Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Sadis


__ADS_3

Tak puas hanya dengan menampar wanita di depannya, ia kembali menarik rambut ikal wanita itu.


"Arkhh"


"Kau mencoba melawan padaku hah!"


"Kau itu yang laki-laki gila! Arkhhhhh" Riana berteriak saat dokter Riz semangkin mengerat tarikan pada rambutnya.


Wanita itu tak mengeluarkan air mata sedikitpun dari kedua bola matanya. Ia hanya diam dan menatap kedua bola mata dokter Riz dengan pandangan kebencian.


,,,


Di Markas Dark Revenge.


Asisten Xan datang menghadap pada tuannya.


"Ada apa?" Tanya Braylee pada Asisten Xan.


"M-maafkan saya tuan, tapi ada yang melaporkan, jika Nona Riana, belum kembali ke rumah temannya tuan," lapor Asisten Xan , membuat Braylee menghentikan kesibukan jari-jarinya.


"Kemana dia?" Tanya Braylee menatap Asisten Xan. Tampak tenang, tapi sebenarnya ia sangat khawatir mendapat khabar jika istrinya tak berada di rumah sakit.


Tok Tok Tok


Sebelum Asisten Xan menjawabnya, terdengar suara ketukan dari luar pintu ruangannya.


"Masuk,"


Vanus melangkah masuk ke dalam, dan membawa ponsel Riana yang terjatuh di lokasi dokter Riz memberikan Riana minuman yang membuat wanita itu tak sadarkan diri.


"Maaf tuan, tapi saya menemukan ini di rumah sakit," memberikan ponsel Riana pada tuannya.


Hati Braylee yang tadinya masih tenang-tenang saja, mulai merasa khawatir.


Ia berdiri dari duduknya melangkah cepat keluar dari ruangannya, dan bergegas mencari istrinya.


,,,


Riana duduk di atas kursi, tangan dan kakinya sudah di lepas, hanya tinggal kakinya sebelan yang di rantai.


Dokter Riz melangkah masuk ke dalam ruangan membawa makanan.

__ADS_1


Ia langsung menyimpan makan itu di depan Riana. "Makanlah," Dokter Riz menyuruh Riana untuk makan. Tapi wanita itu malah mengabaikannya. Dan seolah tak peduli padanya.


Dokter Riz mendekatinya, dan menarik kasar dagunya. "Apa kau mendengarku? Makan! Jangan sampai aku yang memberikanmu untuk memakan makanann ini," melepas kasar dagu Riana. Laki-laki itu benar-benar sangat sadis.


Tak punya pilihan, Riana terpaksa mengambil sendok dan ingin menyuapi makanan itu.


Tiba-tiba ia menutup mulutnya menggunakan tangan, Riana merasa mual mencium bau makanan di depannya.


❤️❤️❤️


Hai Hai Hai para reader 😀


Promo dulu. Ayo mampir di novel ku ini, baru saja rilis.


Tajuk : AKU DIHAMILI ANAK MAJIKANKU.


Cover



Hujan deras turun membasahi bumi di malam pekat yang sangat gelap. Tampak seorang gadis cantik berlari kecil masuk ke dalam sebuah angkot.


Gadis itu memegang sebuah plastik kecil di tangannya yang berisikan obat. Gadis bernama Mutiara itu berniat membawakan obat untuk salah satu teman ibunya yang bekerja di sebuah Mension mewah, milik keluarga Angkasa Arguna.


Tiba di gerbang, ternyata kata pak satpam yang menjaga di sana, bahwa bik Karni yang ia bawakan obat itu, tak berada di dalam Mension, karena bik Karni di kirim ke rumah putra pemilik Mension itu, yang baru saja tiba dari luar negeri.


Tak punya pilihan, karena kasihan pada bik Karni, Mutiara terpaksa kembali ke angkot, dan meminta supir untuk mengantarnya ke Villa anak majikannya.


Tiba di Villa, Mutiara langsung masuk ke dalam Villa tersebut, dan bertanya pada salah satu pelayan yang masih belum tidur, untuk mengantarnya masuk ke dalam kamar bik Karni yang sedang berbaring di kamar pembantu.


