Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Moment tak terduga di lift part 2


__ADS_3

Begitu pula dengan Mitha yang awalnya juga ikut dibuat begitu terpaku kala melihat wajah Lucas dari jarak yang sangat dekat untuk pertama kalinya. Matanya yang berwarna coklat terang, serta bulu mata bagian atas maupun bawah yang begitu tebal dan lentik, benar-benar membuat Mitha merasa iri pada seseorang untuk pertama kalinya.


“Gimana bisa laki-laki yang sangat menyebalkan ini, punya mata yang sangat indah?? Bahkan, aku yang perempuan aja gak punya mata seindah ini?” Gumam Mitha dalam hati sembari tanpa sadar ia mulai menelan salivanya.


Tak hanya itu, aroma maskulin dari tubuh Lucas yang begitu menyegarkan rongga hidungnya, juga tak kalah membuat Mitha semakin sukar untuk tersentak dari lamunannya kala bertatapan dengan Lucas.


Namun untuk sekali lagi, lift kembali berguncang sesaat hingga membuat Mitha lagi-lagi menjerit histeris, hal itu membuat Lucas sontak tersadar dari moment saling bertatapan sebelumnya.


“Aaagghh!!” Mitha pun memekik karena merasa takut.


Lucas dengan begitu gentle pun seketika langsung meraih kepala Mitha, lalu memasukkannya ke dalam dekapannya.


“It’s ok, it’s ok! Jangan takut, ku pastikan kau bakal tetap aman disini! Ok?” Ucap Lucas yang mulai mengusap-usap kepala Mitha sembari terus melirik ke seluruh sisi lift.


Beberapa detik setelahnya, lift pun kembali normal seperti semula, Mitha yang menyadari hal itu perlahan mulai kembali mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah sekitarnya.


“Apa udah aman?” Tanyanya pelan.


“Kayaknya udah.” Jawab Lucas yang juga kembali memandangi ke sekelilingnya.


“Huh, syukur lah.” Mitha pun akhirnya bisa menghela nafas lega.


Saat itu Lucas pun hanya tersenyum tipis dan tidak menjawabnya dengan perkataan apapun. Namun mendadak Mitha kembali melirik ke arah dada bidang Lucas, tempat dimana kepalanya sejak tadi terus bersandar dengan aman dan nyaman. Menyadari hal itu, cukup membuat Mitha terkejut setengah mati, dahinya mengkerut, serta kedua matanya juga dibuat membulat sempurna saat tau tubuhnya begitu menempel pada Lucas.


“Aaww!! Stay away from me!!” Pekik Mitha sembari dengan seketika menjauhkan dirinya dari Lucas.


Mitha dengan panik dan marah, langsung menyapu seluruh lengan serta badannya dengan kedua tangannya seolah ia merasa tidak rela jika tubuhnya baru saja bersentuhan dengan Lucas. Sebenarnya bukan hanya sekedar bersentuhan, kedua tubuh mereka bahkan begitu melekat layaknya prangko.


Lucas yang terkejut dengan perubahan sikap Mitha yang kembali jadi galak pun spontan terdiam dengan perasaan bingung.


“Berani-beraninya kau meluk aku!! Dasar laki-laki mesum!” Ketus Mitha yang seolah tak terima sembari langsung memukul-mukul lengan kokoh Lucas.


"Haiss stop, stop!!" Bentak Lucas sembari kembali mencengkram kedua tangan Mitha.


“Heii, Excuse me!!" Lucas pun seketika mendengus dan terkekeh geli saat mendengar hal itu.

__ADS_1


“Kau bilang apa barusan?? Aku mesum??!” Tanya Lucas yang seolah tak menyangka.


“Kau lupa ya gimana lift ini berguncang dan membuatmu jadi langsung teriak ketakutan?? Ha??”


“Halah alasan!!” Ketus Mitha yang seketika langsung memalingkan wajahnya.


Lucas pun kembali melepaskan kedua tangan Mitha.


“Heh! Aku sebagai laki-laki yang gentle cuma sedang berusaha untuk melindungi orang-orang yang lemah sepertimu ini! Cuma itu aja, gak lebih! Jadi please ya jangan kepedean jadi orang!!" Jelas Lucas yang kembali mendengus.


“Sekali mesum, tetep aja mesum!” Gerutu Mitha pelan sembari kembali merapikan pakaiannya,


“Terserah kau aja! Dasar perempuan gak tau terima kasih!” Ketus Lucas yang juga ikut memalingkan wajahnya dari Mitha,


Tak lama, lift akhirnya berhasil membawa mereka tiba hingga ke lantai dasar, Mitha yang sudah merasa kesal, namun juga bercampur rasa gugup serta malu, bergegas langsung keluar begitu saja sesaat setelah pintu lift terbuka.


