
Braylee sudah tiba di markas Garuda.
Ia memarkir motornya jauh dari Markas itu, setelah itu ia masuk ke dalam dengan mengendap-endap.
Ternyata Markas itu sudah lebih ketat dari sebelumnya.
Sangat mudah bagi Braylee untuk masuk ke dalam Markas Garuda, meski Markas itu sudah sangat ketat. Ia melihat ada banyak narkoba yang akan di seludupkan.
Braylee bersembunyi, dan pelan-pelan mulai mencari keberadaan istrinya dari kamar, ke kamar lainnya. Tapi tetap saja nihil, ia tak menemukan keberadaan Riana, ia begitu yakin, jika yang menculik istrinya, pasti ada kaitannya dengan ketua Markas Garuda. Braylee memperkirakan, laki-laki dalam camera tersebut yang menggunakan topeng, juga ada kaitannya
Saat ingin masuk ke kamar yang terakhir, Braylee mendengar ada langkah sepatu yang mendatangi kamar itu juga.
Buru-buru bersembunyi.
"Bagaimana dengan gadis yang di tahan oleh tuan Rich?" tanya Salah satu anak buah musuh.
"Gadis itu berada di pulau bersama tuan Rich,"
"Kenapa mereka menangkap wanita itu?"
"Tidak tau juga, yang aku dengar, wanita itu istri tuan Braylee"
"Owh, pantas saja mereka menangkapnya,"
Riana. Batin Braylee saat mendengar pembicaraan mereka, ia langsung memukul tengkuk salah satu dari mereka berdua, kemudian mengarah pisau pada penjahat yang satunya.
"Diam!! atau aku akan membunuhmu!" ancam Braylee menarik laki-laki itu ke tampat yang sunyi dan aman dari CCTV.
__ADS_1
"J-jangan bunuh saya tuan," katanya ketakutan.
"Katakan mpadaku jika kau tidak ingin mati! Di mana wanita yang tuan kalian culik itu? Di mana dia menyembunyikannya?" Tanya Braylee sedikit mengiris pisau tersebut di leher penjahat.
"B-Baik tuan .. Saya akan memberitahukan pada anda, tapi tolong, jangan bunuh saya tuan,"
"Aku tidak akan membunuhmu, jika kau tidak berbohong padaku,"
"Baik tuan"
"Katakan!!"
"Apa tuan melihat truk yang akan berjalan di bawah tadi?" Tanya penjahat itu.
"Iya,"
"Tuan ikuti saja truk itu, karena truk itu megarah ke pulau, di mana wanita yang di tangkap itu di sekat," jujurnya.
Setelah itu, Braylee turun ke bawah, masuk ke dalam truk yang berisikan narkoba. Saat ada salah satu penjahat yang masuk ke dalam, Braylee memukul kepalanya, kemudian memakai pakaian penjahat itu, dan memakai masker juga.
Ia naik ke depan truk bersama dengan teman pria tadi yang ia pukul sampai pingsan.
Mereka berdua mulai berjalan menuju pulau tersebut.
,,,
Beberapa menit berlalu, akhirnya mereka sampai di pulau, di mana istrinya di sekat.
__ADS_1
Braylee yang sedang menyamar menjadi teman penjahat itu. Turun dari truk, dan naik ke sebuah kapal yang akan mengantar mereka ke seberang yang berada di pulau tersebut.
Setelah berusaha dengan berbagai cara, akhirnya Braylee sudah tiba di rumah, yang sangat megah terdapat di pulau tersebut.
Di sana lebih banyak lagi penjahat, dan lebih ketat lagi.
Braylee bersembunyi dan masuk ke dalam rumah itu.
Perlahan, ia mendengar seperti ada suara wanita yang tak asing di pendengarannya.
Riana. Batin Braylee mencari sumber suara.
Akhirnya ia melihat istrinya yang di rantai, dengan tangan yang di penuhi darah, tapi sudah mengering. Riana berteriak untuk di lepaskan dari kamar itu.
Akhirnya aku menemukanmu.
Braylee ingin menyelamatkan istrinya, tapi ia melihat dokter Riz masuk ke dalam kamar itu.
Ternyata kau dalang di balik semua ini. Batin Braylee.
Tiba-tiba Braylee melihat dokter Riz menarik keras rambut istrinya.
"Kenapa kau tidak mau makan bodoh!!! Kau sudah mau mati!!!" teriak dokter Riz.
"Lepaskan!!! Sakit!! Cuih!!!!" Riana kembali meludahi wajah dokter Riz.
PLAKKKKKK!!!
__ADS_1
Laki-laki itu menampar keras wajahnya.
Rahang Braylee mengeras dengan bola mata memerah saat melihat pria itu terang-terangan menyakiti Istrinya.