Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
APA!!!


__ADS_3

"Maaf tuan, kami dari pihak bank, kami datang kemari ingin memberitahukan jika kami akan segera menarik Mension tuan, sesuai perjanjian, jika tuan tidak bisa membayar hutang anda di bank," kata pegawai itu pada BRaylee.


"Hm, saya akan segera pergi dari sini" jawab Braylee.


"Braylee!! Apa maksudmu ini Braylee? Ini Mension peninggalan Daddymu! Bagaimana bisa kau membiarkan pihak bank mengambil Mension ini?" Cellin memarahi putranya.


"Aku mempunyai hutang di bank mengatas namakan Mension Daddy, jadi wajar saja jika mereka menarik Mension ini, lebih baik Mommy pergi bersiap-siap mengemasi barang-barang Mommy, dari pada Mommy ribut saja di sini" jawab Braylee pada Mommynya.


"Aku tidak mahu ikut denganmu!!" Nimbrung Monica saat mendengar ucapan Braylee ingin keluar dari Mension, ia sudah mulai mengeluarkan taringnya saat melihat pria incarannya, sebentar lagi akan benar-benar jatuh miskin dan melarat.


"Maaf tuan, kalau begitu, segera kosongkan Mension ini, saya pamit dulu" kata pegawai bank saat melihat rumah itu mulai ribut.


Braylee hanya mengangguk, dan ingin kembali melangkah ke atas kamarnya.


"Braylee!! Aku sedang berbicara padamu!! Aku tidak ingin ikut denganmu Braylee!!" Pekik Monica.


Ia menghentikan langkah kakinya saat mendengar perkataan Monica. "Bukankah sebelumnya kau ingin sekali menikah denganku? Kenapa sekarang kau berkata demikian? Kemanapun aku pergi, maka kau akan tetap ikut denganku, bukankah aku ini suamimu?" Tersenyum miring, dan kembali melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


"ARKHHHHHHHHHHHHHHHHHHH" Monica berteriak frustasi sambil menjambak rambutnya sendiri.


"Monica, jangan seperti ini, kaukan sedang hamil sayang," kata Cellin memegang bahu wanita itu.


"Ini semua gara-gara tante, jika bukan tante yang mengizinkan Braylee untuk menikah lagi! semua ini tidak akan terjadi! Sekaranga apa yang kita bisa lakukan!" Monica malah melepaskan amarahnya pada Cellin.


"Kenapa kau malah menyalahkanku!"


"Arh! tidak guna juga," Monica melangkah pergi dari hadapan Cerllin sambil menghantak-hantakkan kakinya.


,,,


Riana santai saja, beda dengan Cellin dan Monica yang terang-terangan menunjukkan wajah tak bersahabatnya.


"Kita mau kemana Braylee!!" Ketus Monica tak lagi menyembunyikan sikap buruknya pada Braylee.


"Cari tempat tinggal," jawab Braylee menggandeng tangan Riana dengan sebelah tangannya memegang koper istrinya. Sedangkan Ronald, berada di sebelah Mommynya memegang lengan Riana.

__ADS_1


"Apa-apaan kau Braylee, kenapa kau hanya membawa koper wanita itu! seharusnya kau bawa juga koperku ini," ia memberikan kopernya pada Braylee.


"Kau punya tangan bukan? Kau bawa saja sendiri, jika kau tidak bisa membawa kopermu, kau simpan saja di sini, tapi jangan salahkan siapa-siapa kalau kau tidak memakai pakaian setelah mandi," kata Braylee.


"Aku juga istrimu Braylee, kenapa kau membeda-bedakan kan! Aku juga sedang hamil!" Monica.


Braylee mengabaikannya, kemudian melangkah keluar dari Mensionnya.


Dengan perasaan geram Monica terpaksa menarik kopernya sendiri. Tiba di luar, Monica dan Cellin heran, karena Braylee malah naik ke mobil Riana.


"Braylee, kenapa kau naik ke mobil wanita gembel ini?" Tanya Cellin menunjuk mobil Riana.


"Jangan bilang ..." Monica menggantung ucapannya.


"Iya, semua mobilku juga di sita untuk membayar hutang perusahaan.


"APA!!!!" Teriak Monica dan Cellin secara bersamaan.

__ADS_1


Riana naik di kursi kemudi mobilnya, menghidupkan mobilnya, tapi kedua wanita itu masih berada di luar mobil, mereka tak ingin menjatuhkan harga dirinya jika harus naik ke mobil Riana, wanita yang sering mereka juluki 'gembel dan murahan'


__ADS_2