Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Cari


__ADS_3

Albert menatap intens wajah pemuda di depannya. Wajah pria itu sudah banyak berubah dari 23 tahun yang lalu di mana ia terakhir kali melihat wajah itu.


Sedetik kemudian Albert ketakutan, wajahnya berubah pucat pasi. Karena ia menyadari yang berada di depannya saat ini adalah MR X yang sering di tutupi masker, lebih tepatnya putra mendiang tuan Browne.


"K-kau ...." tunjuk Albert ketakutan.


"23 tahun .... 23 tahun aku mencari keberadaanmu ... Hari ini aku bisa menemukanmu Albert,"


"Bagaimana bisa, bukannya kau sudah jatuh bangkrut .... Bagaiaman bisa kau masih mempunyai Markas ini ..." Tanya Albert pias.


"Apa kau pikir perusahaan sebegitu besarnya, bisa dengan mudah di jatuhkan? Hanya kalian yang berpikiran dangkal yang mempercayai rekayasa itu, sehingga kalian semua mulai keluar satu persatu dari tempat persembunyian kalian!"


Braylee menyambuk tubuh Albert, yang membuat ia teriak kesakitan, "ARKHH!!!!!!" Teriakanya memenuhi ruangan bawah tanah itu.


"Bagaimana? Apa itu sakit? itu belum sebanding dengan rasa sakit yang aku rasakan selama 23 tahun kehilangan Daddyku yang sangat berarti dalam hidupku!!!"


Braylee kembali mencambuk tubuh Albert sehingga tampak tak berdaya sama sekali. "Di mana anak dan istrimu? Aku ingin membakar hidup-hidup tubuh kalian semua, aku tidak peduli siapa pun anak dan istrimu, tapi aku berjanji akan membunuh kalian semua," menedang perut Albert. membuat pria paruh baya itu tidak sadarkan diri.


"Cari tahu semua tentangnya, temukan istri dan anaknya, dan bawa dia kehadapanku," titah Braylee dan pergi dari ruang bawah tanah.

__ADS_1


"Baik tuan,"


,,,


Beberapa hari berlalu, Albert masih di tahan di ruantg bawah tanah.


"Bagaiamana?" Tanya pria tampan kepada seorang pria paruh baya, alias Dimsom.


"Tuan Braylee sudah menahan Albert di ruang bawah tanah yang berada di Markasnya tuan," jawab Dimsom pada tuannya yang memerintahkan Albert untuk di jadikan kambing hitam.


"Bagus! Kau memang bisa di handalkan, pertemukan Albert dengan putrinya, agar Barylee tahu jika istrinya itu adalah putri dari Albert, yang akan membuat kebencian di hatinya tumbuh buat istrinya, aku ingin dia sendiri yang membunuh istri dan anaknya, yang sempat selamat dari tembakan itu.


"Kau peralat orang kepercayaannya,"


"Iya, anda benar tuan, baiklah, saya tahu apa yang akan saya lakuakn," tersenyum jahat.


Sebentar lagi ... Kehancuranmu sedang di mulai, Braylee. Batin pria misterius itu.


,,,

__ADS_1


Braylee menerima laporan dari orang yang ia utus untuk memperhatikan gerak gerik istrinya di rumah sakit. Dan benar saja, istrinya benar-benar mendengar ucapannya untuk tidak dekat-dekat lagi dengan dokter Riz.


Barylee tersenyum, ia tak menyangka jika wanita keras kepala itu mau mendengar ucapanya.


"Istri yang manis," gumam Braylee tersenyum.


Monica juga sudah tidak terlalu menjadi ancaman untuknya, karena semenjak ia jatuh miskin, wanita itu tak berambisi lagi untuk mencelakai istri dan anaknya.


Ia menjalankan mobil istrinya ke rumah sakit. Berniat menjemput mereka berdua di sana.


Memarkir mobilnya di depan rumah sakit menunggu mereka.


Tak berapa lama, ia melihat mereka berdua keluar dari rumah sakit, pria tampan itu mengulas senyuman yang lembut di wajahnya.


"Hay Daddy" Teriak Ronald tersenyum pada Daddynya.


'"Hay jagoan Daddy," ia juga menyapa putranya dan melirik Riana yang sedang memperhatikan mobilnya. Karena mobil itu seperti baru.


''Kenapa?" Tanya Braylee.

__ADS_1


"Bagaimana bisa mobil ini siap hanya dalam sehari? Bukannya kerosakannya serius?"


__ADS_2