
Braylee melangkah mendekati Ronald yang masih terus melihat ke arahnya. Duduk di kursi tempat istrinya duduk tadi.
"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Braylee tersenyum kaku pada Ronald.
"B-baik, apa Om benar-benar Daddy ku?" Tanya Ronald.
Mengangguk mantap. "Iya, aku memang Daddymu, Maafkan Daddy karena baru mengatakan hal yang sesungguhnya padamu son," merasa bersalah mengusap rambut putranya.
"Kenapa? Dan selama ini Daddy kemana saja?" tanya Ronald membuat Braylee bingung ingin menjawab atau memberi alasan seperti apa.
"Apa aku bisa memeluk Daddy?" tambah Ronald saat Braylee hanya diam tak menjawab pertanyaannya.
Tersenyum dan langsung memeluk Ronald dengan hangat dan lembut, pelukan yang penuh kasih sayang dari seorang Ayah untuk anaknya.
Ayah dan anak itu melepaskan rindu antara satu sama lain, akhirnya setelah sekian lama Ronald merindukan pelukan sosok sang Ayah, ia bisa merasakannya hari ini, Ronald memang tidak pernah mengatakan pada Mommynya jika ia sangat merindukan sosok seorang Ayah, karena ia tak ingin jika Mommynya bersedih jika ia bertanya tentang Daddy nya.
Tapi jauh di dasar hanti anak berusia 6 tahun itu, ia sangat menginginkan untuk bertemu dengan Daddynya seperti hari ini.
__ADS_1
Riana yang masih berada dalam ruangan itu juga, turut menjatuhkan air mata haru melihat mereka berdua yang tampak sangat hangat.
,,,
Monica heran karena Braylee dan Riana sudah dua hari tak pernah pulang ke rumah. Braylee sengaja menutup rapat pada Mommy dan Monica tentang musibah yang menimpa putranya.
"Mommy!!" Teriak Monica memnaggil Mommy Cellin yang sedang masak di dapur, alhasil dapur itu juga berubah, menjadi benar-benar berantakan, karena selama ini ia belum pernah membuat pekerjaan dapur.
"Apa sih Monica, kenapa kau teriak-teriak terus! Apa kau tidak bisa membantuku di sini! Kau hanya membuat telingaku penuh oleh suara mu itu" Ketus Cellin karena Monica sama sekali tak pernah membantunya membuat pekerjaan di dapur.
itu! Mommy buat saja sendiri!"
"Kalau begitu kau diam saja! Tidak usah terus memanggilku, hanya membuat telinga ku sakit saja!"
"Ck, mana anakmu itu? Kenapa sudah berapa hari ini aku tidak pernah melihatnya? Wanita p*lac*r itu dengan anaknya juga tidak pernah kelihatan," Monica bertanya pada Cellin.
"Mana aku tahu, dia kan suamimu, kenapa kau bertanya padaku,"
__ADS_1
"Ck, maka itu aku bertanya pada Mommy! karena dia anakmu, Mau bertanya pada siapa lagi coba?"
"Kau hanya membuat ku pusing, aku juga tidak tahu kemana anak itu bersama istrinya."
Monica dan Celli sama-sama berpikir keras mencari keberadaan ketiga manusia itu, yang saat ini berada di rumah sakit.
,,,
Hari ini Albert sudah tiba di Amerika, ia menerima tawaran pria paruh baya itu yang menjanjikannya uang sebesar lima miliar untuk mencari dan membawa putrinya datang padanya.
"17 tahun ... Ini pertama kali lagi dalam hidupku, aku menginjakkan kakiku di kota ini," Batin Albert melihat sekelilingnya. Ia teringat kejadian 17 tahun, sebelum ia melarika diri ke indonesia dan menikah di sana bersama Diana, gadis Indonesia.
Flash Back
BUK! BUK! BUK!
Albert di pukuli oleh anak buah Markus, karena ia hanya sering berjanji pada Markus untuk mengganti uangnya, tapi sampai hari ini, Albert belum bisa mengganti uang Markus yang ia pinjam dengan jumlah yang sangat besar.
__ADS_1