Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Dia Istriku


__ADS_3

Riana sedang makan siang bersama dengan dokter Riz. "Kau tinggal dimana Sonata? Semalam aku mencarimu ke rumah Lusy, tapi kau tidak berada di sana," Tanya dokter Riz.


"Mencariku di rumah Lusy? Kenapa dokter Riz mencariku?" Tanya Riana.


"Aku berniat datang mengunjungimu, tapi kata Lusy kau sudah pindah, kau pindah kemana?" Jelas dokter Riz. Lusy sengaja tak memberitahukan pada Riz, tentang Riana yang sudah menikah, karena Lusy juga tahu jika dokter Riz sudah lama menyukai temannya.


Ia gelagapan, bingung ingin menjawab apa pada pria di depannya, mana mungkin ia memberitahukan jika ia sudah menikah. Secara pernikahannya saja tidak tahu berapa lama akan bertahan.


Tiba-tiba seseorang duduk di sebelahnya, tanpa permisi langsung mencium sudut bibirnya sekilas, dan memeluk bahunya. Riana sangat kaget dengan perlakuan pria di sebelahnya, karena sangat lancang dan tak sopan, ia ingin marah, tapi saat melihat melihat pemilik wajah pria itu, ia mengurungkan niatnya.


"Siapa dia Baby? Kenapa kau keluar makan bersamanya?" Tanya Braylee pura-pura tak tau siapa pria di depannya. Ternyata ia adalah Braylee.


Riana memilih diam, dan memperhatikan penampilan suaminya yang hanya memakai pakaian santai, dengan rambut yang tak rapi seperti saat ia berada di kantornya.

__ADS_1


Riz sangat geram melihat laki-laki di depannya yang lancang mencium wanita pujaan hatinya. "Anda sangat tidak sopan, bagaiaman bisa anda dengan lancang mencium wanita yang bukan siapa-siapa anda," kata Riz pada Braylee.


Menyeringai. "Bukan siapa-siapa saya? Kau sedang berbicara denganku bukan? Apa kau tahu siapa wanita ini?" Memegang dagu Riana, kemudian menatap ke dalam bola mata wanita itu.


Riz mengepal kedua tangannya, ia ingin sekali meninju wajah laki-laki di depannya itu.


"Dia ini istriku," Tambah Braylee tersenyum lebar pada Riana yang menatapnya dengan pandangan horor.


Melihat senyuman manis pria di depannya, tak di pungkiri, jika ia sempat terpesona melihat wajah tampan Braylee. Mengalih pandangannya dari pria itu.


''Kau ingin bukti?'' Tanya Braylee melihat sekilas pada dokter Riz, karena kedua bola matanya, hanya tertuju pada bibir merah istrinya.


"Bukti? Bukti seperti apa yang anda maksud?" Riz.

__ADS_1


"Seperti ini," memegang tengkuk Riana, menariknya, kemudian mencium bibir lembut wanita itu.


Riana membeku saat Braylee memperdalam cium*nnya.


Apa hanya perasaanku saja? Ciuman ini terasa sungguh tak asing ... Aku seperti pernah merasakan bibir ini sebelumnya. Batin Riana.


Aaa tanpa sadar ia malah menikmati ci*man pria yang berstatus suaminya itu tepat di depan mata dokter Riz.


Melihat Riana tak menolak perlakuan pria itu, hati Riz sangat sakit, karena ia sangat mencintai wanita di depannya saat ini yang sedang bercumbu.


Riz berdiri dari duduknya, dan melangkah keluar dari Restoran dengan perasaan hampa, mengetahui jika ternyata pujaan hatinya sudah menikah, hatinya benar-benar sakit tak berdarah.


Tersadar, ia langsung mendorong tubuh Braylee. Mencari keberadaan dokter Riz yang sudah melangkah keluar.

__ADS_1


"Dokter Riz!" Panggil Riana berdiri ingin mengejar dokter Riz.


"Selangkah saja lagi kau melangkah, aku pastikan, jika aku akan menghukummu di rumah nanti" dingin Braylee melarang istrinya untuk mengejar dokter Riz.


__ADS_2