Benih Siapa Yang Aku Kandung

Benih Siapa Yang Aku Kandung
Kebenaran


__ADS_3

Riana menodong senjata api tepat di jantung pria itu. "Pergi dari kehidupanku! Semua yang terjadi waktu itu, di luar kendaliku, dan aku tidak ingin berurusan dengan laki-laki sepertimu!!" Kata Riana menekan senjata api itu tepat di jantung Braylee yang semangkin menatapnya dalam.


Mereka berdua saling menatap antara satu sama lain dalam waktu yang cukup lama.


"Kau tau apa kesalahan terbesarmu?" Ujar Braylee tanpa mengalih pandangannya dari bola mata indah milik wanita cantik itu.


"Kesahalah terbesarmu itu karena kau berani melahirkan benihku, secara tidak langsung kau sendiri yang mengikat dirimu, dan kehidupanmu padaku," tambah Braylee.


"Kau tidak berhak untuk memaksaku! Aku punya jalan kehidupanku sendiri, aku tidak ingin membahayakan nyawa putraku lagi, jika aku tetap berada dekat denganmu!"


''Ronald juga putraku Sonata, kau harus ingat itu, aku adalah Ayah kandung dari Ronald, bagaimana bisa aku tidak berada di sisinya,''


''Ya sudah, tinggalkan dunia hitammu itu, mudah bukan?!" Tantang Riana.

__ADS_1


"Tidak semudah yang kau utarakan Sonata, tidak semudah itu, banyak hal yang tidak kau ketahui" jawab Braylee.


"Tapi kau hanya akan membahayakan Ronald, jika kau terus bersama kami dengan status mu itu!!"


Mereka berdua kembali terdiam.


"M-mommy .." Tiba-tiba terdengar suara lemah Ronald yang sedang memanggil nama Mommynya. Ia juga mendnegar semua apa yang di katakan oleh Mommy dan Daddynya, ia bahkan mendengar dengan jelas saat Braylee mengatakan jika dia adalaha Ayah kandungnya.


Mereka berdua sama-sama mengalihkan pandangannya ke arah Ronald. "Ronald, kau sudah sadar sayang?" Tanya Riana mendekati putranya dengan wajah yang tampak sangat bahgia.


Braylee masih berdiri diam di tempatnya, ia tampak sangat tenang, tapi sebenarnya, bertolak belakang dengan hatinya yang khawatir jika sampai putranya menbencinya atas apa yang baru saja terjadi.


"A-apa benar yang di katakan Om tadi?" Tanya Ronald pada Braylee.

__ADS_1


Braylee tak langsung menjawab putranya.


"Katakan apa sayang? Om Braylee tidak pernah mengatakan apapun," sahut Riana, ia tak ingin jika putranya mengetahui, jika Braylee, pria yang sangat berbahaya itu adalah Ayah kandungnya.


"My ... Tadi Ronald mendengarnya dengan jelas My ... Kalau Om ini adalah Ayah kandungku, apa itu benar My?" Tanya Ronald dengan bola mata berkaca-kaca melihat ke arah Mommynya.


Braylee masih tetap diam, bukan tanpa alasan ia hanya diam, ia tak ingin jika Riana semangkin membencinya, jika ia berkata jujur pada Ronald. Apa lagi ia sudah mulai menyadari tentang perasaannya pada wanita itu, membuatnya benar-benar takut jika sampai Riana menjauhinya.


Menatap dalam kedua bola mata putranya yang sudah mulai berkaca-baca. Ia ingin mengatakan Braylee bukan Ayahnya, tapi melihat mata teduh sang anak, ia tak sampai hati untuk berbohong.


Perlahan kepalanya mulai mengangguk mengiyakan pertanyaan putranya. "Iya .... Braylee memang Ayah kandungmu ..." Jawab Riana hanya bisa pasrah.


Braylee melihat ke arah Riana, ia tak menyangka jika wanita itu tak menyembunyikan hal sebenarnya dari putra mereka.

__ADS_1


Ronald tersenyum bahagia meski dengan wajah yang tampak sangat lemah, melihat kembali ke arah sang Daddy.


Riana berdiri dari duduknya, ia memberi ruang pada Ayah dan anak itu untuk saling berkomunikasi, meski bagaimanapun, ia tak ingin jika putranya sedih karena keegoisan dalam dirinya.


__ADS_2