
Rumah Lusy.
Mereka sudah siap-siap ingin berangkat ke acara ulang tahun Monica, karena ia juga mendapat undangan dari ulang tahun tersebut.
Drrrtttt Drrrtttt Drrrtttt
Terdengar suara deringan ponsel Lusy. Melihat ponsel yang berdering. Mengukir senyuman karena terpampang nama sang kakak kesayangan.
"Hello kak" jawab Lusy.
"Hello Lus, kau bersama dengan Riana?" tanya Lois.
"Iya kak, kakak mau bicara pada Riana?"
"Iya, tolong berikan dulu pada Riana"
Lusy memberikan ponselnya pada Riana yang berada di dekatnya.
"Hello kak Lois" sapa Riana.
"Riana, tadi siang Ayah mu datang ke bengkel tempat ku bekerja, sepertinya Ayah mu akan mencari keberadaan mu" jelas Lois.
"Terus bagaimana kak?''
"Ayah mu pasti sedang mencurigai keberadaan mu sekarang, dan aku punya satu rencana untuk mengelabui paman Albert"
"Apa itu kak?"
__ADS_1
"Begini, bagaimana jika kau mengganti semua identitas dan juga penampilan mu, kau tau kan jika Ayah mu memiliki banyak teman di Amerika?"
"Tentu saja aku tau kak, tapi bagaimana ingin mengganti identitas ku kak? aku tidak tau cara melakukannya?" tanya Riana.
"Kau tenang saja, aku yang akan mengurusnya''
"Caranya bagaimana kak?"
"Tentu saja dengan cara ilegal Riana, tapi kau tidak keberatan kan jika aku menutup semua identitas mu dengan rapat, dan kau juga harus merubah penampilan mu, karena sepertinya kau tidak aman di sana jika kau tidak merubah penampilan mu" saran Lois untuk kebaikan Riana atas kegilaan sang Ayah. Lois adalah seorang hacker handal. Tapi Riana tidak mengetahui sepenuhnya tentang Lois, yang Lois sembunyikan dari siapapun termasuk Riana, dan hidup sangat sederhana di Indonesia, dengan identitas palsu.
"Aku sama sekali tidak keberatan kak, tapi apa tidak akan ada masalah lain nantinya jika aku memakai data-data ilegal?" jawab Riana.
"Kau tenang saja, aku bisa mengatasi itu Riana, sekarang tugas mu tinggal mengubah penampilan mu saja, ini juga aku lakukan demi kebaikan mu jika kau mau aman untuk beberapa tahun kedepannya."
"Baik lah kak, akan aku lakukan"
''Hm, baik kak''
"Ada apa? Apa yang kak Lois bicarakan?" Tanya Lusy.
Riana menceritakan pada Lusy tentang ucapannya tadi bersama dengan kakak Lusy (Lois).
"Hah! Aku punya idea" ujar Lusy tersenyum senang.
"Idea?''
Mengangguk "Hm, kau tenang saja, serahkan pada ku tentang penampilan mu, besok kita akan mengubah semua penampilan mu" girang Lusy membayangkan penampilan Riana seperti yang sudah ia rencanakan.
__ADS_1
"Baik lah, terserah kau saja, tapi sepertinya kita tidak bisa ke acara itu deh malam ini, bagaimana jika ada sahabat Ayah ku yang melihat ku di sana"
"Kau tidak perlu khawatir, karena acara ulang tahun idola ku itu menggunakan topeng," manaik turun kan alisnya.
"Udah kayak acara topeng dansa aja" menggeleng.
Tersenyum menanggapi Riana. "Ayo" menarik tangan Riana keluar dari rumahnya.
Riana hanya diam dan mengikuti langkah kaki Lusy. Ia mengenakan gaun berwarna maron simple tapi elegan membuat kulit putihnya semangkin menyerlah.
,,,
Braylee sudah tiba di Mension Markus, turun dari mobil bersama Monica. Ternyata Braylee juga memakai jas berwarna maron senada dengan gaun Riana.
Monica memegang lengan Braylee kemudian melangkah masuk ke dalam Mension Papinya, menjadi sorotan para tetamu undangan, tidak sedikit yang iri dengan Monica karena bisa bergandengan dengan pria pebisnis berdarah dingin di balik topeng itu.
Monica semangkin memperlihatkan kesombongannya pada wanita-wanita yang iri padanya.
Semua tetamu yang berada di sana menggunakan topeng.
"Kau sudah tiba Braylee" tanya Markus pada calon menantunya.
"Iya paman" singkat Braylee di balik topengnya.
Tiba-tiba lewat seorang gadis di sebelahnya, dan hampir terjatuh di dekat Braylee, Reflek Braylee memegang pinggang gadis tersebut dan menarik ke dalam pelukannya. Netra tajam Braylee bertemu netra indah milik Riana.
Ternyata ia adalah Riana, seseorang tidak sengaja menyenggolnya, menyebabkan ia hampir terjatuh jika Braylee tidak bergegas menangkap tubuhnya.
__ADS_1