Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Tidak suka


__ADS_3

Braylee membeku melihat wajah putra Riana, karena ia merasa seperti melihat dirinya saat ia masih berusia 6 tahun.


Setelah cukup lama diam menatap Ronald, Braylee melihat wajah Riana. "Mana ayah anak ini" tanya Braylee mendudukkan dirinya di sebuah sofa, tentu saja Braylee memakai masker.


"Sedang bekerja" bohongnya menjawab Braylee.


"Maaf tuan, nona ini berbohong, dari identitas yang aku dapatkan, nona Sonata seorang ibu tunggal" Nimbrung Xan karena mendengar Riana berbohong.


"Kau menyelidikiku?" Geram Riana pada Xan.


Xan hanya berdiri diam berwajah datar tanpa menjawab Riana.


"Menyebalkan, kenapa kalian terlalu semena-mena!!" Marah Riana.


"Menikahlah denganku" ujar Braylee tiba-tiba. Xan kaget mendengar tuannya yang mengajak ibu tunggal itu menikah dengannya. Karena Xan tau jika Braylee tidak ingin berurusan dengan seorang wanita jika dendamnya belum terbalaskan.


"Sepertinya anda sudah benar-benar tidak waras tuan" ujar Riana tidak habis pikir.


"Kau hanya memiliki tiga pilihan, mati, menikah dengan ku, atau serahkan putra mu pada ku" menatap kedua bola mata Riana.


Mengepal kedua tangan, ia ingin sekali mem bogem pria di hadapannya, tapi itu hanya dalam khayalannya saja.

__ADS_1


"Kau hanya memiliki tujuh detik waktu saja untuk berpikir. Di mulai dari sekarang, satu, dua, tiga, empat, lima, en--------


"Aku akan menikah dengan mu" jawab Riana mantap padat memotong ucapan Braylee dengan cepat.


"Good girl, Kau dengar Xan?'' Tanya Braylee pada Xan tanpa melepas pandangannya dari kedua bola mata Riana.


"Dengar tuan, saya akan segera mengurus pernikahan tuan bersama nona Sonata" patuhnya.


Gila, pria ini benar-benar gila. Batin Riana, ia sama sekali tidak punya pilihan lain selain memilih menikah dengan Braylee.


,,,


Beberapa hari berlalu Riana dan Braylee akhirnya sah menjadi suami istri. Tapi setelah mereka menikah, Riana meminta untuk kembali ke rumah Lusy, karena Braylee ada perjalanan bisnis selama beberapa hari kedepan.


Tok Tok Tok


Ketukan di pintu. "Siapa bertamu malam-malam begini?" tanya Lusy pada Riana, saat ini mereka sedang masak di dapur.


Mengangkat bahu. "Nggak tau" jawab Riana bergegas mengubah penampilannya menjadi culun.


Lusy membuka pintu.

__ADS_1


Cklekkk


Tampak wajah Braylee berdiri di depan pintu rumahnya, ia tertegun melihat wajah tampan Braylee.


"Sonata ada?'' tanya Braylee datar.


Tersadar dari terpesonanya. "A-ada, siapa ya?" tanya Lusy karena ia belum pernah melihat wajah suami Riana, Riana hanya bercerita jika ia sudah menikah dengan seorang laki-laki 'gila' ia menyebut Braylee pria 'gila'.


Braylee baru saja kembali dari perjalanan bisnis setelah pergi beberapa hari lalu.


"Saya suami Sonata"


Melongo. Apa katanya tadi? suami?. Melihat Braylee dari atas sampai bawah, dan dari bawah lagi sampai atas. Ganteng dan sempurna kayak gini Riana kata pria gila? apa dia masih waras?. Tambahnya dalam hati mengingat Riana yang sering mengatakan jika ia menikah dengan seorang pria gila.


"Masuk saja, Ria ........ Ah maksud saya Sonata berada di dapur" hampir saja Lusy menyebut nama Riana.


Braylee melangkah masuk ke dalam rumah Lusy yang sangat sederhana. Lusy tidak mengenal wajah Braylee yang biasa di kenal sebagai tuan X, karena Lusy mengenalnya pria bermasker.


"Duduk saja tuan, maaf rumahnya berantakan. Saya panggil kan Ri .... Sonata dulu" Braylee hanya mengangguk pelan menanggapi Riana.


Apa-apaan ni lidah sering keseleo pengen nyebut Riana. Omel Lusy dalam hati pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Ronald menghampiri Braylee dengan tatapan tajam. "Ngapain Om datang kesini?" Tanya Ronald tidak suka melihat Braylee karena memaksa Mommy-nya untuk menikah dengannya.


Menyeringai saat mendapati anak istrinya sangat tidak menyukainya. Lebih tepatnya anak kandungnya sendiri.


__ADS_2