
Dengan wajah yang ketakutan dokter itu terpaksa melakukan yang di perintahkan oleh laki-laki di depannya.
Riana yang juga ikut andil dalam operasi putrany. Ia sangat kaget saat mendapati, ternyata darah Braylee dan putranya benar-benar cocok.
Tapi wanita cantik itu tak punya waktu untuk memikirkan semua yang berada di hadapan saat ini, karena ia hanya berpikir bagaimana caranya agar bisa menyelamatkan putranya yang sekarat.
Beberapa waktu berlalu, operasi terus berjalan, tapi di luar dugaan, tenyata hasilnya nihil, Ronald tak bisa di selamatkan. Riana berdiri kaku melihat wajah putranya yang berbaring kaku tak ada darah di bibir anak kecil itu.
Dengan tangan yang bergetar ia memegang wajah anaknya, kemudian memeluknya.
__ADS_1
"Jangan tinggalkan Mommy sayang ... Ku mohon ... Jangan tinggalkan Mommy ... Kenapa kau meninggalkan Mommy seperti ibu yang pergi meninggalkan Mommy, ku mohon ... buka matamu nak, buka matamu sayang ... Ku mohon ...." Riana menangis histeris seperti orang gila, dokter dan juga nurse yang berada dalam ruangan itu, ikut menjatuhkan air mata melihat Riana yang sangat memprihatinkan, karena kehilangan anak semata wayangnya.
Braylee ternyata masih berada dalam ruangan tersebut, ia juga merasa sangat sedih karena tak menyangka jika putranya pergi begitu cepat, di mana ia belum sempat memberitahukan siapa dirinya yang sebenarnya.
Perlahan melangkah, menghampiri Riana, kemudian memegang bahu wanita itu yang sedang memeluk anaknya.
Merasa ada yang memegang bahunya, ia melihat ke punggungnya.
"INI SEMUA KARENA KAMU!!! SEBELUM AKU BERTEMU DENGANMU, HIDUPKU DAN PUTRAKU BAIK-BAIK SAJA!! TAPI SETELAH AKU BERTEMU DENGANMU!! KAU MEMBUAT BANYAK MASALAH DALAM KEHIDUPAN KAMI!! SEKARANG KAU PUAS!!!! APA KAU SUDAH PUAS!!!! SETELAH PUTRAKU TIDAK BERNAFAS LAGI!! KAU PUAS!!!" Riana marah dan terus memukul dada bidang suaminya.
__ADS_1
Braylee hanya diam saat Riana marah dan mengamuk memukulinya sesuka hati. "PERGI KAU!! PERGI!!! Aku tidak pernah bermimpi jika ternyata Ayah dari putraku adalah seorang mafia!! Aku tidak pernah berharap kau hadir dalam kehidupan kami!!! Tanpamu juga kami bisa bahagia!! PERGI!!!!! PERGI KAMU!!!" Riana terus mengamuk seperti orang gila mengusir Braylee yang berdiri kaku, dengan kedua bola mata di jatuhi kristal bening.
Riana terduduk di lantai dengan badan yang bergetar hebat. "Apa yang menimpa Ronald itu semua karena kamu!!!! Karena musuhmu, putraku yang jadi korbannya"
Braylee berjongkok dan memeluk tubuh istrinya. Meski Riana mendorongnya, tapi ia tetap memeluknya dan berusaha membuat wanita itu tenang, ia sadar, apa yang berlaku itu semua karena dirinya.
,,,
"Aku puas, akhirnya dia kehilangan putranya, semoga saja putranya tidak akan selamat, karena itu yang aku inginkan," ujar seorang pria misterius memainkan rokok di tangannya, sambil tertawa penuh kemenangan saat ia sudah berhasil menembak Ronald yang ia ketahui anak kandung Braylee.
__ADS_1
Tampak seorang wanita seksi menghampiri pria tampan itu, kemudian duduk di atas pahanya. "Kau terlihat sangat bahagia," Tanya wanita tersebut mengisap rokok yang berada di celah jari-jari lentiknya.
Memeluk pinggang ramping wanita yang duduk di atas pahanya, ''tentu saja aku sangat bahagia sayang ... Sudah lama aku menyimpan dendamku ini pada Braylee, tapi hari ini aku bisa membunuh putra kandungnya, dia akan tau seperti apa yang aku rasakan, saat dia dengan sadis telah membunuh adikku," ujar Pria misterius itu.