepala Nana.
"Makasi ya Aunty Mitha, udah ngajakin Nana jalan-jalan ke Mall hari ini. Nana seneng deh."
"Iya sayang, sama-sama."
Malam hari di kediaman Mitha...
Mitha masuk ke kamarnya tak lama setelah selesai makan malam, ia memilih untuk duduk bersandar di kepala ranjang sembari mulai mengotak-atik gawainya.
"Kak Vino kemana sih? Kok gak ada sekalipun nelpon aku lagi setelah malam itu." Gumam Mitha yang nampak sedikit galau menantikan kabar dari Vino.
*Tok,,tok,,tok*
Namun, tiba-tiba suara ketukan pintu kamar membuat lamunan singkat Mitha buyar.
"Mitha, sayangg," Panggil Mely dari balik pintu.
*Ceklek*
Mely pun muncul dari balik pintu dengan raut wajahnya yang sedikit terlihat ragu-ragu.
"Kamu lagi apa sayang?" Tanya Mely sembari terus melangkah menuju ranjang, tempat dimana Mitha duduk tersandar.
"Gak ada bund, cuma lagi main hp aja nih. Kenapa bund?" Tanya Mitha yang langsung meletakkan ponselnya ke atas nakas.
"Hmm gimana ya cara ngomongnya," Mely pun mulai nampak mengusap-usap tengkuknya.
"Kenapa bund? Ada apa sih? Kok gitu mukaknya? Ada masalah?" Tanya Mitha yang sontak mulai mengerutkan dahinya.
"Hmm ada yang mau bunda bicarain sama kamu, penting, ini menyangkut masa depan kamu sayang."
Mitha yang merasa tak enak hati saat melihat ibunya yang terus berdiri di hadapannya, seketika langsung menarik tangan Mely untuk mendudukkannya di hadapannya.
"Ada apa sih bund, duduk dulu deh sini, biar enak ngomongnya." Ucap Mitha.
"Mitha, mungkin ini yang pertama dan terakhir kalinya bunda akan meminta hal ini sama kamu, karena sebelumnya bunda juga gak pernah maksain apapun kan sama kamu?"
__ADS_1
"Minta apa bunda? Tolong dong bund ngomong yang jelas, jangan buat Mitha deg-degan gini deh."
"Ok, bunda mau jodohin kamu sama anaknya temen bunda." Jelas Mely to the point.
Mendengar hal itu, sontak membuat kedua mata Mitha jadi terbelalak.
"Hah??!! Di,, dijo,, dijodohin?" Tanya Mitha yang mendadak jadi terbata-bata.
Mely pun mengangguk penuh keyakinan.
"Ya ampun bund!! Memangnya ini jaman siti Nurbaya apa, masih harus jodohin anak gadisnya?"
"Mithaaa, dengerin bunda dulu! Bisa?"
"Hmm ya, ok!" Jawab Mitha lesu,
"Jadi gini, bunda dan temen bunda berencana mau mempertemukan kamu sama anaknya. Anaknya ini udah jelas ganteng, sudah pasti mapan bahkan kaya raya, juga laki-laki baik dari keluarga yang baik-baik juga. Kamu mau ya ketemuan sama dia."
"Hisss gak mau ah bunda. Bunda jodohin Mitha kegitu seolah Mitha ini jadi kayak gak laku aja deh." Rengek Mitha.
"Bukan gitu, karena bunda juga pengen yang terbaik untuk masa depan kamu. Hmm gini deh, bunda gak akan maksain apapun lagi sama kamu kalau memang kamu gak suka sama orangnya, it's ok! Tapi yang jelas, temuin dan kenalan dulu sama orangnya, gimana?"
"Benera janji ya gak bakal maksa Mitha kalau nyatanya Mitha gak suka sama orangnya??"
"Iya bunda janji!"
"Hmm ok, memangnya kapan mau ketemunya?"
"Besok! Hehehe." Jawab Mely sembari sedikit cengengesan.
Namun lagi-lagi hal itu ternyata membuat Mitha kembali terkejut.
"What???!! Besok???!!!"
"Iya, besok heheh. Mau ya nak, please! Tolong bunda dong, jangan buat malu bunda sama temen bunda dong, ya?" Ungkap Mely yang terus berusaha membujuk anak gadis semata wayangnya itu.
"Tapi bundaaa,,,"
"Haiss tolong lah nak, selama ini bunda gak pernah nuntut apa-apa loh dari kamu. Bunda lahirin dan besari kamu dengan penuh cinta, apa kamu tega kasi balasan kegini sama bunda?" Mely pun mulai memasang raut wajah yang nampak begitu sendu.
Hal itu tentu saja membuat Mitha jadi tak tega hingga akhirnya luluh dan ia pun setuju.
...Bersambung......
__ADS_1