Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Tertangkap


__ADS_3

BRANG!!!!


Albert melempar gelas yang berada di dekatnya. "Tuan Dimsom sepertinya sedang mempermainkan aku! Kurang ajar! Pantas dia ingin membayarku lebih, itu karena putriku bersama dengan putra Browne, dan itu mustahil untuk aku mendapatkan anak itu!"


BRAKKKK


Menendang kursi di depannya. "Sama saja aku mencari mati!" Albert keluar dari rumahnya, dan mengemudi mobil yang juga di siapkan oleh tuan Dimsom selama ia berada di kota A.


Ia berhenti tepat di sebuah Cassino milik Braylee, ia turun dari mobil, ingin masuk ke dalam Cassino tersebut, tapi siapa sangka, jika ia malah berpapasan dengan Asisten Xan.


"Albert," kata Asisten Xan langsung mengejar Albert yang sudah melarikan diri, karena pria paruh baya itu lebih dulu melihatnya.


Mereka saling kejar-kejaran. Albert terus berlari sekencang mugkin agar tidak di temukan oleh anak buah Braylee.


"Berhenti!!!" Teriak Asisten Xan, bersamaan melepaskan tembakannya tepat mengenai kaki Albert.


"ARKHHHHH" Albert berteriak saat kakinya terkena timah panas. Ia terjatuh dan tak bisa berlari lagi, karena tembakan Assisten Xan, tepat mengenai sasaran.


"Kena kau," Asisten Xan langsung memukul tengkuk Albert, yang membuatnya pingsan seketika. Setelah itu Xan membawanya ke Markas Dark Revenge.


,,,


Braylee sedang membuat sarapan pagi untuk anak dan istrinya. Setelah selesai membuat sarapan, Braylee menyajikannya di atas meja makan.


Riana dan Ronald yang sudah bersiap, masuk ke dapur. Braylee tersenyum manis pada putranya.


"Ini semua Daddy yang buat?" Tanya Ronald, duduk di meja makan.

__ADS_1


"Tentu saja," jawab Braylee melirik pada istrinya.


Riana hanya diam. Ia mengedar pandanganya seperti mencari sesuatu, ia mencari keberadaan wanita berdua itu yang tak berada di sana.


"Apa yang kau cari?" Tanya Braylee pada istrinya.


"Monica dan Mommymu kemana?"


"Mereka sudah lama tidak berada di sini,"


"Owh, memang mereka kemana?"


"Palingan di rumah Markus,"


"Mertuamu?"


Mereka bersiap untuk berangkat. Braylee mengadakan tangannya pada Riana meminta kunci mobilnya. "Biar aku yang mengemudi, aku akan mengantarmu ke rumah sakit, setelah itu aku bawa mobilmu ke bengkel, untuk di perbaiki" Kata Braylee.


"Biayanya?'' Tanya Riana, ia sudah bisa berbicara sedikit lembut pada suaminya itu.


"Nanti aku yang akan membayar biayanya," Jawab Braylee di angguki oleh Riana.


,,,


Di mobil.


Ponsel Braylee berdering.

__ADS_1


"Hello" Jawab Braylee.


"Hello tuan, semalam kami sudah menagkap Albert di Cassino anda tuan"


"Kenapa kau baru mnenghubungiku? Dimana dia sekarang?"


"Maaf tuan, saya tidak menghubungi tuan, karena tuan baru saja pulang dari rumah sakit, dan semalam juga sudah sangat lewat," jelas Xan sedikit takut, akan mendapat bogem lagi dari tuannya yang emosian itu.


"Sebentar lagi aku ke sana,"


"Baik tuan,"


Braylee menutup poselnya, dan melaju mobil yang ia kendarai menuju rumah sakit. Riana memang sengaja membawa Ronald ke rumah sakit, karena ia dan suaminya sepakat untuk memindahkan Ronald ke sekolah lain, setelah putra mereka sudah sembuh total. lagi pula rumah sakit itu milik Braylee. Yang Riana anggap sudah berpindah tangan, karena Braylee sudah menjual perusahaannya.


,,,


Tap Tap Tap


Ia melangkah cepat masuk ke dalam markas. menuju ruang bawah tanah, di mana Albert sudah babak belur karena di pukuli oleh anak buah Braylee.


BYURRRR!!


Braylee menyiram wajah Albert yang masih tak sadarkan diri. Orang tua itu menggoyangkan kepalanya, mengumpul kesadarannya, penglihatannya terlihat kabur, sehingga ia mengusap bola matanya berkali-kali.


Ia melihat pria tampan yang sedang duduk di bangku. "Siapa kau?" Tanya Albert, wajahnya di penuhi dengan lebam. Ia tak mengenali wajah Braylee yang membuka maskernya. Karena ME X yang di kenali anak Browne sering memakai masker.


"Kau tidak mengenaliku?" Jawab Braylee.

__ADS_1


__ADS_2