
Beberapa minggu berlalu, Ronald sudah jauh lebih baik, ia dinyatakan sudah bisa pulang dari rumah sakit.
Riana mengemasi barang-barang putranya, yang ia bawa ke rumah sakit, selama mereka menginap di sana.
Riana juga tak pernah pulang ke rumah, Monica dan Cellin jangan di tanya lagi, mereka takkan ingin tinggal diam di rumah kecil itu jika tak ada Braylee. Tentu saja mereka mencari tempat yang jauh lebih nyaman.
Dengan bola mata yang sesekali melihat ke arah pintu. Ia sedang menungu suaminya, pria itu sudah berapa minggu ini juga tak pernah bertemu dengannya, tanpa sadar hatinya malah mencari pria yang suka membuatnya emosi.
Kemana sebenarnya pria itu? Kenapa aku tidak pernah melihatnya? dia tidak pernah menjenguk putranya, ck. Ia kesal sendiri dalam hati.
Sebenarnya Braylee sering datang ke rumah sakit saat makan siang, ia hanya datang dan membawakan putranya makanan, selesai putranya makan, ia bergegas pergi lagi. Karena Braylee sudah bekerja, dan tiap kali ia datang, Riana sering sibuk, dan mereka tak pernah bertemu selama beberapa minggu ini.
"Mommy cari siapa My?" Tanya Ronald anak itu sangat peka, ia tahu jika Mommynya sedang mencari Daddynya, tapi Braylee juga sudah memesan pada putranya, jangan memberi tahukan pada Mommy jika ia ada berkunjung kemari. Ronald si anak pintar itu, tentu saja mendengar ucapan sang Daddy.
Mungkin dia bersama istri keduanya. Itulah yang sering terbesit di benaknya.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara bariton seorang pria dari ambang pintu. "Kalian sudah bisa pulang?" Tanya Braylee, ia memang sengaja datang untuk menjemput anak dan istrinya.
Riana hanya diam dengan wajah cemberut. Sebenarnya Braylee gemes melihat istrinya, tapi dia sengaja menjauhi wanita itu, ia ingin melihat seprti apa reaksinya setelah ia menjauh.
"Iya Daddy," Jawab Ronalad mengedipkan satu bola matanya pada Daddynya.
Braylee tersenyum membuat tanda kosong pada jari telunjuk dan induk jarinya. Mereka memang Ayah dan anak yang kompak.
"Kau sudah mengemasi barang-barang Ronald?" Tanya Braylee pada Riana.
"Untuk apa kau datang kemari? Ku kira kau terlupa jika putramu sedang di rawat di rumah sakit," ketusnya sambil menyindir.
"Kan Daddy setiap hari datang ke sini My," Jawab Ronald membuat Braylee menahan tawanya melihat Wajah Riana yang tampak aneh.
"Kapan, aku tidak pernah melihat Daddymu datang ke sini,"
__ADS_1
"Tiap makan siang Daddy pasti datang ke sini My, tapi kata dadddy dia hanya sebentar, karena Daddy sedang bekerja My ..''
"Ehem," Riana hanya berdehem untuk menutupi wajah malunya karena ketahuan sedang mencari Ayah dari anknya itu.
Braylee jangan di tanya lagi, pria itu sudah hampir meledakkan tawanya saat melihat wajah wanita ketus itu jadi salah tingkah.
Ronald ingin turun dari brankar, tapi di tahan oleh Bryalee. "Sini, biar Daddy menggendongmu son,"
"Tidak Daddy, aku bisa berjalan sendiri" tolak Ronald, tapi tak di hiraukan Daddynya, ia tetap menggendong anaknya itu.
"Makasih daddy,"
"Hm," melangkah keluar dari ruangan tempat Ronald di rawat.
Riana juga menyusul dari belakang. Ia mengulas senyuman tipis saat melihat Braylee, laki-laki itu begitu menyayangi putra mereka berdua. Dan Ronald juga dengan mudah akrab pada Daddynya, tentu saja Ronald bisa langsung akrab dengan laki-laki itu, karena Braylee pintar dalam mengambil hati putranya.
__ADS_1
Tiba di parkiran, terdengar suara teriakan memanggil nama Riana.
"Sonata!!" panggil seorang gadis.