Setelah memberikan obat pada bik Karni, Mutiara kembali melangkah keluar dengan buru-buru karena angkot masih menunggunya di luar rumah.


Saat tiba di ruang keluarga, terdengar suara bariton sedang memanggilnya.


''Hei! Kau!" Panggil seorang pria yang sangat tinggi dan tampan, mempunyai otot-otot yang terlihat jelas dari balik bajunya, pria itu menyandarkan tubuhnya di kaki tangga, agar ia tak terjatuh, karena kepalanya yang terasa oleng dan pusing.


Mutiara melihat ke belakang dan sekelilingnya, tak ada siapapun, hanya ada dia dan laki-laki itu di situ.


Mungkin dia sedang memanggilku. Batin gadis itu.


''I-iya tuan, apa anda sedang memanggil saya?'' Tanya Mutiara mendekat, tapi tetap menjaga jarak.

__ADS_1


''Hm, antarkan aku ke kamarku,'' kata pria itu yang menunduk sedikit.


Antar ke kamarnya?. Mutiara tak berani mendekat, apa lagi ini pertama kali ia melihat laki-laki di depannya itu, tapi gadis itu yakin, jika pria itu adalah anak majikannya yang baru saja tiba dari luar negeri.


"Apa kau tuli? Aku kata antar aku ke kamarku!" Laki-laki itu sedikit meninggikan nada bicaranya.


"B-baik tuan," mendekat dengan was-was.


Saat tiba di dekat laki-laki itu, ternyata pria itu sedang mabuk berat. Indra penciuman Mutiara, mencium bau alkohol yang menyeruak dari mulut pria di depannya.


Pria ini sedang mabuk. Mutiara ingin menjauhkan tubuhnya, tak berniat lagi ingin menolong pria itu, tapi sebelum ia sempat menjauh, anak majikannya keburu memeluk bahu mungilnya dan menopang tubuhnya pada gadis kecil itu.


"T-tuan, anda sangat berat," Mutiara sangat gugup karena selama ini, ia tak pernah sedekat itu pada seorang laki-laki.


"Kalau aku berat, cepat antar aku ke kamarku, karena aku sangat pusing sekarang," perintah laki-laki itu menutup kedua bola matanya.


Mutiara yang tak ingin berlama-lama lagi, segera mengantar anak majikannya naik ke kamarnya.


Karena takut ibunya di rumah akan memarahinya lagi jika ia terlambat pulang, apa lagi sudah larut malam.


Tiba di kamar anak majikannya, ia membaringkan tubuh kekar laki-laki itu.


Ia ingin menarik dirinya, dan bergegas keluar dari kamar. Tapi siapa sangka, laki-laki itu malah menarik dan menghempaskannya ke ranjang, kemudian mengukung tubuh mungilnya.


"T-tuan, tolong lepaskan saya tuan, saya ingin segera pulang," mutiara sangat ketakutan pada pria di atas tubuhnya yang menatap buas tubuhnya, bola matanya sudah berkaca-kaca.


Seolah tuli, laki-laki itu malah menyerangnya. Dan menc*umnya dengan paksa.


Gadis itu memberontak, mencoba untuk melepaskan dirinya dari kukungan pria itu.


"Lepaskan saya tuan! Ku mohon lepaskan saya! jangan!!!" Teriak Mutiara, pipinya di banjiri air mata dengan bibir yang terus memohon, berharap ada sedikit belas kasihan dari pria itu.


SREKKK


Anak majikannya malah berobek pakaiannya. Hanya beberapa menit saja gadis itu sudah polos.


"ARKHHHHHHHH" teriakkan Mutiara memenuhi seluruh kamar anak majikannya, saat pria itu mengambil paksa mahkota yang sudah ia jaga selama 16 tahun, karena gadis itu masih sekolah, dan baru berusia 16 tahun.


Hanya ada kilat dan guntur yang saling bersahutan, menjadi saksi atas kehilangan mahkota gadis belia malang itu. Karena di renggut paksa oleh anak majikannya sendiri.


❤️

__ADS_1


Jangan lupa mampir ya😀🤗 like dan komen.


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2