Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Keren!!!


__ADS_3

"Sonata!!" Panggil seorang gadis.


Merasa tak asing dengan suara itu, Riana melihat ke sumber suara. "Lusy" tersenyum gembira, dan langsung memeluk tubuh sahabatnya, mereka berdua sudah lama tak bertemu semenjak ia menikah dengan Braylee.


Lusy membalas memeluk Riana. Kemudian ia menghampiri Braylee, dan mengecek tubuh Ronald yang berada dalam gendongan Daddynya.


"Kau baik-baik saja Ronald? Maafkan tante, tante tidak tahu kalau kau masuk rumah sakit," ujar Lusy khawatir.


''Riana, kenapa kau tidak memberitahukan padaku, jika Ronald tertembak dan masuk ke rumah sakit" Lusy malah mengomeli Riana dan tanpa sadar juga ia menyebut nama sahabatnya itu di depan Braylee.


Braylee hanya membuat wajah biasa, seolah ia tak mendengar nama yang di sebut kan oleh lusy. Pemilik nama malah melototi Lusy yang salah dalam menyebut namanya.


Tersadar dan menyengir. "Bagaimana kau tidak memberitahukan padaku jika Ronald masuk rumah sakit sih!"


"Aku terlalu khawatir Lus, sampai-sampai aku lupa memberitahukan padamu soal Ronald, maaf," merasa tidak enak karena ia melupakan teman baiknya itu.


"Ya sudah, nggak apa-apa, tapi Ronald sudah baikan kan?" Tanya Lusy.


''Iya, dia sudah sembuh seperti semula, kau tidak perlu khawatir lagi,"

__ADS_1


"Bagus lah. Oya, aku lupa mau bilang sama kamu, mungkin dalam masa dua hari lagi kak Lois akan datang ke sini, katanya gitu,"


"Beneran?" Antusias Riana membuat Barylee tak senang mendengarnya, karena yang di sebutkan Lusy itu nama seorang laki-laki.


"Iya, masa aku boong, benar dong, nanti aku akan berkunjung ke rumahmu kalau kak Lois sudah tiba di kota ini,"


"Baiklah, aku akan menunggumu, sekalian aku pamit dulu ya,"


"Ok, ok, hati-hati di jalan. Dadah Ronald,"


"Dah tante,:"


Di jalan, ia sadar jika ada sebuah mobil yang sedang menghikutinya dari belakang. "Ada yang menguikuti kita," kata Riana pada Braylee.


"Hm, " jawab Braylee hanya berdehem.


"Kau sudah tahu ada yang mengikuti kita sedari tadi?" Riana bertanya pada suamiya lagi.


"Iya, kermudikan saja mobilmu dengan tenang" kata Braylee.

__ADS_1


Sial, pria ini terlihat sangat tenang, padahal kita sudah di kerumuni oleh musuh. Batin Riana karena ia kembali melihat beberapa mobil dari arah lain.


"Sepertinya mobil bertamnbah lagi,"


"Tambah kelajuan mobilmu,"


BRAKKKK


Tiba-tiba mobil mereka di senggol dari samping. Brylee mengeluarkan senjata apinya, dan menembak mobil yang berada di belakang sehingga mobil itu meledak.


BUNG!!


"Pindah posisi, sini aku yang mengemudi," ucap Braylee,


Riana mengangguk dan bertukar tempat dengan suaminya, secepat kilat. Mobil itu melaju dengan sangat kencang, membuat siapa saja yang seharusnya berada dalam mobil itu, akan mati lemas, tapi tidak bagi keluarga kecil itu.


Saat bertemu tikungan .....


KIKKKKKK!!!!!!

__ADS_1


"Wah, Daddy keren!!!" Ronald malah mengecung jempol pada Daddynya membuat Riana menepuk jidatnya sendiri, bagaimana tidak, ia mengira jika putranya itu akan ketakutan dengan kenderadaan yang melaju sangat kencang, tapi dia salah, Riana terlupa jika darah yang mengalir dalam tubuh putranya itu, adalah keturunan mafia. Karena tuan besar Browne dan kakek-kakek Braylee yang semua sudah tiada, adalah seorang mafia.


__ADS_2