Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Teka-teki


__ADS_3

"Aku akan mencari pekerjaan nanti, setelah itu aku akan mengganti uangmu Baby" mengedipkan satu matanya pada istrinya.


"Enggak usah!" Ketus Riana membuat Braylee semangkin terbahak-bahak.


,,,


Dini hari.


Braylee mendapat satu panggilan dari seseorang, ia bangun dari tidurnya, kemudian memakai pakaiannya, tak lupa ia juga sudah memakai masker.


Sebelum ia melangkah keluar kamar, Braylee memakaikan putranya dan istrinya selimut, kemudian mencium dahi istri dan anaknya.


Maafkan Daddy sayang, Daddy tidak berniat ingin membuatmu hidup susah seperti ini, tapi hanya dengan cara ini Daddy bisa melindungimu dan Mommy. Batin Barylee menatap putranya. Kemudian mengalih pandangannya pada Riana yang tampak seperti tertidur pulas.


Maafkan aku, semua yang aku lakukan ini, demi keselamatan kalian berdua, aku menyayangi kalian berdua. Mengusap lembut pucuk kepala istrinya, kemudian melangkah keluar, tak lupa ia juga pasti akan membawa senjata api di sakunya.


Membuka kedua bola matanya. Dia mau kemana? Apa sebenarnya yang dia sembunyikan dari kami semua, entah mengapa aku merasa jika apa yang berlaku semua ini hanya sebuah rencana. Batinnya, ternyata ia terbangun tadi semasa Braylee mengecup dahinya.


Wanita itu tiba-tiba teringat dengan perkataan suaminya yang pernah ia ucapkan tempo hari.


(Kadang yang kita lihat, tidak seperti yang kita lihat, jadi kita harus selalu berwaspada.)

__ADS_1


Kadang yang kita lihat, tidak seperti yang kita lihat. Apa artinya? sepertinya ada teka teki di dalamnya. Batin Riana mengulang ucapan Braylee tempo hari.


,,,


Markas Dark Revenge.


Braylee melangkah masuk ke dalam, semua anak buahnya yang melihatnya langsung menunduk hormat.


Ia naik ke lantai tiga, masuk ke dalam sebuah ruangan, di sana sudah ada Asisten Xan dan Fredly yang menunggu kedatangannya.


Tampak seorang gadis cantik terbaring kaku di atas brankar, terlihat di sekujur tubuhnya yang di pasangkan dengan berbagai alat medis.


"Bagaimana?" Tanya Braylee melangkah mendudukkan dirinya di kursi empuk yang berada dalam ruangan tersebut.


"Markus masih terus menyelidiki tentang jatuhnya perusahaan B.B Group yang tiba-tiba, dan dia tidak akan mempercayainya dengan begitu mudah tuan, tapi tuan tidak perlu khawatir, dia tidak akan bisa mendapat informasi dengan mudah, karena saya sudah menyimpan mata-mata dalam Markasnya.


Braylee mengangguk.


"Bagaiamana dengan wanita ular itu kak Braylee?" Tanya Fredly pada kakaknya.


"Aku sudah menikah dengannya, jadi aku akan mudah mengendalikan dia," jawab Braylee.

__ADS_1


"Wanita itu sangat berbahaya, untung saja kakak punya idea untuk menikahinya dan menekannya, oya, apa kakak benar-benar menikahinya?" Tanya Fredly tak yakin jika Braylee menikahi Monika.


Menggeleng. "Tentu saja tdak,"


Fredly menarik satu sudut bibirnya, kakak angkatnya itu memang sangat licik, tak heran jika ia masih bisa bertahan hidup sampai hari ini, setelah banyaknya musuh yang sudah mencoba untuk mermbunuhnya.


"Bagaimana dengannya?" Tanya Braylee menunjuk wanita di brankar menggunakan dagunya.


"Dia masih belum sadarkan diri tuan," jawab Xan.


"Kak, wanita itu sudah koma selama 11 tahun, apa kakak yakin jika dia masih bisa hidup?" Fredly.


Sedikit menarik nafas saat mendengar pertanyaan Fredly, karena ia juga kurang yakin dengan hal itu.


"Aku tidak tahu, tapi aku akan mempertahan dia sampai dia sadar, walau bagaimanapun caranya." Kekeh Braylee ingin memepertahankan wanita cantik yang terbaring kaku di depan mereka bertiga.


Asisten Xan dan Fredly hanya mengangguk mengiyakan.


"Terus awasi tua bangka itu, siapa tahu saja dia akan menemui Albert sialan itu nanti,"


"Baik tuan,"

__ADS_1


__ADS_2