Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Tentu


__ADS_3

Rahang Braylee mengeras dengan bola mata memerah saat melihat pria di depannya terang-terangan menyakiti Istrinya.


Wajah Riana terlempar ke samping saat mendapat tamparan keras dari laki-laki bengis itu.


Braylee ingin keluar dan memberi pelajaran pada dokter Riz. Tapi mengingat, jika ia harus bersabar, karena bisa jadi istrinya yang jadi sasaran jika dia bertindak terburu-buru.


Dokter Riz kembali memegang kasar dagu wanita itu, dan menarik ke arahnya. "Kau ingin melawanku hah! dasar perempuan sialan!" Melepas kasar dagu Riana, kemudian kembali melangkah keluar.


Setelah dokter Riz keluar dari kamar itu, Riana mengusap darah di bibirnya yang pecah, kemudian meringkuk memeluk tubuhnya sendiri sambil menangis, wajah wanita itu sangat memprihatikankan, karena sudah berkali-kali mendapat kekerasan dari dokter Riz.


"Kau di mana Braylee ... Kenapa kau tidak datang untukku, kenapa kau tega tidak menyelamatkan aku, apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi." ujar Riana sambil menangis.


Tiba-tiba ia merasa seseorang memeluknya dengan lembut. Riana sangat kaget dan ingin mendorong laki-laki yang memeluknya, tapi saat mencium aroma parfum pria itu, ia tau dan ingat itu adalah aroma pafum suaminya.


"Braylee?" Menyebut nama suaminya dan melihat ke wajah laki-laki yang memeluknya.

__ADS_1


Ternyata benar, dia adalah Braylee, suaminya yang sudah ia tunggu-tunggu kehadirannya untuk menyelamatkannya.


Riana langsung memeluk tubuh suaminya dengan tangis yang pecah. "Kenapa kau lama sekali ... Ku kira kau tidak akan datang ... Aku sudah sangat takut .." Kata Riana memeluk erat tubuh suaminya seperti tak ingin melepaskan tubuh pria itu lagi.


"Sssttt maafkan aku yang terlambat datang untuk menyelamatkanmu sayang, maafkan aku," kata Braylee mengecup pucuk kepala istrinya.


Braylee melonggarkan pelukannya dan melihat wajah Riana yang di penuhi dengan lebam dan luka-luka. Ia juga melihat di lengan istrinya luka yang menganga bekas irisan pisau dokter Riz.


"Maafkan aku sayang" menatap iba dan rasa bersalah melihat keadaan Riana, apa yang menimpa istrinya itu semua atas kesalahannya.


"Tentu sayang, aku akan membawamu pergi dari sini, tapi tunggu sebentar. Braylee merobek kaos putih yang berada dalam baju jaketnya, kemudian ia mengikat pada lengan istriya yang terluka.


Tak berapa lama, terdengar suara tembakan saling bersahutan dari luar rumah mewah itu.


"Ada apa di luar?" Riana bertanya pada suaminya.

__ADS_1


"Mereka sudah tiba, tadi aku sudah mengirim lokasi ini pada Asistenku, dan sekarang mereka sudah datang,"


Braylee ingin mengangkat tubuh istrinya, tapi tiba-tiba saja wanita itu merasakan sakit pada kepalanya yang teramat sangat sakit, sehingga membuat ia tak bisa berdiri.


Braylee ingin menggerakkannya, tapi ia malah merasa bertambah semangkin sakit.


"Ada apa Riana, kau kenapa sayang?" Braylee sangat cemas melihat keadaan Riana.


Prok prok prok


Terdengar suara tepukan tangan dari ambang pintu, ternyata dokter Riz sudah kembali masuk ke dalam kamar itu.


"Brengsek!! laki-laki bajingan, beraninya hanya pada seorang wanita saja,'' maki Braylee menatap dokter Riz seperti ingin membunuhnya sekarang juga.


"Braylee ... sudah lama aku menungu momen seperti ini ... dan kau juga harus tau," menggantung ucapannya, kemudian mengeluarkan sebuah suntikan dari sakunya.

__ADS_1


__ADS_2