Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Menyelesaikan masalah


__ADS_3

Kericuhan di cafe itu pun terjadi, Kini Lucas nampak saling menghajar satu sama lain dengan selingkuhan Cindy. Begitu pula dengan Bayu dan Aryo yang juga nampak sibuk saling menyerang dengan teman-teman lelaki itu.


Mitha yang tak ingin perkelahian itu membuahkan masalah lebih besar lagi, tanpa pikir panjang dan tanpa rasa takut, langsung menghalau lelaki itu dan langsung berdiri di tengah-tengah antara Lucas dia selingkuhan Cindy yang di kenal bernama Dony itu.


"Stop!!!" Pekik Mitha.


"Heh, minggir lo perempuan!!" Ketus Dony yang merasa sangat tidak senang saat Mitha menghentikan pertarungan sengitnya dengan Lucas sembari mengangkat sebelah tangannya seolah ingin memukul Mitha lagi.


Namun tentu saja Lucas tidak diam saja saat menyaksikan hal itu. Ia pun dengan cepat spontan mendekap Mitha dan merelakan punggungnya yang menjadi sasaran pukulan keras dari Dony.


"Aaghh!" Ringis Lucas,


Melihat hal itu, kedua Mata Mitha sontak membulat sempurna.


"Lucas!!!" Ucapnya yang nampak semakin panik.


Seolah tak ingin melewatkan kesempatan emas, Dony pun dengan cepat kembali memukuli punggung Lucas, sedangkan Lucas, memilih hanya pasrah demi bisa tetap melindungi Mitha dari serangan lelaki tak berperasaan itu.


"Hentikan, tolong hentikan!!!" Pekik Mitha yang mulai menangis.


"Mitha, tolong menjauh, biarin aku menghajar laki-laki bajingan ini." Ucap Lucas pelan, yang kemudian langsung menolak Mitha agar bisa menjauh dari mereka.


Dengan cepat Lucas pun membalikkan badannya dan langsung membalas pukulan Dony. Dengan tatapan tajamnya, Lucas terus menunju pipi kanan dan kiri Dony seolah tanpa ampun.


Dan akhirnya, beberapa security yang berjaga di depan cafe nampak naik ke atas dan langsung melerai perkelahian mereka. Suasana di cafe lantai dua saat itu benar-benar kacau balau, ada banyak pecahan botol minuman di lantai, beberapa meja juga nampak tak lagi berada di tempatnya, begitu pula dengan kursi-kursinya.


Lucas dan kedua temannya pun langsung di amankan di dalam sebuah kantor yang masih berada di area cafe, begitu pula dengan Dony dan beberapa temannya.


Sementara Mitha, ia dengan cemas masih tetap tinggal di cafe itu dengan segudang rasa bersalah dan cemasnya terhadap Lucas yang rela melindunginya dari Dony.


"Kalian semua harus bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi di cafe, atau jika tidak, maka saya akan bawa kasus ini ke kantor polisi." Ucap Manager cafe itu: .


"Tapi dia yang mulai ikut campur!!" Ketus Dony yang seolah sangat keberatan saat dimintai pertanggung jawaban oleh Manager cafe itu.


Lucas yang mendengar hal itu pun seketika mendengus pelan sembari tersenyum sinis.


"Halah, bilang aja gak punya uang untuk ganti rugi." Celetuk Lucas.

__ADS_1


"Huuu dasar!! Gaya elit, keuangan sulit hahaha." Imbuh Bayu seolah mengejek.


"Heh, diam kau!!" Ketus Dony yang merasa tidak senang.


"Ya udah, kalau gitu ayo kita patungan ganti rugi." Ucap Bayu lagi.


"Aku tidak punya uang cash!" Ucap Dony dengan cepat.


"Gak masalah, masih bisa transfer kan dari M-banking."


"Gak punya M-banking!"


"Gak punya M-banking, apa memang gak punya uang??" Tambah Aryo yang ikut meledek.


Hal itu pun sontak membuat Lucas kembali tersenyum.


"Udah, cukup temen-temen! Jangan di ledekin terus, kasihan." Ucap Lucas sembari mulai merogoh dompetnya yang ada di saku celanan bagian belakang.


"Masalah kerusakan di cafe ini, biar aku saja yang ganti. Berapa?" Lucas pun menatap datar ke arah sang Manager.


