Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Sadar


__ADS_3

Mendengar ucapan Braylee. Kepala dokter Riz tiba-tiba sakit, laki-laki itu memegang kepalanya dan berteriak kesakitan. Ternyata dokter Riz, alias Rich, mempunyai gangguan kejiwaan, di mana jika penyakitnya itu datang, maka dia akan menjadi gila dan ingin membunuh siapa saja yang berada di sekelilingnya.


Fakta sebenarnya, Rich bukanlah seorang dokter. Ia hanya memakai identitas seseorang dokter yang bernama dokter Riz. Dokter Riz yang sebenarnya sudah ia bunuh.


Dokter Riz adalah salah satu dokter dari rumah sakit lain, dan di pindahkan ke tempat rumah sakit Riana bekerja.


Sebelum dokter Riz tiba di rumah sakit itu, Rich membunuh dokter Riz dan memakai semua identitasnya.


Saat ini, Rich terlihat sangat jauh berbeda dengan dirinya yang tadi, tatapannya seperti tatapan yang ingin membunuh mangsanya saat ini juga.


"Hahahaha aku akan membunuh kalian semua!!" Rich bertempur dengan Braylee, beradu kekuatan. Dan ternyata Rich lumayan kuat.


Setelah sekian lama mereka duel, akhirnya Rich mulai tumbang.


"Mati saja kau bajingan!" Braylee menikam jantung Rich.


"ARKHHH" Rich berteriak kesakitan, sebelum ia benar-benar kehilangan kesadaran.


Ia menembak Berylee, dan terkena betisnya.


Braylee terjatuh. Terdengar suara bom dalam rumah itu sudah mulai meledak satu persatu.

__ADS_1


"Tuan!!" Panggil Asisten Xan. Ia sudah tiba di lantai atas.


"Bawa istriku keluar dari sini segera!!" teriak Braylee karena mustahil ia akan menggendong istrinya, dalam keadaan betisnya terluka.


"Tapi bagaimana dengan anda tuan?" Tanya Aissten Xan.


"Aku yang akan membawa tuan keluar dari sini," sahut Vanus yang baru saja tiba dan langsung menolong tuannya.


Asisten Xan mendekati Riana. "Maafkan saya Nona," kata Asisten Xan, mengambil selimut tebal yang berada di atas ranjang, kemudian menggulung di tubuh Nonanya, agar ia tak menyentuh wanita itu saat menggendongnya. Asisten Xan menggendong Riana segera membawanya keluar dari kamar.


Tiba-tiba saja bom dalam kamar itu meledak. Braylee menyuruh Vanus pergi dari sana, karena ia belum mengambil obat yang berada dalam saku Rich.


Dengan usaha dan penuh perjuangan karena kaki Braylee terluka. Akhirnya dia bisa mengambil penawar itu. Dan langsung keluar dari kamar yang sudah hampir tak berbentuk, dengan bom yang semangkin banyak terdengar bergema di mana-mana.


,,,


Setelah dua hari terbaring di kamar mewah suaminya. Akhirnya Riana mulai membuka kedua bola matanya.


Ternyata Braylee sudah membawa anak istrinya tinggal di mensionnya semula, setelah meninggalkan Mension itu beberapa bulan terakhir.


Mata indahnya mulai mengerjap. Ia tak bisa melihat, semua tampak kabur di pandangannya.

__ADS_1


Beberapa kali ia mengusap bola matanya, perlahan penglihatannya sudah mulai terang.


Yang pertama ia lihat, adalah wajah tampan suaminya sedang tersenyum hangat menatapnya.


"Kau sudah bangun Baby?" Tanya Braylee tanpa memudar senyuman.


Wanita itu ingin mendudukkan dirinya, tapi terasa sedikit sulit. Braylee membantu istrinya untuk duduk.


Tiba-tiba Riana memeluk tubuh suaminya, bulir-bulir dari kedua bola mata indahnya mulai berjatuhan.


Braylee juga membalas memeluk sang istri tercinta dengan hangat.


"Aku takut ... Jangan tinggalkan aku sendiri lagi," suara Riana serak.


Terlihat jelas dari wajah Braylee yang tampak rasa bersalah. "Maafkan aku sayang ... Aku berjanji, apapun yang terjadi kedepannya, aku tidak akan pernah meninggalkan mu sendirian lagi," jawab Braylee mencium pucuk kepala Riana.


"Kau janji?" Tanya Riana mendongak melihat wajah suaminya.


"Braylee tersenyum dan mengangguk, "Aku berjanji sayang," mencium bibir gadis itu sekilas.


Riana ingin menggerakkan kakinya. Tapi ia merasa tak bisa menggerakkan kakinya. "Kenapa dengan kakiku?" Tanya Riana sedikit terlihat panik.

__ADS_1


Braylee berusaha agar istrinya tak panik. Ia membuka selimut yang menutup kaki Riana. Kemudian mengangkat istrinya ala bridal style dan membawanya ke balkon kamar.


__ADS_2