Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Oh


__ADS_3

"Lanjutkan" kata Braylee menyuruh Asistennya.


"Dari informasi yang kami dapatkan, Nona Riana ternyata melarikan diri dari Ayahnya, karena Ayah Nona berniat untuk menjual Nona demi kepentingan diri sendiri, dan ibu Nona sudah lama melarikan diri dari kegilaan Ayah Nona, jauh sebelum Nona juga pergi. Hanya ini informasi yang saya dapatkan tuan"


Ada kelegaan dari hati Braylee saat mendengar penjelasan dari Asistenya, ia berpikir mungkin itu alasan istrinya menyembunyikan identitas sebenarnya di Amerika.


,,,


Rumah sakit.


Monica tersenyum bahagia, kerena akhirnya dia hamil, ia mengira jika yang menidurinya itu adalah Braylee, tapi dia salah, itu hanyalah tipu muslihat Braylee padanya, laki-laki tampan itu sudah mengatur rencana untruk mengahancurkan dirinya, dengan cara yang sangat licik dan sadis.


"Aku harus segera menemui Braylee, aku akan memberitahukan padanya, jika aku hamil, dia pasti akan sangat senang saat mendengar kabar ini," ujar Monica tergambar kebahagian dari wajahnya.


Ia langsung pulang ke Mension Braylee setelah dari rumah sakit.


Braylee mengemudi sendiri mobilnya untuk menjemput istrinya di rumah sakit. Tiba di rumah sakit. Riana ternyata sudah menunggu di depan.


Riana masuk ke dalam mobil Braylee dengan wajah cemberut, bagaimana tidak, sudah hampir satu jam ia menunggu pria itu, tapi lihatlah, dia baru baru saja tiba dengan wajah tak berdosa, membuat wanita itu benar-benar kesal padanya.

__ADS_1


"Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Braylee pura-pura tak tahu jika istrinya sedang marah.


"Ada apa denagn wajahku, tidak ada apa-apa," jawab Riana ketus.


"Aku mau ke rumah Lusy sebentar," Tambahnya.


"Tidak, aku ingin segera pulang ke rumah dan beristirahat," Braylee menolak mentah-mentah ajakan Riana.


"Ya sudah! Turunka saja aku di sini! Biar aku ke sana sendiri!"


"Pulang, atau berhenti dari pekerjaanmu," ancam Braylee.


Beberapa menit berlalu mereka sudah tiba di Mension. Saat melangkah masuk ke dalam, di ruang tengah sudah ada Monica dan Mommy Cellin yang menunggu kedatangan Braylee.


"Braylee, duduk dulu" ujar Cellin pada putranya.


Riana hanya melihat sekilas, dan ingin melewati mereka beredua. Tapi Braylee menahan lengannya, dan membawanya duduk bersama di sofa.


Pria ini ....... Menatap horor pada Braylee, tapi pria itu hanya membuat wajah tak bersalah.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Braylee.


"Kau harus segera menikahi Monica Braylee," kata Cellin.


Mengerut. "Kenapa?" Tanya Braylee.


"Aku sudah hamil anak kita sayang" Monica yang menyahutinya.


"Owh," jawab Braylee hanya ber oh iya.


Mendengar Monica benar-benar hamil, Riana ingin berdiri dari duduknya, ia tak ingin lebih lama lagi berada di situ yang nantinya akan membuatnya emosi. Tapi saat ingin berdiri, Braylee menahan tangannya, kemudian memeluk pinggang wanita itu di depan mata Cellin dan Monica.


Monica emosi melihat Braylee yang memeluk tubuh Riana, apa lagi Braylee merebahkan kepalanya di bahu wanita itu.


"Braylee, kau hanya ber oh iya, kapan kau akan menikahi Monica, kau harus bertanggungjawab" kata Cellin, ia juga ikut emosi seperti Monica saat melihat kemesraan Braylee dan Riana.


Mengangkat bahu acuh. "Kapan saja boleh," jawab Braylee melihat ke samping menatap bola mata istrinya yang sedang menatapnya dengan pandangan tak senang, saat mendengar jawaban santai pria itu.


Monica tersenyum jahat mendengar ucapan Braylee. Tidak lama lagi aku akan menyingkirkan wanita kampung ini dengan anaknya. Kau lihat saja, Braylee akan menceraikanmu dengan segera. Batin Monica sudah tak sabar ingin menyingkirkan Riana dan putranya dari kehidupan Braylee.

__ADS_1


__ADS_2