Lucas yang sama sekali tidak memiliki masalah dalam keuangan, memilih untuk membayar semuanya sendiri. Hal itu juga ia lakukan agar masalahnya bisa cepat selesai dan dia bisa segera keluar dari ruangan sepetak itu.


"10 juta?? Ok!" Jawab Lucas dengan cepat, bahkan tidak ada negosiasi lagi.


Lucas pun langsung memberikan kartu debitnya.


"Aku akan bayar melalui debit."


"Owh baik, ayo ikut saya." Manager itu pun dengan cepat dan semangat langsung ingin menuntun Lucas ke arah kasir, karena hanya di kasir yang memiliki mesin EDC untuk pembayaran non tunai.


"Bayu, kau aja yang ikut dengannya, kau tau kan pinnya."


"Oh, ok ok bro." Bayu pun langsung mengangguk cepat dan memilih menggantikan Lucas mengikuti langkah Manager cafe.


"Dan kau, kalau merasa gak punya cukup uang, mending jangan sok anggar jago, aku bisa aja laporin kau ke polisi sekarang juga atas tindakanmu ini."


"Lo juga mukul gue, dan gue juga bisa laporin lo!!" Ketus Dony yang seolah tidak mau kalah.

__ADS_1


"Ya tentu aja kau pun juga bisa lapor, tapi dengan uangku, aku juga bisa mengajak polisi berdamai dan membayar dendanya meski haris mengeluarkan uang dalam jumlah besar, tapi kalau hal itu terjadi padamu? Apa kau juga bisa berdamai dengan polisi?" Jawab Lucas dengan tenang sembari terus tersenyum.


Mendengar hal itu, raut wajah Dony pun seketika nampak berubah, terlihat jelas jika saat itu raut wajahnya jadi penuh kekhawatiran, ia takut jika Lucas benar-benar melaporkannya ke polisi.


"Kenapa mukamu jadi merah? Apa kau mulai takut?"


"Eng,, enggak!" Jawab Dony dengan gugup.


"It's ok, don't worry!" Lucas pun kembali tersenyum puas sembari memukul-mukul pelan pipi Dony yang nampak mulai menciut nyalinya.


"Kali ini kau ku maafkan! Tapi jangan pernah kau berani mengusik perempuan tadi lagi!" Tegas Lucas yang kemudian langsung keluar begitu saja dari ruangan sepetak itu.


"Maaf, anda belum bisa keluar!" Cegah security tiba-tiba.


"Kenapa?" Tanya Lucas sembari mengerutkan dahinya.


"Anda harus menyelesaikan pembayaran untuk ganti rugi kerusakan."


"Apa anda tidak lihat tadi temanku sedang mengurus pembayarannya dengan Manager cafe kalian? Jangan cemas, transaksinya sudah pasti akan berhasil, karena aku tidak pernah kekurangan saldo di kartu debitku." Ungkap Lucas yang kemudian langsung beranjak pergi begitu saja.


Security itu pun terdiam, seolah tidak mampu untuk menahan Lucas lagi.


Kala itu Mitha nampak tengah berdiri mondar mandir di depan Cafe, demi menunggu Lucas. Dan tak lama, lelaki yang ia tunggu-tunggu pun akhirnya muncul sembari terus memegangi ujung bibirnya yang pecah dan berdarah.


"Lucas, gimana???"


"Masalahnya udah beres dan aku udah ganti rugi semuanya!"


"Maksudku, keadaanmu? Mana aja yang luka?" Tanya Mitha yang langsung mendekati Lucas sembari memandangi setiap sisi wajah Lucas.


"Astaga, ujung bibirmu pecah dan berdarah." Celetuk Mitha ketika mendapati bercak darah di ujung bibirnya sembari mulai mengusapnya dengan hati-hati.


"Aaghh!!" Ringis Lucas pelan.


"Owh, maaf maaf!"


"Ya ampun, sebelah pipimu juga memar," Celetuk Mitha lagi yang merasa makin tidak enak hati.

__ADS_1


Saat itu Lucas masih saja nampak diam saat memandangi wajah Mitha yang berada tepat di hadapannya dengan jarak yang cukup dekat.


...Bersambung......


__ADS_2