Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Tidak!!!


__ADS_3

"Kau mau apa dokter!!" Tanya Riana pada dokter yang ingin membuka alat-alat medis yang melekat di tubuh putranya.


"Dokter Sonata, maaf, tapi putra anda sudah meninggal, dan kita akan membuka semua alat medis yang berada di tubuh putra anda," sahut dokter yang tadi ingin membuka alat yang di pasangkan pada Ronald.


"TIDAK!!! Tidak ada yang bisa membuka itu, putraku masih hidup, kalian semua keluar dari sini!!!" teriak Riana menghalangi dokter tersebut.


"Tapi dok----


"KELUAR!!!!" ia malah berteriak kencang mengusir mereka semua.


Tidak punya pilihan lain, dokter dan beberapa nurse yang berada di sana terpaksa keluar dari ruangan itu. Hanya tinggal Braylee yang berada di sana.


"Apa lagi yang kau lakukan disini? Kau juga keluar dari sini!!" Riana kembali melangkah mendekati putranya, kemudian mengambil kursi, dan duduk di dekat Ronald yang sudah tak bernyawa.


Braylee hanya bisa menarik nafas berat, melihat Riana yang tak bisa menerima kenyataan, jika Ronald sudah tiada.


Ia menggenggam tangan putranya "Ronald, Mommy mohon, buka matamu sayang ... Apa kau tega meninggalkan Mommy sendiri? Bangun sayang ... Mommy tidak bisa hidup tanpamu, ku mohon buka matamu sayang ..." Riana terus berbicara pada putranya dan meminta Ronald untuk membuka matanya, padahal itu adalah anak hal yang mustahil karena anak itu telah pergi.


,,,


Indonesia.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kau sudah menemukan putrinya mu?" Tanya pria paruh baya yang pernah menawarkan uang pada Albert, untuk mendapatkan putrinya.


"Aku belum bisa menemukan anak itu tuan," jawab Albert sedikit takut, karena ia sudah memakai sebagian uang orang itu, padahal ia belum menemukan putrinya.


"Aku sudah menemukan di mana putrimu bersembunyi,"


"Benarkah? Di mana dia saat ini?" tanya Albert dengan bola mata dan otaknya langsung mengarah ke uang tiga miliar.


"Putrimu berada di Amerika,"


"APA!!!" Albert berteriak saat mendengar putrinya berada di Amerika, karena baginya, mustahil ia akan ke sana, karena ia tahu jika Braylee masih mencarinya.


"Aku ingin kau ke sana untuk mengambilnya, dan bawa dia datang padaku,"


Tersenyum miring. "Apa kau lupa, jika kau sudah memakai uang ku sebagian besar? apa kau yakin bisa mengganti uang yang sudah kau pakai? Lagi pula perusahaan B.B Group sudah bangkrut,"


"Apa??? Bagaimana bisa perusahaan raksasa itu bangkrut?"


"Maka itu aku mau kau ke sana, dan aku akan menambah dua miliar lagi jika kau kesana dan berhasil mendapatkan putrimu untuk ku,"


Albert terdiam memikirkan ucapan pria paruh baya itu. Semua tawarannya sangat menggiurkan, tapi risikonya juga sangat besar bagi Albert.

__ADS_1


"Berikan aku waktu untuk memikirkan tawaran anda".


"Baik, aku akan memberikanmu waktu,"


"Terima kasih"


,,,


Amerika.


Tampak Riana menagis di depan kuburan putranya, Ronald baru saja di makamkan beberapa menit yang lalu.


"Ronald ... Kau benar-benar pergi ... kau benar-benar meninggalkan Mommy sayang ..." Riana tak bisa menerima kenyataan, jika ia sudah kehilangan putra satu-satunya.


Mata wanita itu terlihat kecil karena bengkak akibat terlalu banyak menangis.


Braylee menyentuh bahu wanita itu. Ia juga sama seperti Riana, yang sangat terpukul berat akibat kepergian sang anak.


"PERGI!!! AKU MEMBENCIMU!!! AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKANMU!!! PERGI!!!" Mendorong tubuh Braylee dengan sisa tenaganya.


Tiba-tiba ....

__ADS_1


BRUKKK!


Riana jatuh tak sadarkan diri.


__ADS_2