Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Kaget.


__ADS_3

Braylee membalik badan ingin melangkah pergi dari lokasi saat ini yang masih berada di hutan.


Tapi sebelum ia pergi, ia memberi kode pada Asistennya, untuk membantu istrinya membawa Albert keluar dari hutan itu. Ia sengaja membiarkan Riana merawat Ayahnya sampai ia sembuh.


Riana hanya diam saat Braylee pergi begitu saja dari hadapannya, ia membawa Albert pulang ke rumah Lusy untuk di rawat. Karena luka dan bekas lebam yang berada pada tubuh Albert lumayan banyak.


,,,


Seorang laki-laki berdiri dalam ruangan yang sangat berantakan setelah ia melempar semua barang-barang yang berada dalam ruangan itu.


"Bagaimana bisa aku gagal lagi!!" Teriak pemuda tersebut.


"Tenang tuan, anda harus banyak bertenang ... Kita masih mempunyai satu cadangan lagi, dan ini yang terakhir,"


"Kau yakin rencana ini akan berhasil?"


"Saya sangat yakin tuan," Dimsom tersenyum penuh arti pada tuannya, ia sudah menyiapkan satu rencana lagi yang akan mereka jalankan selanjutnya, setelah sekian lama mereka sering gagal dalam setiap misi mereka untuk menjatuhkan Braylee.

__ADS_1


Riana sudah tiba di rumah Lusy, Ia langsung mengobati luka-luka yang berada pada tubuh Ayahnya.


Albert masih diam. Entah mengapa ia mulai merasa bersalah pada putrinya selama ini, ia terlalu banyak memberi penderitaan pada putri dan istrinya, melihat pembelaan sang anak untuk dirinya tadi di depan suami putrinya yang terkenal dengan kesadisannya itu, membuat penyesalan dari hati pria paruh baya itu, yang sangat mendalam.


"Maafkan Ayah," tiba-tiba saja Albert mengeluakan kata maaf dari mulutnya.


Riana yang sedang memperban luka di kaki Ayahnya, menghentikan tangannya sebentar saat mendengar kata 'maaf' dari mulut Ayahnya. Kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Apa kau mendengar Ayah Riana? apa kau masih marah dengan semua perbuatan Ayah padamu? Ayah berterima kasih, karena kau mau mneyelamatkan Ayah, dan membela Ayah di depan suamimu," terdengar dari nadanya yang penuh dengan penyesalan.


Menarik nafas berat. Kemudian mulai memberi tahukan pada putrinya di mana keberadaan ibunya saat ini.


"Ibumu juga berada di sini," jawab Albert. Tapi ia menggantung ucapannya.


Riana kaget mengetahui jika sebenarnya ibunya berada di Amerika bersama dengan mereka semua.


"Bagaiaman bisa ibu berada di sini Ayah? Dan di mana ibu?" Tanya Riana tak sabaran.

__ADS_1


"Ibu mu di bawa oleh markus datang ke mari, dan Ayah juga baru mengetahui itu saat tiba di Amerika."


"Markus? Markus Ayah Monica maksud Ayah? Kenapa dia membawa ibu datang kemari? dan di mana mereka bertemu?" seolah tak percaya.


"Iya, kau benar, Ayah juga tidak tahu, tapi mungkin, Markus sengaja melakukan itu, karena ingin membalas Ayah yang pernah menjalin hubungan gelap dengan mantan istrinya di masa lalu," Albert terlihat menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan, apa lagi jelas dan nyata berdampak buruk pada anak dan istrinya atas semuanya.


"Terus, ibu benar-benar berada di rumah orang itu?" Tanya Riana tidak sabaran, bagaimana tidak, ia sangat merindui ibunya yang sudah terpisah dengannya selama delapan tahun yang lalu.


"Iya, tapi kau jangan mencoba untuk ke sana, mereka sangat berbahaya," kata Albert melarang putrinya.


"Maksud Ayah apa mengatakan itu? Berbahaya seperti apa Ayah?"


"Mereka juga bekerjasama atas pembunuhan Daddy tuan Braylee, dan .............. Pria paruh baya itu kembali menggantung ucapannya.


"Dan apa Ayah? katakan padaku, jangan menutupi apa pun lagi dariku Ayah,"


"Dia juga yang menyuruh dan mendesak Ayah untuk membunuh tuan Browne," Jawab Albert jujur memberitahukan pada putrinya tentang apa yang terjadi sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2