Mitha terus berjalan cepat tanpa menoleh sedikit pun lagi ke arah Lucas yang kala itu justru memilih melangkah dengan begitu santai saat keluar dari lift. Setelah kejadian yang baru dialaminya di lift tadi, Lucas pun langsung berhenti tepat di depan meja resepsionis kantornya.


“Selamat siang pak Lucas, ada yang bisa saya bantu?” Tanya sang Resepsionis dengan sangat ramah.


“Oh ok pak Lucas, akan segera saya urus!”


“Eemm, ok good!” Lucas pun langsung pergi begitu saja.


Sementara Mitha memilih untuk duduk di salah satu sofa di ruang tunggu yang berada di lobby utama. Lucas yang saat itu melintasinya, hanya melirik sejenak ke arahnya sembari terus melangkah keluar dari lobby untuk menuju mobil pribadinya.


“Bener-bener laki-laki paling nyebelin kau Lucas!!” Ketus Mitha yang kembali menggeram sesaat setelah Lucas melintasinya.


Beberapa saat menunggu, akhirnya Vina terlihat keluar dari lift bersama beberapa pegawai lainnya dengan wajah sedikit tegang.


“Huh, huh, huh.” Vina pun seketika terduduk di samping Mitha dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan.


“Ada apa Vin? Kenapa kamu kayak orang yang habis lari keliling lapangan?” Tanya Mitha sembari menatap wajah sahabatnya itu dengan tatapan aneh.


Vina pun seketika melirik ke arah Mitha dan mulai menghela nafas panjang demi menenangkan dirinya,

__ADS_1


“Huhhh gimana gak ngos-ngosan coba, di dalam lift tadi kami semua dibuat sport jantung tau enggak!” Jawab Vina yang mulai membuka suara.


“Sport jantung? Memangnya kenapa? Oh apa karena liftnya berguncang??” Tanya Mitha seolah menebak.


Kedua mata Vina yang mendengarnya pun seketika dibuat membesar.


“Hah, gimana kamu bisa tau Tha?? Apa pas turun tadi kamu juga mengalami kejadian yang sama?”


Mitha pun mengangguk pelan.


“Haaaiiss ya ampun!! Bener-bener serem banget, yakan? Bayangin kalau tadi liftnya tiba-tiba aja mati, terus kami kejebak di dalam lift sampai berjam-jam dan kehabisan oksigen? Oh ya tuhan aku gak bisa bayangin deh.” Vina pun terus meluapkan rasa ketakutannya dengan kejadian yang baru saja ia alami.


“Tapi tadi masih mending, karena aku barengan sama beberapa staf yang lain waktu lift berguncang hebat, jadi aku gak terlalu takut. Gimana kalau tadi aku sendirian?? Bisa mati histeris aku!!" Tambah Vina lagi.


“Eh iya, bukannya tadi kamu sendirian pas naik lift, Apa kamu tetap sendirian waktu sampai ke lobby?” Tanya Vina lagi yang seolah penasaran,


“Oh enggak, ada pak Lucas juga.” Jawab Mitha spontan.


Hal itu pun berhasil membuat Vina kembali mendelikkan matanya.


“Apa?! Ka,, kamu berduaan sama pak Lucas?? Di dalam liftt?? Sa,, saat lift berguncang??!” Tanya Vina yang begitu terlihat syok.


Mitha yang menyadari jika dia baru saja keceplosan, pun sontak dibuat kikuk dan langsung menundukkan kepalanya dengan kedua mata yang ia pejamkan sejenak.


“Duhhh Mithaaaa!!! bodoh banget sih kamu, bodoh, bodoh!! Kenapa sih harus keceplosan gitu??!!" Gerutu Mitha dalam hati seraya terus menyumpahi dirinya sendiri yang ceroboh.


“Heii, kenapa kamu diem aja?? Jawab ihh!!” Vina pun memegang paha Mitha sembari menggoyang-goyangkannya.


“Eemm eng,, enggak kok bukan gitu maksudku.” Mitha pun jadi semakin gelagapan dan gugup.


“Haaiiss udah, jawab aja dengan jujur!” Vina pun mulai melototi Mitha.


Hal itu membuat Mitha jadi terdiam sejenak dan mulai menghela nafas panjang.


“Eeemm iy,, iya!” Jawabnya akhirnya dengan memasang wajah lesu.

__ADS_1


...Bersambung…...


__ADS_2