
"Selangkah saja lagi kau melangkah, aku pastikan, jika aku akan menghukummu di rumah nanti" dingin Braylee melarang istrinya untuk mengejar dokter Riz.
Ia melihat pada Braylee di punggungnya. ''Kenapa kau sering melakukan semuanya sesukamu? Apa kau pikir kau banyak uang, kau berkuasa, kau bisa menjadikan semua manusia itu tunduk pada mu? Aku bukan boneka untuk kau kendalikan, aku punya hati, punya perasaan, kau tidak berhak untuk mengaturku!!'' Ujar Riana. Bola matanya sudah mulai berkaca-kaca melihat Braylee.
Braylee berdiri dari kursi. "Pulang! Kau tidak perlu bekerja, jika kau tidak bisa menjauh dari pria itu." Kata Braylee menarik kasar tangan istrinya.
Riana mengusap kasar air matanya yang jatuh begitu saja, sambil mengikuti langkah lebar suaminya.
,,,
Di hotel.
Monica melenguh, ia baru terbangun dari tidurnya setelah sekian lama ia tertidur, akibat obat yang di berikan oleh Braylee padanya semalam.
Mengecek tubuhnya, ia tak mengenakan sehelai benangpun di tubuhnya. Monica tersenyum senang, ia berpikir jika Braylee yang sudah menghabiskan waktu bersamanya semalam di ranjang itu.
Ia melihat pakaiannya yang robek semua. "Kau sangat ganas di ranjang," ingin turun dari ranjang, ia merasa semua badannya terasa sakit.
Tubuhku sakit semua karenanya. Batin Monica tanpa memudar senyuman di wajah cantiknya. Ia melangkah masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
,,,
Di mobil Riana hanya diam, ia tak puas hati dengan sikap Braylee, padahal ini belum waktunya untuk jam pulang kerja.
Tiba-tiba saja Braylee bertanya padanya, sesuatu yang tak bisa ia jawab.
"Siapa Ayah dari putramu itu?" Tanya Braylee pada Riana.
Tak menjawabnya. Karena ia sendiri tak tahu siapa Ayah kandung Ronald.
"Aku sedang bertanya padamu, apa kau mendengarku?" Tambah Braylee saat wanita itu hanya diam.
"Itu bukan urusan anda, dan itu juga tidak penting bagi anda,"
Lagi dan lagi gadis itu hanya diam. "Jangan-jangan kau tidak tahu siapa Ayah dari putramu sendiri"
Menatap pria yang terus bertanya, membuat emosinya terpancing. "Kalau iya kenapa? Masalah buatmu! Aku memang tidak tahu Ayah dari Ronald, aku tidak tahu, dia itu benih siapa, PUAS KAMU!!" Jawab Riana ketus.
"Apa kau bisa berbicara baik-baik?" Jawab Braylee malah berwajah santai.
__ADS_1
"Untuk apa aku berbicara baik-baik dengan pria sepertimu!"
Braylee hanya diam, tapi ia menarik tipis sudut bibirnya, ia tak menyangka jika wanita itu benar-benar tak mengingatnya.
,,,
Indonesia.
TAK!!!
Sebuah tas berisikan uang yang sangat banyak, dengan jumlah 3 miliar, di sodorkan tepat di hadapan pria paruh baya.
"Kau bisa memiliki semua uang itu, tapi dengan syarat, aku menginginkan putrimu" ucap seorang pria, berusia sekitaran 50 tahun.
"Berapa jumlah uang ini?" Tanya Albert. Iya, ia adalah Albert Ayah Riana yang tergila-gila dengan harta.
"3 miliar, kau bisa ambil separuh, tapi sebagiannya, kau bisa mendapat itu, jika putrimu sudah berada di hadapanku" ujar pria paruh baya yang sangat misterius.
"Aku tidak tahu kemana putriku, terakhir dia melarikan diri enam tahun lalu, semenjak hari itu, aku tidak pernah menemukannya lagi, meski aku sudah menyuruh beberapa temanku untuk mencarinya di beberapa negara"
__ADS_1
"Itu bukan urusanku, jika kau benar-benar menginginkan uang ini, maka segera cari keberadaan putrimu, dan kau bisa mendapat uang ini seutuhnya"
Berpikir sejenak. "Baiklah, aku akan mencari keberadaan putriku sampai dapat, entah dia masih hidup atau sudah mati, aku pasti akan membawanya kehadapan tuan"