Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Sangat menggangguku


__ADS_3

"Kita sarapan dulu, aku lapar soalnya"


"Ya, ayo"


,,,


Kediaman Braylee.


Memegang kepalanya yangterasa pusing, ia merasa seperti ingin muntah.


"Ada apa Braylee, sudah beberapa bulan ini kau tampak tidak sehat?" tanya Monica menyentuh bahu Braylee. Sudah tiga bulan ia tidak pernah merasa nyaman dengan keadaannya,  Braylee sering merasa pusing dan mual.


Mendorong tubuh monica agar berjarak darinya. "Parfum apa yang kau pakai Monica, aromamu sangat mengganggu ku" melibas-libas tangannya menyuruh Monica menjauh.


"Apa-apaan kau Braylee, sudah puluhan kali aku mengganti parfum selama tiga bulan ini, kau masih mengatakan tidak suka aroma parfum ku, aku bahkan memakai parfum yang di buat khusus, tapi kau masih mengomentarinya" bernada tidak senang pada Braylee.


"Ya sudah, kalau begitu jangan dekat-dekat denganku" datar, berdiri melangkah keluar Mension.


"Tante! tante diam saja melihat sikap Braylee yang sudah melewati batas seperti itu" kesal Monica pada Cellin (Mommy Braylee)


"Kau tenang saja, aku akan mempercepat pernikahan kalian berdua" bujuk Cellin lembut pada Monica.


"Janji loh tante" merengek.

__ADS_1


"Iya, tante janji" tersenyum pada Monica.


Monica juga tersenyum senang mendengar ucapan Cellin ingin mempercepat acara pernikahan Braylee dengannya.


Bersabar Monica, sebentar lagi, kau akan mencapai tujuanmu untuk memilikinya. Batin Monica, ia benar-benar tidak sabar ingin memiliki Braylee sepenuhnya.


Terdengar ponsel Cellin berdering. Ia mengangkatnya, kemudian pamit pada Monica untuk keluar.


,,,


Di sebuah hotel.


"Kau sudah tiba sayang?" tanya seorang pria paruh baya pada Cellin.


"Hm,"


"Anak itu buat ulah lagi" kesalnya.


"Itu semua kemahuan mu, dari awal aku katakan bunuh saya Braylee semasa dia masih bisa di kendalikan, tapi kau tidak mau, sekarang dia sudah mulai jadi ancaman buat kita, karena Braylee sudah tumbuh dewasa" jawab Markus.


Markus dan Cellin sudah lama menjalin hubungan, bahkan semasa tuan besar Browne (Daddy Braylee) masih hidup lagi.


"Kau gila! Meski bagaimana pun, Braylee itu putra kandung ku!" Ketus Cellin. Markus sudah lama ingin membunuh Braylee, semasa Braylee masih kecil lagi, tapi Cellin sering menghalanginya.

__ADS_1


"Kau sering marah-marah jika aku membahas tentang putra mu, tapi kau lihat saja nanti, putra mu sendiri yang akan membunuh mu, saat semuanya sudah terbongkar,"


"Jadi kau ingin aku melakukan apa!" Cellin meninggi nadanya.


"Apa kau sangat menyayangi putra mu itu?"


"Pertanyaan bodoh seperti apa itu, tentu saja aku menyayangi putra ku!"


"Aku punya satu cara agar bisa membuat putra mu tidak lagi jadi ancaman buat kita" tersenyum penuh arti.


"Apa?'' Menatap curiga.


Mengeluar-kan sebuah ramuan dari sakunya. "Ini, berikan ini pada minuman putra mu setiap hari" memberikan Cellin serbuk tersebut.


Menatap ramuan yang di buat sendiri menggunakan beberapa bahan kimia. "Untuk apa ini?"


"Putra mu tidak akan mati jika mengonsumsi ramuan itu"


"Terus? apa yang akan terjadi pada putra ku?"


"Penglihatannya akan kabur, dan kakinya akan lumpuh secara perlahan, lebih tepatnya, putra mu akan cacat setengah tubuhnya"


"Gila!! Kau memang gila Markus, aku tidak mungkin mencelakai putra ku sendiri!" Marah Cellin geram pada kekasihnya Markus Papi Monica.

__ADS_1


"Kau terlalu sensitif sayang, jika kau tidak ingin mendengar ucapan ku kali ini, aku pastikan putramu sendiri yang akan membunuh mu"


Berfikir. Apa yang di katakan Markus memang benar, jika sampai semua menyeruak, Braylee putra satu-satunya pasti akan membunuhnya jika mengetahui kejahatannya. Apa lagi ia sangat mengetahui jika Braylee di penuhi ambisi dendam mendalam atas kematian Daddy-nya.


__ADS_2