Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Kenyataan pahit.


__ADS_3

DEG!!


Tubuh pria itu terasa membatu. Senjata yang berada di tangannya terjatuh begitu saja, tak percaya dengan kenyataan yang berada di depannya.


"Apa benar yang barusan kau katakan Sonata?" Ulang Braylee, berharap yang ia dengar itu hanya salah dengar.


"Tidak ada kebohongan satu pun, yang baru saja keluar dari mulutku, semua itu benar!" ujar Riana sengaja memperjelas ucapannya, karena ia juga marah pada Braylee yang memukuli sang Ayah, meski ia tak tahu apa penyebabnya pria itu melakukan semua yang ia lihat.


Braylee tak bisa berkata-kata lagi, bibirnya jadi kelu, hatinya hancur, tak pernah terbayangakan olehnya, jika tanpa ia sadari, sebenarnya keturunan Albert yang sangat ia benci, telah menyatuh dengan pewarisnya, membentuk satu manusia, menjadi anak laki-laki tampan yang bernama Ronald, tak di sangka, jika yang melahirkan keturunannya, adalah keturunan Albert.


Riana berusaha mengangkat tubuh lemah sang Ayah, tapi Vanes menyodor senjata apinya pada Riana. "Maaf, anda tidak bisa membawa laki-laki ini, bersama dengan anda Nona," Kata Vanus.

__ADS_1


"Aku tidak peduli! Dia ini adalah Ayah ku! jika kalian ingin membunuh Albert, maka kalian harus membunuhku juga, karena aku adalah darah dagingnya!" kata Riana tak takut sedikitpun pada mereka berempat.


Braylee memberi kode, menyuruh Vanus untuk menurunkan senjata apinya, yang mengarah pada istrinya.


Tiba-tiba saja, wanita itu merasa sebuah benda sejuk menyentuh kepalanya. Ia kembali membalik badan, dan melihat Braylee yang menodong senjata api tepat di kepalanya.


"Kau tahu siapa pria ini?" Tanya Braylee menodong Riana dengan senjata api, yang baru saja ia ambil dari sakunya.


Ia menatap dalam kedua bola mata sang suami.


"Kau tau? 23 tahun yang lalu, laki-laki yang kau panggil Ayah ini, telah membunuh Daddy ku," tambah Braylee bersamaan air matanya tumpah dari kedua bola matanya. Ia masih teringat, terakhir kali ia menangis, saat Ayahnya meninggal 23 tahun lalu.

__ADS_1


Dan saat ini ia menangis lagi, untuk wanita yang sangat ia cintai berada di depannya.


Setelah bertahun-tahun, hingga saat ini ia berusia 34 tahun, ia tak pernah jatuh cinta atau melibatkan hidupnya dengan seseorang yang bergelar 'wanita' sehingga ia bertemu dengan wanita di depannya itu. Tapi saat ia sudah mulai melabuhkan cintanya pada ibu dari anaknya, siapa sangka jika wanita itu adalah darah daging laki-laki yang telah membunuh Daddynya 23 lalu.


Bola mata Riana berkaca-kaca menatap bola mata Braylee, tak percaya dengan apa yang dia dengar. Ia mengalih pandangannya pada sang Ayah.


''Katakan sesuatu Ayah? Apa benar, apa yang di katakan oleh pria itu? Aku ingin mendengar dari mulut Ayah sendiri! Apa benar Ayah yang membunuh Daddynya?" Tanya Riana, air matanya mulai mengalir deras, karena ia tahu seperti apa aura kebencian yang berada pada suaminya itu.


Jika benar Ayahnya yang membunuh Daddy suaminya, terus, bagaimana dengannya?bagaimana dengan putra mereka?dan bagaimana dengan perasaannya yang sudah mulai tumbuh subur untuk suaminya itu. Bagaimana?????


"Ayah, katakan sesuatu, katakan padaku, jika yang dia katakan itu tidak benar .... Iyakan? Katakan Ayah ..." Suara Riana terdengar bergetar hebat, menahan sebak saat mendengar kenyataan yang tak bisa di terima oleh hatinya.

__ADS_1


__ADS_2