Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Siapa anak ini


__ADS_3

BRAKKK!!!


Monica jatuh ke lantai tak sadarkan diri. Braylee berdiri dari ranjang, kembali mengancing baju miliknya yang sempat Monica buka tadi.


"Dasar murahan!" Ujar Braylee memakai maskernya sebelum keluar dari kamar hotel.


Di depan pintu kamar, sudah ada tiga laki-laki kekar menunggu. Dengan sang Asisten yang selalu siap siaga kapan pun ia membutuhkannya. "Urus wanita itu." perintah Braylee terus melangkah meninggalkan mereka berempat.


"Kalian harus ingat apa yang saya pesan tadi, jangan sampai wanita di dalam itu menyadari kalian bertiga, usahakan agar kalian tidak di sadari olehnya. Jika tidak, kalian pasti tau akan seperti apa nasib kalian nanti di tangan MR X" kata Asisten Xan mengingatkan pada mereka bertiga, yang ternyata masih anggota Dark Revenge.


Ketiga pria kekar itu mengangguk patuh.


"Siap Bos!" Serentak mereka.


''Bagus!" Asisten Xan melangkah pergi.


Setelah kepergian Asisten Xan, mereka bertiga masuk ke dalam kamar, melihat seorang gadis cantik yang tergeletak di bawah lantai.


"Ku rasa MR X kebanyakan wanita cantik, sehingga wanita secantik dan semulus ini, malah di berikan saja pada kita dengan cara cuma-cuma" sahut salah satu dari ketiga mereka.

__ADS_1


"Kau benar" mengangkat tubuh Monica naik ke atas ranjang, kemudian membuka semua pakaiannnya.


"Tubuhnya sangat mulus"


"Apa kau ingat pesan Bos Xan tadi?


"Tentu saja, dia mau wanita ini hamil,"


"Kalau begitu, kita saingan saja, siapa kecobongnya paling ampuh Hahahahahahaha" mereka tertawa bersama, setelah itu, mereka menggiliri Monica yang tak sadarkan diri.


,,,


"Mommy, Ronald sudah selesai Mommy" kata Ronald pada Mommynya.


"Ya sudah, mari kita turun ke bawah,"


"Mari My" Ronald dan Riana turun ke bawah.


Mereka berdua menuju meja makan untuk sarapan. Di sana sudah ada Cellin yang menatapnya. Riana melihat semua kursi yang berada di meja makan suidah di singkirkan hanya yang ada tinggal yang di pakai oleh Cellin.

__ADS_1


"Kalian berdua ingin sarapan? Sarapan saja di bawah lantai, sesuai dengan derajat kalian, bukankah kalian hanya seorang gembel" kata Cellin menghina menantu dan cucunya.


Riana hanya diam. "Kita sarapan di luar saja sayang," ingin melangkah pergi dari hadapan Cellin, tapi Cellin malah menahannya.


"Kau mau kemana? Sarapan saja dulu" ucap Cellin bersamaan sekeping roti tawar melayang tepat terjatuh di depan kaki Riana.


"Itu, makan saja, enak kok, apa lagi dari lantai" ejek Cellin merendahkan ibu dan anak itu.


Ronald mengambil roti tawar tersebut, membawanya ke meja, dan menyimpannya di sana. "Roti tawar ini jauh lebih berharga, di bandingkan dengan anda yang memiliki kedudukan tinggi, kaya raya, tapi tidak bermoral" kata Ronald menatap dingin Cellin.


DEG!


Celin sangat kaget dengan respon bocah enam tahun itu, ia seperti melihat Braylee kecil yang sangat pintar di usianya yang masih sangat dini, sangat mirip seperti bocah di depannya saat ini.


Tatapan anak ini, kenapa sangat mirip dengan tatapan Browne (Daddy Braylee) siapa sebenarnya anak ini?. Batin Cellin, tangannya bergetar memegang sendok.


"Ayo kita pergi sayang" panggil Riana. Ronald membalik badan, dan pergi dari hadapan Cellin yang masih mematung seperti manekin.


Tidak, siapa anak itu? Apa dia darah daging Braylee? Jika itu benar, bertambah satu lagi ancaman bagiku. Aku harus melakukan sesuatu. Iya, aku baru ingat, mungkin aku memang harus membuat putraku cacat seumur hidup, menggunakan ramuan yang di berikan Markus beberapa tahun lalu, aku tidak bisa membiarkan anak itu terus hidup, dia sudah mulai jadi ancaman besar untuk aku. Batin Cellin. Ia berniat untuk menyusun rencana, ingin mencelakai putranya sendiri. Ia bahkan terpikir untuk membunuh putranya.

__ADS_1


__ADS_2